<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>:: Mujie on the Net ::</title>
	<atom:link href="http://mujie.blog.niwakarya.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mujie.blog.niwakarya.com</link>
	<description>ngeBlog?</description>
	<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 17:14:22 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Melihat Informasi Detail File Audio/Video dengan MediaInfo</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/multimedia/2010/01/28/melihat-informasi-detail-file-audiovideo-dengan-mediainfo.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/multimedia/2010/01/28/melihat-informasi-detail-file-audiovideo-dengan-mediainfo.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 18:35:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Multimedia]]></category>

		<category><![CDATA[audio]]></category>

		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Bagi teman-teman yang senang mengoleksi file audio dan video klip, aplikasi MediaInfo mungkin bisa menjadi pelengkap tool disamping aplikasi converter. Dengan MediaInfo, teman-teman bisa mengetahui informasi detail dari sebuah file audio atau video. Disamping itu, aplikasi ini sendiri berlisensi GPL/LPGL dan tersedia diberbagai platform, baik itu  Windows, Linux dan MacOs.

Berikut adalah daftar detail yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bagi teman-teman yang senang mengoleksi file audio dan video klip, aplikasi MediaInfo mungkin bisa menjadi pelengkap tool disamping aplikasi converter. Dengan MediaInfo, teman-teman bisa mengetahui informasi detail dari sebuah file audio atau video. Disamping itu, aplikasi ini sendiri berlisensi GPL/LPGL dan tersedia diberbagai platform, baik itu  Windows, Linux dan MacOs.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-238 aligncenter" style="vertical-align: middle;" title="gui_easy_en_extract" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2010/01/gui_easy_en_extract.png" alt="" width="400" height="321" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-237"></span>Berikut adalah daftar detail yang bisa dilihat menggunakan MediaInfo :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Umum : Judul, pembuat, direktor, album, nomor trek, tanggal, durasi&#8230;</li>
<li>Video: codec, aspect, fps, bitrate&#8230;</li>
<li>Audio: codec, sample rate, channels, language, bitrate&#8230;</li>
<li> Subtitel: Bahasa dari subtitel</li>
<li> Bab (chapter): Nama chapter, nomor chapter</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Format apa saja yang didukung MediaInfo :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Video: MKV, OGM, AVI, DivX, WMV, QuickTime, Real, MPEG-1, MPEG-2, MPEG-4, DVD (VOB)&#8230; (Codecs: DivX, XviD, MSMPEG4, ASP, H.264, AVC&#8230;)</li>
<li> Audio: OGG, MP3, WAV, RA, AC3, DTS, AAC, M4A, AU, AIFF&#8230;</li>
<li> Subtitel:: SRT, SSA, ASS, SAMI&#8230;</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Tambahan kelebihan lain :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Membaca pelbagai format video dan audio</li>
<li>Berbagai metoda berbeda untuk melihat informasi (teks, sheet, tree, HTML)</li>
<li> Anda bisa mengustomisasi tampilan</li>
<li> Ekspor tampilan dalam CSV, HTML&#8230;</li>
<li> Antarmuka grafis, baris perintah maupun DLL</li>
<li> Integrasi dengan MS-Windows shell (geser dan jatuhkan, menu konteks)</li>
<li> Internasionalisasi : Berbagai bahasa dalam berbagai versi di sistem Anda</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><a href="http://mediainfo.sourceforge.net/">http://mediainfo.sourceforge.net/</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/multimedia/2010/01/28/melihat-informasi-detail-file-audiovideo-dengan-mediainfo.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Free Live Support Script</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2010/01/27/free-live-support-script.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2010/01/27/free-live-support-script.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 18:18:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<category><![CDATA[free script]]></category>

		<category><![CDATA[live support]]></category>

		<category><![CDATA[web chat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pelanggan, terkadang mungkin saya atau Anda ingin menanyakan secara langsung beberapa hal tentang produk dan jasa yang ditawarkan didalam sebuah website. Dan biasanya juga, di website tersebut ditampilkan beberapa cara untuk menanyakan atau mengontak mereka, baik melalui email, telpon, sms, ataupun fasilitas chat melalui YM (Yahoo Messenger) atau Google Talk (GTalk).
Akhir-akhir ini, pelanggan seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft alignnone size-full wp-image-230" style="margin: 10px; float: left;" title="Get Support" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2010/01/get_support.jpg" alt="" width="150" height="113" />Sebagai pelanggan, terkadang mungkin saya atau Anda ingin menanyakan secara langsung beberapa hal tentang produk dan jasa yang ditawarkan didalam sebuah website. Dan biasanya juga, di website tersebut ditampilkan beberapa cara untuk menanyakan atau mengontak mereka, baik melalui email, telpon, sms, ataupun fasilitas chat melalui YM (Yahoo Messenger) atau Google Talk (GTalk).</p>
<p style="text-align: justify;">Akhir-akhir ini, pelanggan seperti saya seringkali menggunakan fasilitas chat yang telah disediakan, karena pelanggan merasa dirinya disambut dengan baik dan mendapatkan respon lebih cepat tanpa harus menunggu terlalu lama seperti sms atau email (real time) walaupun waktunya bisa saja terbatas atau dibatasi karena jam kerja.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-229"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, disisi penyedia atau produsen, hal ini sangat membantu untuk mendapatkan kesan balik (feedback) dari pelanggan dan kecepatan pemesanan (order) dari pelanggan. Siapa yang tidak senang ketika pelanggan melihat-lihat dan merasa tertarik, mereka akan langsung melakukan pemesanan barang atau jasa yang ditawarkan baik melalui aplikasi pemesanan (order form) atau melalui fasilitas chat seperti yang dibahas diawal.</p>
<p style="text-align: justify;">Khusus untuk chat, adanya layanan messenger seperti YM dan GTalk memang membantu. Akan tetapi ada beberapa hal yang mungkin saja tidak disediakan oleh mereka namun bisa didapatkan dari &#8220;Live Support&#8221; script berbasis web. Namun hal itu kembali lagi kepada pihak penyedia barang dan jasa atau produsen untuk menghadirkan layanan chat berbasis web selain menggunakan fasilitas &#8220;messenger&#8221;. Berikut adalah beberapa daftar Live Support script yang bisa Anda gunakan secara bebas dan gratis.</p>
<ul>
<li><a href="http://www.craftysyntax.com/"><strong>Crafty Syntax Live Help :</strong> http://www.craftysyntax.com/</a></li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-231" title="crafty-syntax-live-help-client" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2010/01/crafty-syntax-live-help-client.png" alt="" width="400" height="275" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-232" title="craftysyntaxadminscreen" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2010/01/craftysyntaxadminscreen.png" alt="" width="400" height="281" /></p>
<ul>
<li><a href="http://www.helpcenterlive.com/"><strong>Help Center Live</strong> : http://www.helpcenterlive.com/</a></li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-233" title="helpcenter-live-client" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2010/01/helpcenter-live-client.png" alt="" width="400" height="404" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-234" title="helpcenter-live-canned" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2010/01/helpcenter-live-canned.png" alt="" width="400" height="386" /></p>
<ul>
<li><a href="http://www.livezilla.net/home/en/"><strong>LiveZilla</strong> : http://www.livezilla.net/home/en/</a></li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-235" title="livezilla_web_client_chat" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2010/01/livezilla_web_client_chat.jpg" alt="" width="400" height="418" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-236" title="livezilla_server_admin_wizard" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2010/01/livezilla_server_admin_wizard.jpg" alt="" width="400" height="361" /></p>
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2010/01/27/free-live-support-script.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Microsoft menampilkan Windows 7 di PC Tablet di CES 2010</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2010/01/16/microsoft-menampilkan-windows-7-di-pc-tablet-di-ces-2010.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2010/01/16/microsoft-menampilkan-windows-7-di-pc-tablet-di-ces-2010.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 08:17:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[ces]]></category>

		<category><![CDATA[microsoft]]></category>

		<category><![CDATA[pc tablet]]></category>

		<category><![CDATA[steve ballmer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[CEO Microsoft, Steve Ballmer, menampilkan sebuah PC tablet yang diproduksi oleh HP baru-baru ini di CES (Consumer Electronics Show) 2010, di Las Vegas, Amerika Serikat. Tampak juga beberapa PC tablet yang ditampilkan di ajang tersebut merupakan produk andalan beberapa produsen. Walaupun sebelumnya beberapa orang mengira ini adalah Windows Mobile.
PC tablet yang ditampilkan oleh CEO Microsoft [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-full wp-image-222" style="float: right; margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="steve_ballmer_pctablet" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2010/01/steve_ballmer_pctablet.jpg" alt="" width="200" height="152" />CEO Microsoft, Steve Ballmer, menampilkan sebuah PC tablet yang diproduksi oleh HP baru-baru ini di CES (Consumer Electronics Show) 2010, di Las Vegas, Amerika Serikat. Tampak juga beberapa PC tablet yang ditampilkan di ajang tersebut merupakan produk andalan beberapa produsen. Walaupun sebelumnya beberapa orang mengira ini adalah Windows Mobile.</p>
<p style="text-align: justify;">PC tablet yang ditampilkan oleh CEO Microsoft ini sendiri belum diketahui namanya. &#8220;Hampir sama portabel sebagai telepon, tetapi kuat sebagai sebuah PC yang (mampu) menjalankan Windows 7,&#8221; kata Ballmer ketika ia memegang layar datar ke arah penonton. Ballmer juga menyebutkan inisiatif seperti &#8220;Project Natal,&#8221; yang seharusnya mengubah pengguna menjadi &#8220;pengontrol&#8221; untuk Xbox 360.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-221"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak lupa pula, dalam ajang ini Steve Ballmer mempromosikan produk mesin pencari milik Microsoft, Bing.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita tunggu saja, apakah PC tablet yang dibundel dengan Windows 7 pada tahun 2010 ini akan mampu mengalahkan produsen lainnya seperti Apple dalam bidang PC tablet.</p>
<p>Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.eweek.com/c/a/Windows/Microsoft-Pushes-Tablet-PCs-Windows-7-at-CES-But-Not-Mobile-860893/?kc=rss">http://www.eweek.com/c/a/Windows/Microsoft-Pushes-Tablet-PCs-Windows-7-at-CES-But-Not-Mobile-860893/?kc=rss</a></li>
<li><a href="http://www.pcworld.com/article/165354/apple_tablet_coming_in_2010.html">http://www.pcworld.com/article/165354/apple_tablet_coming_in_2010.html</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2010/01/16/microsoft-menampilkan-windows-7-di-pc-tablet-di-ces-2010.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lazarus : Merubah Huruf Label secara On the Fly dengan Combo Box</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2010/01/14/lazarus-merubah-huruf-label-secara-on-the-fly-dengan-combo-box.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2010/01/14/lazarus-merubah-huruf-label-secara-on-the-fly-dengan-combo-box.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 10:42:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pemograman]]></category>

		<category><![CDATA[combobox]]></category>

		<category><![CDATA[font]]></category>

		<category><![CDATA[lazarus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini kita akan membuat sebuah percobaan kecil, bagaimana huruf atau kalimat label milik TLabel di Lazarus IDE dapat kita rubah menggunakan daftar jenis huruf yang telah kita tambahkan didalam dropdown menu atau TComboBox secara &#8220;on the fly&#8221;. Artinya kita tidak perlu untuk membongkar kode hanya untuk mengganti jenis huruf milik TLabel, cukup dengan menggantinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kali ini kita akan membuat sebuah percobaan kecil, bagaimana huruf atau kalimat label milik TLabel di Lazarus IDE dapat kita rubah menggunakan daftar jenis huruf yang telah kita tambahkan didalam dropdown menu atau TComboBox secara &#8220;on the fly&#8221;. Artinya kita tidak perlu untuk membongkar kode hanya untuk mengganti jenis huruf milik TLabel, cukup dengan menggantinya dari aplikasi yang telah kita kompil (compile). Kawan-kawan tidak perlu khawatir, karena di akhir artikel ini nantinya saya sertakan juga kode sumber (source code) dari artikel ini untuk kita pelajari bersama-sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Oke, sekarang perhatikan gambar berikut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-220 aligncenter" title="font_combobox_onthefly" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2010/01/font_combobox_onthefly.jpg" alt="" width="328" height="271" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span id="more-219"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, dari gambar tersebut, mari kita coba untuk membuatnya. Berikut adalah langkah-langkahnya :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.</strong> Buat sebuah project baru di Lazarus IDE.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.</strong> Tambahkan sebuah TLabel komponen dan sebuah TComboBox komponen diatas Form1 sebagai lembar kerja. Sehingga otomatis masing-masing akan diberi nama ComboBox1 dan Label1.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3.</strong> Dari Object Inspector, pilih property milik TComboBox yang bernama ComboBox1 dan set propertiesnya &#8220;Read Only&#8221; dengan True. Dan dari Events milik ComboBox1, lakukan klik 2 kali atau dobel klik di area kosong sebelah kanan &#8220;OnChange&#8221; sehingga akan ditampilkan lembar source editor. Tambahkan kode kedalamnya :</p>
<p style="text-align: justify;">

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="delphi delphi" style="font-family:monospace;">Label1<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Font</span><span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Name</span> <span style="color: #000066;">:</span><span style="color: #000066;">=</span> ComboBox1<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Items</span><span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Strings</span><span style="color: #000066;">&#91;</span><span style="color: #000066;">&#40;</span>ComboBox1<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Items</span><span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">IndexOf</span><span style="color: #000066;">&#40;</span>ComboBox1<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Text</span><span style="color: #000066;">&#41;</span><span style="color: #000066;">&#41;</span><span style="color: #000066;">&#93;</span>;</pre></div></div>

</p>
<p style="text-align: justify;">Dimana dengan kode diatas, untuk merubah huruf di TLabel (Label1), kita memerlukan perubahan properties nama huruf (Font Name) milik Label1 yang didapat dari list atau daftar huruf di TComboBox (ComboBox1).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4.</strong> Dari Object Inspector kembali, pilih property Form1 (TForm), kemudian pilih Events dan lakukan dobel klik di area kosong sebelah kanan &#8220;OnCreate&#8221; sehingga kita akan kembali ke lembar source editor, lalu tambahkan kode kedalamnya :</p>
<p style="text-align: justify;">

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="delphi delphi" style="font-family:monospace;">ComboBox1<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Items</span><span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">AddStrings</span><span style="color: #000066;">&#40;</span>Screen<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Fonts</span><span style="color: #000066;">&#41;</span>;</pre></div></div>

</p>
<p style="text-align: justify;">Dimana dengan kode diatas akan memuat semua huruf yang terdapat didalam operating system (OS), kedalam TComboBox (ComboBox1) yang mana setiap huruf akan berbeda antara Windows, Linux atau MacOS.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5.</strong> Selesai, tekan F9 atau klik menu Run untuk melihat hasil akhirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kode selengkapnya adalah sebagai berikut :</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="delphi delphi" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">unit</span> Unit1;
&nbsp;
<span style="color: #008000; font-style: italic;">{$mode objfpc}{$H+}</span>
&nbsp;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">interface</span>
&nbsp;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">uses</span>
Classes<span style="color: #000066;">,</span> SysUtils<span style="color: #000066;">,</span> FileUtil<span style="color: #000066;">,</span> LResources<span style="color: #000066;">,</span> Forms<span style="color: #000066;">,</span> Controls<span style="color: #000066;">,</span> Graphics<span style="color: #000066;">,</span> Dialogs<span style="color: #000066;">,</span>
StdCtrls;
&nbsp;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">type</span>
&nbsp;
<span style="color: #808080; font-style: italic;">{ TForm1 }</span>
&nbsp;
TForm1 <span style="color: #000066;">=</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">class</span><span style="color: #000066;">&#40;</span>TForm<span style="color: #000066;">&#41;</span>
ComboBox1<span style="color: #000066;">:</span> TComboBox;
Label1<span style="color: #000066;">:</span> TLabel;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">procedure</span> ComboBox1Change<span style="color: #000066;">&#40;</span>Sender<span style="color: #000066;">:</span> <span style="color: #000066; font-weight: bold;">TObject</span><span style="color: #000066;">&#41;</span>;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">procedure</span> FormCreate<span style="color: #000066;">&#40;</span>Sender<span style="color: #000066;">:</span> <span style="color: #000066; font-weight: bold;">TObject</span><span style="color: #000066;">&#41;</span>;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">private</span>
<span style="color: #808080; font-style: italic;">{ private declarations }</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">public</span>
<span style="color: #808080; font-style: italic;">{ public declarations }</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">end</span>;
&nbsp;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">var</span>
Form1<span style="color: #000066;">:</span> TForm1;
&nbsp;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">implementation</span>
&nbsp;
<span style="color: #808080; font-style: italic;">{ TForm1 }</span>
&nbsp;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">procedure</span> TForm1<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">ComboBox1Change</span><span style="color: #000066;">&#40;</span>Sender<span style="color: #000066;">:</span> <span style="color: #000066; font-weight: bold;">TObject</span><span style="color: #000066;">&#41;</span>;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">begin</span>
Label1<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Font</span><span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Name</span> <span style="color: #000066;">:</span><span style="color: #000066;">=</span> ComboBox1<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Items</span><span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Strings</span><span style="color: #000066;">&#91;</span><span style="color: #000066;">&#40;</span>ComboBox1<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Items</span><span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">IndexOf</span><span style="color: #000066;">&#40;</span>ComboBox1<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Text</span><span style="color: #000066;">&#41;</span><span style="color: #000066;">&#41;</span><span style="color: #000066;">&#93;</span>;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">end</span>;
&nbsp;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">procedure</span> TForm1<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">FormCreate</span><span style="color: #000066;">&#40;</span>Sender<span style="color: #000066;">:</span> <span style="color: #000066; font-weight: bold;">TObject</span><span style="color: #000066;">&#41;</span>;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">begin</span>
ComboBox1<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Items</span><span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">AddStrings</span><span style="color: #000066;">&#40;</span>Screen<span style="color: #000066;">.</span><span style="color: #006600;">Fonts</span><span style="color: #000066;">&#41;</span>;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">end</span>;
&nbsp;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">initialization</span>
<span style="color: #008000; font-style: italic;">{$I unit1.lrs}</span>
&nbsp;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">end</span><span style="color: #000066;">.</span></pre></div></div>

<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Download :</strong></p>
<p><a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/download/font_label_onthefly.zip" title="Downloaded 1 times" >font_label_onthefly.zip (64.85 KB)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2010/01/14/lazarus-merubah-huruf-label-secara-on-the-fly-dengan-combo-box.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Zionn Template CSS Drop Down Menu</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/css/2010/01/04/zionn-template-css-drop-down-menu.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/css/2010/01/04/zionn-template-css-drop-down-menu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 07:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[CSS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[

Download : Zionn Template CSS Drop Down Menu (32.14 KB)
Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :
Wordpress Drop Down Menu dengan WP Menu Creator
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-215" title="screenshot" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2010/01/screenshot.jpg" alt="" width="469" height="258" /></p>
<p><span id="more-214"></span></p>
<p><strong>Download :</strong> <a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/download/zionn-dropdown-menu.zip" title="Downloaded 33 times" >Zionn Template CSS Drop Down Menu (32.14 KB)</a></p>
<p>Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<p><a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2009/05/31/wordpress-drop-down-menu-dengan-wp-menu-creator.html">Wordpress Drop Down Menu dengan WP Menu Creator</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/css/2010/01/04/zionn-template-css-drop-down-menu.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lazarus : Menampilkan ShowModal Form Ditengah Form Utama</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2009/10/14/lazarus-menampilkan-showmodal-form-ditengah-form-utama.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2009/10/14/lazarus-menampilkan-showmodal-form-ditengah-form-utama.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 04:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pemograman]]></category>

		<category><![CDATA[form]]></category>

		<category><![CDATA[lazarus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Penjelasan singkat mengenai Lazarus yang saya terjemahkan bebas dari situsnya yaitu, Lazarus adalah kumpulan class library untuk Free Pascal yang mensimulasikan Delphi. Free Pascal sendiri adalah kompiler berlisensi GPL yang dapat berjalan diatas Linux, Win32, OS/2, 68k dan lain-lain. Free Pascal didesain untuk dapat mengerti dan mengkompilasi sintak-sintak Delphi, yang mana berorientasi OOP. Lazarus adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft alignnone size-full wp-image-204" style="margin: 10px; float: left;" title="Lazarus IDE" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/logo_lazarus.png" alt="" width="128" height="128" />Penjelasan singkat mengenai Lazarus yang saya terjemahkan bebas dari situsnya yaitu, Lazarus adalah kumpulan class library untuk Free Pascal yang mensimulasikan Delphi. Free Pascal sendiri adalah kompiler berlisensi GPL yang dapat berjalan diatas Linux, Win32, OS/2, 68k dan lain-lain. Free Pascal didesain untuk dapat mengerti dan mengkompilasi sintak-sintak Delphi, yang mana berorientasi OOP. Lazarus adalah bagian dari teka-teki yang hilang yang akan memperbolehkan Anda untuk membangun aplikasi seperti di Delphi disemua platform seperti diatas. Tidak seperti Java yang diusahakan untuk sekali tulis (coding) dan dapat dijalankan dimana saja, Lazarus dan Free Pascal diusahakan untuk dapat di tulis sekali saja dan dikompil dimana saja. Sejak saat kompiler yang sama terdapat dan tersedia disemua platform diatas yang berarti Anda tidak perlu untuk menulis kode ulang untuk menghasilkan produk yang sama di platform yang berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Dibagian akhir artikel yang terdiri dari 3 pages atau halaman ini, saya menyertakan kode sumber yang bisa Anda download atau unduh dalam bentuk kode milik Lazarus project untuk dipelajari dalam file terkompresi.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-183"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kali ini, kita akan sama-sama belajar membuat sebuah aplikasi sederhana dimana nantinya akan menampilkan form kedua diatas dan ditengah-tengah form utama, dimanapun form utama berada dilayar seperti layaknya form about sebuah aplikasi profesional.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang diperlukan adalah :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>a.</strong> Operating system atau sistem operasi seperti Windows / Linux / FreeBSD / MacOS.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>b.</strong> Lazarus IDE versi 0.9.28 yang bisa Anda download atau diunduh dari <a href="http://www.hu.freepascal.org/lazarus/">Lazarus daily snapshots</a>. Tidak disarankan untuk mengambil versi dibawahnya atau mengambilnya dari halaman depan website Lazarus karena mempunyai beberapa kekurangan atau bug.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk membuat sebuah aplikasi sederhana sesuai dengan judul artikel, berikut adalah langkah demi langkah yang kita lakukan didalam Lazarus IDE :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.</strong> Buat sebuah project baru dengan mengklik menu Project &gt; New Project.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-193 aligncenter" title="lazarus-menu-create-new-project" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/lazarus-menu-create-new-project.jpg" alt="" width="226" height="64" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.</strong> Dari dialog box &#8220;Create a new project&#8221; pilih Application dan klik tombol OK. Setelah itu Lazarus akan secara otomatis membuat sebuah form baru, dalam hal ini form utama yang bernama Form1.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/lazarus-create-new-project.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-188 aligncenter" title="lazarus-create-new-project" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/lazarus-create-new-project.jpg" alt="" width="278" height="186" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>3.</strong> Selanjutnya kita buat sebuah form baru, atau form kedua yang bernama Form2 dengan mengklik menu File &gt; New Form. Lazarus secara otomatis akan membuat sebuah form.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-196 aligncenter" title="lazarus-new-form" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/lazarus-new-form.jpg" alt="" width="230" height="84" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4.</strong> Dari Object Inspector di sebelah kiri, pastikan Properties Form2 sudah terpilih. Rubah Height yang semula 300 menjadi 150 dan Width yang semula 400 menjadi 200, agar ukuran Form2 menjadi lebih kecil daripada ukuran Form1 (form utama).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-190" title="lazarus-form2-object-inspector-height" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/lazarus-form2-object-inspector-height.jpg" alt="" width="228" height="270" /> <img class="alignnone size-full wp-image-191" title="lazarus-form2-object-inspector-width" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/lazarus-form2-object-inspector-width.jpg" alt="" width="229" height="139" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5.</strong> Pilih Source Editor yang berada dibelakang Form, dan klik tab Unit1.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-199 aligncenter" title="lazarus-source-editor" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/lazarus-source-editor.jpg" alt="" width="340" height="125" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6.</strong> Dari &#8220;IDE speed button&#8221;, klik button Toggle Form/Unit sehingga akan memunculkan Form1.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-203 aligncenter" title="lazarus-toolbar-toogle-form" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/lazarus-toolbar-toogle-form.jpg" alt="" width="202" height="91" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7.</strong> Setelah itu dari &#8220;Component Pallete&#8221; pada tab &#8220;Standart&#8221; klik satu kali icon &#8220;TButton&#8221;, arahkan mouse pointer ke Form1 dan klik di sembarang tempat di Form1 untuk meletakkan sebuah button. Button otomatis akan dibuat oleh Lazarus dan diberi nama Button1.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-186" title="lazarus-button-ide-component-pallete" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/lazarus-button-ide-component-pallete.jpg" alt="" width="180" height="77" /> <img class="alignnone size-full wp-image-184" title="lazarus-button-at-form1" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/lazarus-button-at-form1.jpg" alt="" width="351" height="284" /></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2009/10/14/lazarus-menampilkan-showmodal-form-ditengah-form-utama.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>DHCP IP Address dalam Satu Network Address untuk Semua Interface di Mikrotik OS</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/mikrotik/2009/10/12/dhcp-ip-address-dalam-satu-network-address-untuk-semua-interface-di-mikrotik-os.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/mikrotik/2009/10/12/dhcp-ip-address-dalam-satu-network-address-untuk-semua-interface-di-mikrotik-os.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 17:44:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mikrotik]]></category>

		<category><![CDATA[DHCP]]></category>

		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Hhmm&#8230; dari judul memang terasa aneh. Akan tetapi hal ini saya aplikasikan dari pengalaman nyata. Terima kasih sebelumnya untuk teman-teman yang telah menulis tentang DHCP server di Mikrotik baik itu di blog, milis maupun forum. Saya juga mohon maaf sebelumnya jika dalam artikel ini saya tidak menyertakan gambar topologi.
Studi kasus yang saya alami disini adalah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hhmm&#8230; dari judul memang terasa aneh. Akan tetapi hal ini saya aplikasikan dari pengalaman nyata. Terima kasih sebelumnya untuk teman-teman yang telah menulis tentang DHCP server di Mikrotik baik itu di blog, milis maupun forum. Saya juga mohon maaf sebelumnya jika dalam artikel ini saya tidak menyertakan gambar topologi.</p>
<p style="text-align: justify;">Studi kasus yang saya alami disini adalah, kami (dalam hal ini perusahaan) mendapatkan pengerjaan sebuah jaringan sederhana di sebuah instansi. Dengan menggunakan Mikrotik Indoor RB443 1 pci yang dilengkapi dengan 3 port ethernet (salah satunya sekaligus sebagai port PoE) dan 1 wireless pci, kami merancang sebuah konsep sederhana, dimana setiap client baik itu yang terhubung melalui  ethernet ataupun wireless semuanya mendapatkan DHCP IP address dalam satu network address. Dari ke 3 port tersebut masing-masing digunakan untuk 1 port (saya namakan ether3) rencananya akan dipasang akses internet ( ADSL / Vsat / Last Mile / Dedicated dll. ) sehingga port ini dikosongkan/tidak dipakai. Port yang kedua (ether2) terkoneksi ke jaringan dalam via kabel UTP dan switch hub. Sedangkan port pertama (ether1) sekaligus PoE port, terkoneksi menggunakan kabel UTP cross pair dengan IP address static ke Senao EOC-3220+ (AP) untuk disebarluaskan ke luar ruangan / kantor gedung seberang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-205"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, terakhir, 1 pci wireless (wlan1) ditambah dengan indoor antenna patch panel  + kabel jumper yang dilengkapi dengan N connector digunakan hanya untuk didalam ruangan tempat meletakkan Mikrotik RB443 tadi (disana terdapat beberapa pengguna notebook). Konsepnya adalah port kedua (ether2) dan pci wireless (wlan1) harus sama-sama bisa memberikan DHCP IP address yang sama dalam satu network address ke setiap komputer yang terkoneksi kepadanya (disini saya tidak akan menjelaskan metode otentikasi nya harus bagaimana, seperti menggunakan hotspot, WPE/WPA, Firewall dll.). Artinya setiap komputer yang terkoneksi ke ether2 dan wlan1 akan mendapatkan DHCP IP address dalam satu network address.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sudah mencari-cari penjelasannya, baik itu di forum Mikrotik Indonesia dan internasional maupun dari tulisan-tulisan yang dibuat. Bahkan di forum Mikrotik internasional disarankan agar menggunakan IP address yang berbeda untuk setiap interface dan set DHCP server di interface yang akan digunakan sebagai gateway DHCP. Saya pikir ini pemborosan IP address dan tidak efektif. Akhirnya setelah mengalami stagnan otak sesaat, kesulitan itu dapat dilalui. Saya ambil contoh, untuk IP address DHCP yang kita berikan adalah <strong>192.168.254.1/24</strong> dengan DNS server <strong>192.168.1.1</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.</strong> Login ke Mikrotik Anda, dan dari terminal ketik berikut untuk menambahkan IP range yang diinginkan :</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text text" style="font-family:monospace;">/ip pool add name=dhcp-pool ranges=&quot;192.168.254.2-192.168.254.255&quot;
/ip dhcp-server network add address=&quot;192.168.254.0/24&quot; gateway=192.168.254.1 dns-server=192.168.1.1</pre></div></div>

<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-211 aligncenter" title="Mikrotik IP Pool" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/mikrotik-ip-pool.jpg" alt="Mikrotik IP Pool" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-209 aligncenter" title="Mikrotik DHCP Server Network" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/mikrotik-dhcp-server-network.jpg" alt="Mikrotik DHCP Server Network" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.</strong> Kunci atau rahasia agar ether2 dan wlan1 dapat saling berbagi adalah pada bridge. Ketikan kode berikut, dan tambahkan interface yang ingin Anda pasang sebagai bridge :</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text text" style="font-family:monospace;">/interface bridge add name=&quot;dhcp-bridge&quot;
/interface bridge port add interface=wlan1 bridge=&quot;dhcp-bridge&quot;
/interface bridge port add interface=ether2 bridge=&quot;dhcp-bridge&quot;</pre></div></div>

<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-206 aligncenter" title="Mikrotik Bridge" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/mikrotik-brigde.jpg" alt="Mikrotik Bridge" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-207 aligncenter" title="Mikrotik Bridge Port" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/mikrotik-brigde-port.jpg" alt="Mikrotik Bridge Port" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3.</strong> Tambahkan sebuah IP Address di interface bridge yang baru sebagai gateway :</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text text" style="font-family:monospace;">/ip address add address=&quot;192.168.254.1/24&quot; interface=dhcp-bridge</pre></div></div>

<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-210 aligncenter" title="Mikrotik IP Address" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/mikrotik-ip-address.jpg" alt="Mikrotik IP Address" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4.</strong> Terakhir, beritahu Mikrotik agar menjalankan DHCP server service di interface bridge yang telah kita buat dan sebarluaskan DHCP IP address  yang telah kita set di dhcp-pool :</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text text" style="font-family:monospace;">/ip dhcp-server add interface=dhcp-bridge address-pool=dhcp-pool name=&quot;dhcp-internal&quot;</pre></div></div>

<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-208 aligncenter" title="Mikrotik DHCP Server" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/10/mikrotik-dhcp-server.jpg" alt="Mikrotik DHCP Server" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang silahkan Anda coba untuk mengkoneksikan komputer atau notebook yang Anda miliki menggunakan DHCP atau Obtain an IP address automatically baik ke jaringan dalam (ether2) atau ke wireless (wlan1). Kemudian lakukan beberapa percobaan seperti ping atau mengakses Mikrotik menggunakan telnet atau Winbox. Selamat mencoba.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>PS note : Jika saya lama tidak menulis artikel bukan berarti saya tergila-gila dengan jejaring sosial, akan tetapi karena kesibukan saya di offline/dunia nyata</em> <img src='http://mujie.blog.niwakarya.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/mikrotik/2009/10/12/dhcp-ip-address-dalam-satu-network-address-untuk-semua-interface-di-mikrotik-os.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mark Fletcher : ONElist dan Yahoo Groups</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/tokoh/2009/08/02/mark-fletcher-onelist-dan-yahoo-groups.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/tokoh/2009/08/02/mark-fletcher-onelist-dan-yahoo-groups.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 10:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<category><![CDATA[eGroups]]></category>

		<category><![CDATA[Mark Fletcher]]></category>

		<category><![CDATA[Onelist]]></category>

		<category><![CDATA[Yahoo Groups]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda pernah mengikuti mailing list di Yahoo! Groups atau Yahoogroups? Berbeda dengan forum, mailing list mengharuskan Anda untuk terdaftar dengan alamat email untuk melakukan komunikasi dimana akun email tersebut nantinya digunakan sebagai penerima dan pengirim balasan.
Salah satu layanan penyedia layanan mailing list yang cukup besar dan masih menjadi pilihan diantara penyedia layanan mailing list [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft alignnone size-full wp-image-182" style="margin: 5px 10px; float: left;" title="milist-envelope" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/08/milist-envelope.jpg" alt="" width="117" height="116" />Mungkin Anda pernah mengikuti mailing list di Yahoo! Groups atau Yahoogroups? Berbeda dengan forum, mailing list mengharuskan Anda untuk terdaftar dengan alamat email untuk melakukan komunikasi dimana akun email tersebut nantinya digunakan sebagai penerima dan pengirim balasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu layanan penyedia layanan mailing list yang cukup besar dan masih menjadi pilihan diantara penyedia layanan mailing list lain adalah Yahoo! Groups. Nah, tentu Anda ingin mengetahui beberapa bagian cerita awal dari Yahoo! Groups ini berdiri ?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-181"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Adalah Mark Fletcher, yang pada tahun 1997 bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan kecil bernama Diba, di Silicon Valley. Perusahaan ini membuat sebuah aplikasi hampir mirip dengan WebTV. Hingga pada akhirnya pada bulan Agustus tahun itu juga, Sun Microsystems membeli perusahaan ini. Walaupun pembelian tersebut menyelamatkan Diba dari kebangkrutan dan dibeli oleh Sun, Mark Fletcher tidak mempunyai keinginan sama sekali untuk bergabung dengan perusahaan besar seperti Sun. Mark justru memulai sebuah perusahaan kecil lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada masa-masa tersebut, perusahaan belum jelas arah dan tujuannya, waktu Mark lebih banyak dihabiskan dengan menulis beberapa, atau mungkin banyak ide dasar  tentang bagaimana seharusnya perusahaan yang bergerak di bidang internet. Hingga akhirnya Mark menemukan sebuah ide untuk membuat layanan gratis mailing list. Mark tahu bahwa mailing list sudah ada sejak lama, dan salah satu kompetitornya saat itu adalah sebuah layanan bernama Coollist, namun layanan tersebut terkesan mengecewakan bagi banyak orang pada saat itu. Disinilah Mark Fletcher melihat sebuah peluang.</p>
<p style="text-align: justify;">Oktober 1997, Mark memulai idenya tersebut dengan sangat lamban, karena ia bekerja sendiri, diantaranya membuat sebuah web yang menampilkan isi email dari layanan mailing list. Namun, sudah ada terlihat ada kemajuan. Akan tetapi Mark masih mempunyai ganjalan, yaitu tentang penamaan produknya tersebut. Semula ia menamainya Monolist, hingga akhirnya Mark merasa cukup senang dengan penamaannya yang terakhir : Onelist.</p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya tidak terlalu ada orang yang mau menggunakan produk Onelist, dan Mark pun mengirimkan email undangan ke beberapa orang pada bulan Januari 1998. Kejutan pun tiba, beberapa orang dari Norweygia tertarik untuk menggunakan layanan Onelist dan mengajak lebih banyak teman hingga layanan tersebut menjadi populer (Viral Marketing Effect).</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal yang tidak diduga oleh Mark setelah layanan Onelist menjadi populer, seperti adanya orang dan perusahaan lain yang mendaftarkan variasi dari domain onelist.com seperti 1stlist.com atau one-list.com dan beberapa variasi lainnya yang kebanyakan digunakan sebagai penyedia jasa layanan dewasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada bulan November 1999, Onelist dan eGroups (sebuah perusahaan yang didirikan oleh Scot Hassan, semula bernama FindMail dan Makelist), bergabung dan hal ini menambah layanan publik seperti mailing list menjadi bertambah kuat dengan total pengguna 13 milyar dan 1,3 milyar pesan email setiap bulannya. Dan pada bulan Agustus tahun 2000, Yahoo! meminang gabungan perusahaan ini dengan total pembelian 413 milyar dollar dengan jumlah pengguna sekitar 18 milyar. Oleh Yahoo! layanan ini diberi nama dengan Yahoo! Groups.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai tambahan, Mark juga adalah pendiri Bloglines, dan investor di Wesabe, Techdirt, One True Media dan Plaxo.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk selengkapnya silahkan Anda kunjungi :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.wingedpig.com/ol/index.html http://en.wikipedia.org/wiki/EGroups http://en.wikipedia.org/wiki/ONElist" target="_blank">http://www.wingedpig.com/ol/index.html</a><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/EGroups" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/EGroups</a><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/ONElist" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/ONElist</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/tokoh/2009/08/02/mark-fletcher-onelist-dan-yahoo-groups.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Squid Proxy dengan Multiple IP Address</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2009/06/26/squid-proxy-dengan-multiple-ip-address.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2009/06/26/squid-proxy-dengan-multiple-ip-address.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 17:27:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<category><![CDATA[Multiple IP Address]]></category>

		<category><![CDATA[Proxy]]></category>

		<category><![CDATA[Squid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini kita akan membahas sedikit trik dalam penggunanaan Squid proxy, agar dapat memakai seluruh atau banyak IP address yang sudah ter-assign didalam sebuah server. Mengapa tidak hanya menggunakan 1 IP address saja misalnya. Dalam kondisi tertentu memang penggunaan 1 IP proxy sudah cukup membantu, akan tetapi bagaimana jika misalnya saja Anda atau perusahaan tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignright alignnone size-full wp-image-178" style="float: right; margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="squid-proxy" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/06/squid-proxy.gif" alt="" width="100" height="93" />Kali ini kita akan membahas sedikit trik dalam penggunanaan Squid proxy, agar dapat memakai seluruh atau banyak IP address yang sudah ter-assign didalam sebuah server. Mengapa tidak hanya menggunakan 1 IP address saja misalnya. Dalam kondisi tertentu memang penggunaan 1 IP proxy sudah cukup membantu, akan tetapi bagaimana jika misalnya saja Anda atau perusahaan tempat Anda bekerja menginginkan penggunaan proxy yang redundant (cache peer) untuk menghindari beberapa hal seperti : bottleneck, pemblokiran oleh website tertentu karena IP proxy yang sama. Atau saat ini Anda sedang berlangganan 2 koneksi ISP atau lebih.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-177"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Saya tahu, tidak semua orang senang dengan penggunaan proxy ketika berlangganan ke sebuah ISP, apalagi jika ISP tersebut seperti &#8220;memaksa&#8221; meredirect pelanggannya untuk menggunakan proxy yang telah mereka bangun, karena pelanggan merasa dibatasi. Atau Anda misalnya saja seorang pekerja kantoran yang menggunakan akses kantor dan ketika ingin membuka website tertentu tiba-tiba saja terblokir oleh proxy. Asumsi ini bahwa ini adalah suatu langkah yang bijak bisa jadi benar iya atau bisa juga tidak. Tapi saya tidak akan membahas ke arah sana, karena topik utama yang ingin kita bahas, seperti yang sudah sudah saya singgung diatas adalah mengenai penggunaan banyak IP address yang telah di assign didalam sebuah  proxy server agar dapat diggunakan semuanya oleh Squid daemon.</p>
<p style="text-align: justify;">Disini saya menggunakan Linux sebagai OS base proxy server dan tentu saja Squid sebagai proxy-nya. Ada 2 skenario yang bisa kita aplikasikan, tergantung dari bagaimana rencana yang Anda ingin terapkan, yaitu :</p>
<ol>
<li>Berdasarkan ACL rules IP address client, dimana IP address client sudah kita ketahui dan kita tentukan untuk menggunakan IP adress proxy tertentu juga. Biasanya dikombinasikan dengan destination NAT atau redirect firewall.</li>
<li>Berdasarkan ACL rules IP address proxy, dimana IP address client tidak kita tentukan atau tidak kita ketahui, serta tujuan IP proxy tidak kita tentukan juga, tergantung dari sisi client itu sendiri untuk menggunakan IP address proxy yang mana saja yang akan digunakan. Mungkin saja Anda adalah penyedia akses proxy server publik (gratis atau premium).</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Pertama, kita pastikan terlebih dahulu apakah IP address telah di assign didalam interface (eth) baik itu address secara fisik maupun secara virtual, dan berapa banyak IP address yang tersedia dengan perintah ifconfig. Jika belum, atau Anda ingin mempelajarinya bagaimana cara meng-assign IP address secara virtual sebaiknya Anda baca artikel saya yang lain yaitu <a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2007/02/19/mengenal-ip-static-dhcp-virtual-ip-virtual-dns-dan-routing-di-linux.html">Mengenal IP Static, DHCP, Virtual IP, Virtual DNS dan Routing di Linux</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, pastikan Anda sudah melakukan instalasi Squid proxy dengan benar dan berjalan dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga, jika Anda menggunakan teori skenario nomor 1 seperti diatas, Anda sudah terlebih dahulu menentukan IP address dan netmask jaringan client. Sedangkan untuk teori skenario nomor 2 Anda tidak perlu melakukannya. Disini saya tidak akan menjelaskan bagaimana menggunakan iptables firewall atau routing.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<h4>Berdasarkan ACL rules IP address client</h4>
<p style="text-align: justify;">Misalnya saja kita ketahui IP address client masing-masing adalah 192.168.1.0/24 dan 172.168.5.0/24. Sedangkan IP address yang terdapat di proxy server adalah 202.11.22.2, 203.33.44.3 dan 114.66.77.9. Port proxy yang ingin kita gunakan secara global adalah port 8081.</p>
<ul>
<li>Buka dan edit file squid.conf</li>
</ul>
<ul>
<li>Definisikan IP address dan port proxy</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em> </em></p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="bash bash" style="font-family:monospace;">http_port 202.11.22.2:<span style="color: #000000;">8081</span>
http_port 203.33.44.3:<span style="color: #000000;">8081</span>
http_port 114.66.77.9:<span style="color: #000000;">8081</span></pre></div></div>

<p><em></em></p>
<ul>
<li>Buatlah ACL client</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em> </em></p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="bash bash" style="font-family:monospace;">acl client1 src 192.168.1.0<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span><span style="color: #000000;">24</span>
acl client2 src 172.168.5.0<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span><span style="color: #000000;">24</span></pre></div></div>

<p><em></em></p>
<ul>
<li>Buat tujuan dari masing-masing ACL</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em> </em></p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="bash bash" style="font-family:monospace;">tcp_outgoing_address 202.11.22.2 client1
tcp_outgoing_address 203.33.44.3 client2
tcp_outgoing_address 114.66.77.9</pre></div></div>

<p><em></em></p>
<ul>
<li>Simpan file squid.conf dan restart squid</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em> </em></p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="bash bash" style="font-family:monospace;">squid <span style="color: #660033;">-k</span> reconfigure</pre></div></div>

<p><em></em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<h4>Berdasarkan ACL rules IP address proxy server</h4>
<p style="text-align: justify;">Misalnya saja IP address yang terdapat di proxy server adalah 202.11.22.2, 203.33.44.3 dan 114.66.77.9. Port proxy yang ingin kita gunakan secara global adalah port 8081.</p>
<ul>
<li>Buka dan edit file squid.conf</li>
</ul>
<ul>
<li>Definisikan IP address dan port proxy</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em> </em></p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="bash bash" style="font-family:monospace;">http_port 202.11.22.2:<span style="color: #000000;">8081</span>
http_port 203.33.44.3:<span style="color: #000000;">8081</span>
http_port 114.66.77.9:<span style="color: #000000;">8081</span></pre></div></div>

<p><em></em></p>
<ul>
<li>Buatlah ACL IP address proxy</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em> </em></p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="bash bash" style="font-family:monospace;">acl ip1 myip 202.11.22.2
acl ip2 myip 203.33.44.3
acl ip3 myip 114.66.77.9</pre></div></div>

<p><em></em></p>
<ul>
<li>Buat tujuan dari masing-masing ACL</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em> </em></p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="bash bash" style="font-family:monospace;">tcp_outgoing_address 202.11.22.2 ip1
tcp_outgoing_address 203.33.44.3 ip2
tcp_outgoing_address 114.66.77.9 ip3</pre></div></div>

<p><em></em></p>
<ul>
<li>Simpan file squid.conf dan restart squid</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em> </em></p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="bash bash" style="font-family:monospace;">squid <span style="color: #660033;">-k</span> reconfigure</pre></div></div>

<p><em></em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p>Untuk selengkapnya silahkan Anda kunjungi :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.squid-cache.org/Doc/config/acl/">http://www.squid-cache.org/Doc/config/acl/</a></li>
<li><a href="http://www.squid-cache.org/Doc/config/http_port/">http://www.squid-cache.org/Doc/config/http_port/</a></li>
<li><a href="http://www.squid-cache.org/Doc/config/tcp_outgoing_address/">http://www.squid-cache.org/Doc/config/tcp_outgoing_address/</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2009/06/26/squid-proxy-dengan-multiple-ip-address.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Re-RSS dengan SimplePie dan LibXML</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2009/06/11/re-rss-dengan-simplepie-dan-libxml.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2009/06/11/re-rss-dengan-simplepie-dan-libxml.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 12:23:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pemograman]]></category>

		<category><![CDATA[libxml]]></category>

		<category><![CDATA[limit]]></category>

		<category><![CDATA[re-rss]]></category>

		<category><![CDATA[rss]]></category>

		<category><![CDATA[rss feed]]></category>

		<category><![CDATA[simplepie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Jika sebelumnya Anda mungkin sering mendengar kalimat &#8220;repost&#8221; atau memposting kembali artikel yang sama, maka disini saya mencoba untuk melakukan re-RSS. Re-RSS yang saya maksud adalah, ketika kita menjumpai sebuah blog atau website yang menyediakan RSS subcribes dimana disana ditampilkan RSS item dari blog atau website tersebut, namun yang menjadi masalah, banyaknya item per RSS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft alignnone size-full wp-image-174" style="margin: 10px; float: left;" title="rss" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/06/rss.jpg" alt="" width="128" height="125" />Jika sebelumnya Anda mungkin sering mendengar kalimat &#8220;repost&#8221; atau memposting kembali artikel yang sama, maka disini saya mencoba untuk melakukan re-RSS. Re-RSS yang saya maksud adalah, ketika kita menjumpai sebuah blog atau website yang menyediakan RSS subcribes dimana disana ditampilkan RSS item dari blog atau website tersebut, namun yang menjadi masalah, banyaknya item per RSS subcribes dan panjangnya isi deskripsi membuat kita merasa kurang nyaman. Atau mungkin Anda adalah seorang developer yang berniat untuk membuat layanan RSS subcribes dengan fasilitas pembatasan banyak item per RSS dan panjang deskripsi.</p>
<p style="text-align: justify;">Disini saya tidak sedang mencoba untuk membuat layanan RSS subcribes, dimana saya berlangganan dengan RSS sebuah blog atau website lalu menampilkannya kembali kedalam HTML. Akan tetapi saya mencoba untuk berlangganan layanan RSS subcribes, menformatnya dalam batasan limit item, membatasi panjang deskripsi, kemudian mempublikasikannya ulang dalam format XML. Sehingga saya atau orang lain dapat berlangganan RSS dengan format yang telah saya buat dengan aplikasi lainnya (pihak ketiga). Itu lah yang saya maksud dengan re-RSS.</p>
<p><span id="more-173"></span></p>
<p>Analoginya saya singkat dalam 3 langkah :</p>
<ol>
<li>Menentukan RSS target.</li>
<li>Memformat RSS target.</li>
<li>Mempublikasikan ulang RSS yang telah terformat.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk mewujudkannya tentu kita memerlukan peralatan pendukung. Selain dari PHP, saya memerlukan <a href="http://www.simplepie.org" target="_blank">SimplePie</a> dan LibXML yang terintegrasi. Saya tidak akan menjelaskan apa itu SimplePie atau apa itu LibXML, itu adalah tugas Anda untuk mengetahuinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Oke, kita langsung saja, ya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :</p>
<p>1. Download <a href="http://www.simplepie.org/downloads" target="_blank">SimplePie class library</a>.</p>
<p>2. Buatlah sebuah file bernama rerss.php dan copy kode dibawah ini.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="php php" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//masukkan SimplePie Class library</span>
<span style="color: #b1b100;">include</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'simplepie.inc'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//value masukkan yang diharapkan, yaitu limit dan length dari URL</span>
<span style="color: #000088;">$limitItem</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #990000;">htmlentities</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #990000;">stripslashes</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$_GET</span><span style="color: #009900;">&#91;</span><span style="">'limit'</span><span style="color: #009900;">&#93;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
<span style="color: #000088;">$stringLength</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #990000;">htmlentities</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #990000;">stripslashes</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$_GET</span><span style="color: #009900;">&#91;</span><span style="">'length'</span><span style="color: #009900;">&#93;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//fungsi untuk memotong panjang karakter</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">function</span> shorten<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$string</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$length</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>
<span style="color: #009900;">&#123;</span>
    <span style="color: #000088;">$suffix</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="">'...'</span>;
    <span style="color: #000088;">$short_desc</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #990000;">trim</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #990000;">str_replace</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #990000;">array</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #0000ff;">&quot;<span style="color: #000099; font-weight: bold;">\r</span>&quot;</span><span style="color: #339933;">,</span><span style="color: #0000ff;">&quot;<span style="color: #000099; font-weight: bold;">\n</span>&quot;</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #0000ff;">&quot;<span style="color: #000099; font-weight: bold;">\t</span>&quot;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="">' '</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #990000;">strip_tags</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$string</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
    <span style="color: #000088;">$desc</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #990000;">trim</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #990000;">substr</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$short_desc</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color:#800080;">0</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$length</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
    <span style="color: #000088;">$lastchar</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #990000;">substr</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$desc</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #339933;">-</span><span style="color: #cc66cc;">1</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #cc66cc;">1</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
    <span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$lastchar</span> <span style="color: #339933;">==</span> <span style="">'.'</span> || <span style="color: #000088;">$lastchar</span> <span style="color: #339933;">==</span> <span style="">'!'</span> || <span style="color: #000088;">$lastchar</span> <span style="color: #339933;">==</span> <span style="">'?'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #000088;">$suffix</span><span style="color: #339933;">=</span><span style="">''</span>;
    <span style="color: #000088;">$desc</span> <span style="color: #339933;">.=</span> <span style="color: #000088;">$suffix</span>;
    <span style="color: #b1b100;">return</span> <span style="color: #000088;">$desc</span>;
<span style="color: #009900;">&#125;</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//panggil SimplePie Class</span>
<span style="color: #000088;">$feed</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">new</span> SimplePie<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
&nbsp;
<span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #339933;">!</span><span style="color: #990000;">empty</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$_GET</span><span style="color: #009900;">&#91;</span><span style="">'feed'</span><span style="color: #009900;">&#93;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>
<span style="color: #009900;">&#123;</span>
	<span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #990000;">get_magic_quotes_gpc</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>
	<span style="color: #009900;">&#123;</span>
               <span style="color: #666666; font-style: italic;">//value masukkan yang diharapkan, yaitu URL target</span>
		<span style="color: #000088;">$_GET</span><span style="color: #009900;">&#91;</span><span style="">'feed'</span><span style="color: #009900;">&#93;</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #990000;">htmlentities</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #990000;">stripslashes</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$_GET</span><span style="color: #009900;">&#91;</span><span style="">'feed'</span><span style="color: #009900;">&#93;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
	<span style="color: #009900;">&#125;</span>
&nbsp;
        <span style="color: #666666; font-style: italic;">//siapkan SimplePie</span>
	<span style="color: #000088;">$feed</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">set_feed_url</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$_GET</span><span style="color: #009900;">&#91;</span><span style="">'feed'</span><span style="color: #009900;">&#93;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
	<span style="color: #000088;">$feed</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">init</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
<span style="color: #009900;">&#125;</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//panggil Item RSS target dan hitung berapa banyak ?</span>
<span style="color: #000088;">$feed</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">handle_content_type</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
<span style="color: #000088;">$items</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000088;">$feed</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">get_items</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//panggil DomXML</span>
<span style="color: #000088;">$pDom</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">new</span> DOMDocument<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//katakan kepada browser type dan versi RSS        </span>
<span style="color: #000088;">$pRSS</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">createElement</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'rss'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
<span style="color: #000088;">$pRSS</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">setAttribute</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'version'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="">'2.0'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//buat root tree XML</span>
<span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">appendChild</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$pRSS</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//tambahkan tree &lt;channel&gt; dibawah root</span>
<span style="color: #000088;">$pChannel</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">createElement</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'channel'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
<span style="color: #000088;">$pRSS</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">appendChild</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$pChannel</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//dapatkan value dari judul, URL dan deskripsi RSS target</span>
<span style="color: #000088;">$pTitle</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">createElement</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'title'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$feed</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">get_title</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
<span style="color: #000088;">$pLink</span>  <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">createElement</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'link'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$feed</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">get_permalink</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
<span style="color: #000088;">$pDesc</span>  <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">createElement</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'description'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$feed</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">get_description</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
<span style="color: #000088;">$pLang</span>  <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">createElement</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'language'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="">'en'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//buat tree dari judul, URL dan deskripsi dibawah channel</span>
<span style="color: #000088;">$pChannel</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">appendChild</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$pTitle</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
<span style="color: #000088;">$pChannel</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">appendChild</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$pLink</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
<span style="color: #000088;">$pChannel</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">appendChild</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$pDesc</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
<span style="color: #000088;">$pChannel</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">appendChild</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$pLang</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//check type RSS URL target, jika benar ...</span>
<span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$feed</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">get_type</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">&amp;</span> SIMPLEPIE_TYPE_RSS_ALL<span style="color: #009900;">&#41;</span> ||
    <span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$feed</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">get_type</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">&amp;</span> SIMPLEPIE_TYPE_ATOM_ALL<span style="color: #009900;">&#41;</span> ||
    <span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$feed</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">get_type</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">&amp;</span> SIMPLEPIE_TYPE_ALL<span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>
<span style="color: #009900;">&#123;</span>
&nbsp;
    <span style="color: #666666; font-style: italic;">//batasi banyaknya item yang akan ditampilkan di XML sesuai dengan $limitItem</span>
    <span style="color: #000088;">$i</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color:#800080;">0</span>; <span style="color: #b1b100;">foreach</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$items</span> <span style="color: #b1b100;">as</span> <span style="color: #000088;">$item</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">:</span> <span style="color: #000088;">$i</span>++;
      <span style="color: #666666; font-style: italic;">//buat tree item dibawah channel</span>
      <span style="color: #000088;">$pItem</span>  <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">createElement</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'item'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
      <span style="color: #666666; font-style: italic;">//buat tree dari judul, URL dan deskripsi dibawah item</span>
      <span style="color: #000088;">$pTitle</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">createElement</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'title'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$item</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">get_title</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
      <span style="color: #000088;">$pLink</span>  <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">createElement</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'link'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$item</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">get_link</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
      <span style="color: #666666; font-style: italic;">//batasi panjang description sesuai dengan $stringLength</span>
      <span style="color: #000088;">$pDesc</span>  <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">createElement</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'description'</span><span style="color: #339933;">,</span> shorten<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$item</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">get_description</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$stringLength</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
      <span style="color: #666666; font-style: italic;">//dapatkan tanggal publikasi</span>
      <span style="color: #000088;">$pPubDate</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000088;">$item</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">get_item_tags</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">''</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="">'pubDate'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
      <span style="color: #000088;">$pPubD</span>  <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">createElement</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'pubDate'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$pPubDate</span><span style="color: #009900;">&#91;</span><span style="color:#800080;">0</span><span style="color: #009900;">&#93;</span><span style="color: #009900;">&#91;</span><span style="">'data'</span><span style="color: #009900;">&#93;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
&nbsp;
      <span style="color: #000088;">$pItem</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">appendChild</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$pTitle</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
      <span style="color: #000088;">$pItem</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">appendChild</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$pLink</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
      <span style="color: #000088;">$pItem</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">appendChild</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$pDesc</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
      <span style="color: #000088;">$pItem</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">appendChild</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$pPubD</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
&nbsp;
      <span style="color: #000088;">$pChannel</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">appendChild</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$pItem</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;    
&nbsp;
    <span style="color: #666666; font-style: italic;">//jila melewati batas $limiteItem, kemudian...</span>
    <span style="color: #b1b100;">if</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$i</span> <span style="color: #339933;">&gt;=</span> <span style="color: #000088;">$limitItem</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>
  <span style="color: #b1b100;">break</span>;
<span style="color: #b1b100;">endforeach</span>;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//jika bukan RSS</span>
<span style="color: #009900;">&#125;</span> <span style="color: #b1b100;">else</span> <span style="color: #009900;">&#123;</span> <span style="color: #990000;">die</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'Senyum donQ yank'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>; <span style="color: #009900;">&#125;</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//paksa browser dan katakan bahwa ini adalah file XML </span>
<span style="color: #990000;">header</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'Content-type: text/xml'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
<span style="color: #990000;">header</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'Pragma: public'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;        
<span style="color: #990000;">header</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'Cache-control: private'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
<span style="color: #990000;">header</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'Expires: -1'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">//eksekusi DomXML</span>
<span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">formatOutput</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">true</span>;
<span style="color: #990000;">echo</span> <span style="color: #000088;">$pDom</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">saveXML</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">.</span> <span style="color: #0000ff;">&quot;<span style="color: #000099; font-weight: bold;">\n</span>&quot;</span>;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span></pre></div></div>

<p style="text-align: justify;">3. Simpan file rerss.php bersama-sama dengan simplepie.inc dalam satu folder.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Buatlah sebuah folder bernama &#8220;cache&#8221; didalam folder yang sama, dan pastikan permission / baca tulis folder tersebut adalah milik apache atau webserver.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Eksekusi file rerss.php di browser dengan mengetikan (saya asumsikan di localhost dan file simplepie class beserta rerss.php berada di folder bernama &#8220;simplepie&#8221; ) :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><center><em>http://localhost/simplepie/rerss.php?feed=domaintujuan.com/feed/rss&amp;limit=5&amp;length=50</em></center></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Yang artinya, item yang ingin saya tampilkan adalah 5 item, sedangkan panjang karakter deskripsi adalah 50 karakter dengan alamat feed target adalah domaintujuan.com/feed/rss.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama kali load memang terasa berat, namun setelah cache terbentuk (default umur cache 30 menit), akan terasa ringan. Skrip diatas bisa juga Anda kombinasikan dengan cronjob. Saya tunggu komeng-komeng dari kawan-kawan.</p>
<p>Untuk selengkapnya silahkan Anda kunjungi :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.talkphp.com/general/1234-creating-rss-documents-dom-api.html" target="_blank">Creating RSS documents with the DOM API</a></li>
<li><a href="http://id.php.net/manual/en/class.domdocument.php" target="_blank">PHP DOMDocument</a></li>
<li><a href="http://www.simplepie.org">SimplePie</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2009/06/11/re-rss-dengan-simplepie-dan-libxml.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Corporate Template CSS Drop Down Menu</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/css/2009/06/01/corporate-template-css-drop-down-menu.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/css/2009/06/01/corporate-template-css-drop-down-menu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 17:04:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[CSS]]></category>

		<category><![CDATA[Corporate Template]]></category>

		<category><![CDATA[CSS Drop Down Menu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Green Menu


Blue Menu

Download : Corporate Template CSS Drop Down Menu (78.43 KB)
Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :
Wordpress Drop Down Menu dengan WP Menu Creator
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Green Menu</h2>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-170" title="corporate-green-css-menu-belt" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/06/corporate-green-css-menu-belt.jpg" alt="" width="444" height="213" /></p>
<p><span id="more-169"></span></p>
<h2>Blue Menu</h2>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-172" title="corporate-blue-css-menu-belt" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/06/corporate-blue-css-menu-belt.jpg" alt="" width="444" height="213" /></p>
<p><strong>Download :</strong> <a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/download/corporate.zip" title="Downloaded 89 times" >Corporate Template CSS Drop Down Menu (78.43 KB)</a></p>
<p>Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<p><a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2009/05/31/wordpress-drop-down-menu-dengan-wp-menu-creator.html">Wordpress Drop Down Menu dengan WP Menu Creator</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/css/2009/06/01/corporate-template-css-drop-down-menu.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wordpress Drop Down Menu dengan WP Menu Creator</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2009/05/31/wordpress-drop-down-menu-dengan-wp-menu-creator.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2009/05/31/wordpress-drop-down-menu-dengan-wp-menu-creator.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 02:23:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<category><![CDATA[drop down menu]]></category>

		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<category><![CDATA[wp menu creator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seorang developer web yang menggunakan Wordpress (selain Joomla) sebagai backend, tentu Anda pernah berkeinginan menambahkan atau memperindah tampilan website calon atau pelanggan Anda menggunakan menu navigasi dropdown dibawah header secara horisontal. Yang ketika Anda arahkan mouse Anda ke menu navigasi, maka akan memunculkan beberapa rangkaian sub menu dibawahnya dan ketika Anda jauhkan mouse Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang developer web yang menggunakan Wordpress (selain Joomla) sebagai backend, tentu Anda pernah berkeinginan menambahkan atau memperindah tampilan website calon atau pelanggan Anda menggunakan menu navigasi dropdown dibawah header secara horisontal. Yang ketika Anda arahkan mouse Anda ke menu navigasi, maka akan memunculkan beberapa rangkaian sub menu dibawahnya dan ketika Anda jauhkan mouse Anda maka menu tersebut akan kembali ke semula.  Seperti yang ditampilkan oleh gambar dibawah ini, tampaknya indah dan menarik, bukan?</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-154 aligncenter" title="drop-down-menu" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/05/drop-down-menu.jpg" alt="" width="400" height="198" /></p>
<p style="text-align: center;">Wordpress Drop Down Menu</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-153"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Menu yang ditampilkan diatas murni menggunakan CSS (Cascading Style Sheet) dan <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/wp-menu-creator/" target="_blank">WP Menu Creator plugin</a> dari <a href="http://www.ultimateidx.com/menu-manager/" target="_blank">UltimateIDX</a>. Menu diatas tidak hanya terbatas pada kategori, halaman atau blogroll, seperti pada  <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/ryans-suckerfish-wordpress-dropdown-menu/" target="_blank">Suckerfish Drop Down Menu plugin</a>, namun tautan link apa saja bisa Anda masukkan kedalamnya. Disini saya mencoba untuk berkreasi menggunakan Default template-nya Wordpress 2.7. Untuk setiap template memerlukan perlakuan khusus, dikarenakan setiap template menggunakan CSS desain yang berbeda. Jadi, jangan harap untuk CSS menu di Default template dapat di gunakan di template lain. Namun jangan khawatir, saya akan mencoba membuat kategori gallery khusus untuk CSS menu per template yang menggunakan WP Menu Creator plugin, link-nya bisa Anda dapatkan di akhir dari artikel ini. Termasuk instruksi cara menggunakannya yang saya jadikan satu didalam format terkompresi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya tanpa maksud berlama-lama, saya anjurkan Anda terlebih dahulu memahami dasar-dasar internet, PHP, HTML, CSS, URL dan Wordpress agar tidak mengalami kebingungan tiada henti. Kemudian menu ini hanya bisa ditambahkan jika Anda mempunyai kontrol langsung ke file template dan hosting. Penyedia jasa blog gratis wordpress tidak menyediakan fasilitas ini, kecuali Anda adalah pelanggan berbayar. Langsung saja berikut adalah langkah-langkahnya :</p>
<p style="text-align: justify;">1.   Download <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/wp-menu-creator/" target="_blank">WP Menu Creator plugin</a>, ekstrak di lokal, upload, lalu aktifkan pluginnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">2.   Download file CSS menu dan file javascript pendukung dari template yang sesuai dengan template Anda. Bisa Anda <a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/category/css" target="_self">lihat di sini</a>. Ekstrak zip file tersebut sehingga nantinya akan muncul folder &#8220;menu-css&#8221;. Upload  atau tempatkanlah folder &#8220;menu-css&#8221; kedalam folder yang sama dengan template Anda.  File pendukung menu.js yang dikutsertakan hanya untuk menampilkan CSS menu di IE (Internet Explorer).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">3.   Dari Dashboard, arahkan kursor mouse ke Tools lalu klik dan pilih WP Menu Menu Manager.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">4.   Pada isian &#8220;<strong>Add New Menu</strong>&#8221; di box &#8220;<strong>Menu Title</strong>&#8221; isikan, contoh nama menunya &#8220;Top Navigation.&#8221; Lalu klik tombol Create Menu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-155 aligncenter" title="add-new-menu" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/05/add-new-menu.jpg" alt="" width="454" height="144" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">5.   Sehingga akan muncul seperti dibawah ini dan catat atau ingat nomor ID yang muncul pada sebelah kiri.  Klik link judul &#8220;Top Navigation&#8221;.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-156 aligncenter" title="menu-item" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/05/menu-item.jpg" alt="" width="500" height="74" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">6. Pada isian &#8220;Top Navigation&#8221;, isikan di kotak &#8220;<strong>Title</strong>&#8221; misalnya &#8220;Home&#8221;, kemudian pada &#8220;<strong>Type</strong>&#8221; pilih &#8220;External Link&#8221;, pada &#8220;<strong>Value</strong>&#8221; isikan full path URL yang ingin Anda tuju misalnya &#8220;http://www.domainAnda.com/&#8221;. Disini karena saya menggunakan localhost, maka saya isikan &#8220;http://localhost/blog&#8221; sebagai penanda &#8220;Home&#8221;. Pada &#8220;<strong>Parent</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Order</strong>&#8220;, karena ini adalah menu yang pertama, isikan saja dengan angka &#8220;0&#8243;. Jika sudah klik tombol &#8220;Create Menu Item&#8221;.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-158 aligncenter" title="menu-add-item" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/05/menu-add-item.jpg" alt="" width="450" height="344" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p>Sehingga akan muncul seperti dibawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-159" title="item_success" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/05/item_success.jpg" alt="" width="450" height="63" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">7.  Setelah itu buatlah menu kedua, misalnya saya ingin menambahkan menu &#8220;Apa aja deh&#8221; yang dibawahnya nanti akan saya tambahkan sub menu dari 2 link target yang berbeda. Pada isian &#8220;Top Navigation&#8221;, isikan di kotak &#8220;<strong>Title</strong>&#8221; misalnya &#8220;Apa aja deh&#8221;, kemudian pada &#8220;<strong>Type</strong>&#8221; pilih &#8220;External Link&#8221;, pada &#8220;<strong>Value</strong>&#8221; isikan dengan &#8220;javascript: void(0);&#8221; karena kita akan membuat link ini tidak dapat diklik (sebagai root menu). Biarkan isian &#8220;<strong>Parent</strong>&#8221; dikosongkan sedangkan pada &#8220;<strong>Order</strong>&#8221; isikan dengan angka &#8220;0&#8243;. Jika sudah klik tombol &#8220;Create Menu Item&#8221;. Dan perhatikan &#8220;<strong>ID</strong>&#8221; disebelah kiri &#8220;<strong>Link Name</strong>&#8220;. &#8220;<strong>ID</strong>&#8221; yang muncul tersebut adalah ID Parent menu atau ID induk dari sub menu dibawahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">8.  Sekarang kita buat sebuah sub menu baru dibawah menu &#8220;Apa aja deh&#8221; tadi. Seperti biasa, isikan pada kotak &#8220;<strong>Title</strong>&#8221; misalnya kita ingin menampilkan arsip dari kategori &#8220;Artikel&#8221; dengan alamat URL permalink &#8220;http://www.domainAnda.com/category/artikel&#8221;, maka kita isi dengan &#8220;Kumpulan Artikel&#8221;. Lalu pada &#8220;<strong>Type</strong>&#8221; pilih &#8220;External Link&#8221;, pada &#8220;<strong>Value</strong>&#8221; isikan dengan &#8220;http://www.domainAnda.com/category/artikel&#8221; sesuai dengan URL permalink yang kita miliki. Pada isian &#8220;<strong>Parent</strong>&#8221; isikan dengan &#8220;<strong>ID</strong>&#8221; dari item &#8220;Apa aja deh&#8221; tadi sedangkan pada &#8220;<strong>Order</strong>&#8221; isikan dengan angka &#8220;0&#8243;. Jika sudah klik tombol &#8220;Create Menu Item&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">9. Selanjutnya kita akan membuat sub menu kedua. Lakukan seperti pada langkah nomor 8 diatas, ganti &#8220;<strong>Title</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Value</strong>&#8221; sesuai dengan menu yang Anda inginkan, sedangkan pada &#8220;<strong>Parent</strong>&#8221; tetap isikan dengan &#8220;<strong>ID</strong>&#8221; item milik &#8220;Apa aja deh&#8221;, sama seperti isian ID menu pada nomor 8 diatas. Kecuali pada &#8220;<strong>Order</strong>&#8220;, isikan dengan angka &#8220;1&#8243;. Jika sudah klik tombol &#8220;Create Menu Item&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">10. Lakukan hal tersebut diatas jika ingin menambahkan menu baru. Jika tidak ada lagi menu yang kita buat, sekarang kita sudah menyelesaikan tahap pembuatan menu dari sisi Plugin atau menu Administrasi.  Sekarang saatnya kita tampilkan menu dropdown tersebut dari template kita. Pertama, catat nomor &#8220;ID&#8221; yang muncul ketika Anda melakukan langkah nomor 5. Misalnya ID yang didapat adalah angka &#8220;1&#8243;.</p>
<p style="text-align: justify;">11. Buka file header template Anda, misalnya, karena disini saya menggunakan contoh menggunakan Default template bawaan asli Wordpress, maka file tersebut bernama &#8220;header.php&#8221;. Pastikan Anda sudah melakukan seperti pada langkah nomor 2. Disini kita akan menambahkan 2 kode baru kedalamnya, yaitu memanggil file CSS pendukung dari folder &#8220;menu-css&#8221; dan memanggil fungsi dari WP Menu Creator plugin dengan syntax : &lt;?php displayMenu(ItemID, Level); ?&gt;.  Sebagai contoh pada file header.php, cari dan tambahkan dibawah :</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text text" style="font-family:monospace;">&lt;link rel=&quot;stylesheet&quot; href=&quot;&lt;?php bloginfo('stylesheet_url'); ?&gt;&quot; type=&quot;text/css&quot; media=&quot;screen&quot; /&gt;</pre></div></div>

<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">dengan :</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text text" style="font-family:monospace;">&lt;link rel=&quot;stylesheet&quot; href=&quot;&lt;?php bloginfo('stylesheet_directory'); ?&gt;
/menu-css/menu-blue-belt.css&quot; type=&quot;text/css&quot; media=&quot;screen&quot; /&gt;</pre></div></div>

<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kemudian, tambahkan dibawah :</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text text" style="font-family:monospace;">&lt;h1&gt;&lt;a href=&quot;&lt;?php echo get_option('home'); ?&gt;&quot;&gt;&lt;?php bloginfo('name'); ?&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div class=&quot;description&quot;&gt;&lt;?php bloginfo('description'); ?&gt;&lt;/div&gt;</pre></div></div>

<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">dengan :</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text text" style="font-family:monospace;">  &lt;div id=&quot;wrapper&quot;&gt;
    &lt;div id=&quot;nav&quot;&gt;
      &lt;ul&gt;
        &lt;?php displayMenu(1,2); ?&gt;
      &lt;/ul&gt;
    &lt;/div&gt;
  &lt;/div&gt;</pre></div></div>

<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">12. Buka file &#8220;functions.php&#8221; dan didalam kode PHP tambahkan lalu simpan, dengan :</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text text" style="font-family:monospace;">wp_enqueue_script(’jquery’);
wp_enqueue_script(’menu’, get_bloginfo(’template_directory’).’/menu-css/menu.js’, ‘jquery’, ‘1.0');</pre></div></div>

<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">13. Selesai sudah, kita telah berhasil membuat dropdown menu menggunakan CSS dan WP Menu Creator plugin. Jika masih mengalami kebingungan, silahkan <a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/web/css/2009/05/31/default-template-css-drop-down-menu.html">download CSS Default templatenya disini</a>. Ketika artikel ini dibuat, saya baru membuat 2 buah CSS drop down menu untuk 2 buah template yang bisa Anda <a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/category/css">lihat disini</a> dan telah di coba di browser IE6, Mozilla Firefox, Opera dan Netscape Navigator dengan sukses.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Update :</b></p>
<p style="text-align: justify;">Karena kesalahan konfigurasi mengakibatkan link dan category di blog ini tidak dapat ditampilkan, namun sekarang sudah diperbaiki, maaf atas ketidaknyamanan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya, silahkan teman-teman request nama template Wordpress apa yang ingin dibuatkan CSS drop down menunya. Jika template tersebut tidak terdapat di internet, silahkan upload ke penyedia jasa uploading file, kemudian pastekan link nya di comment blog saya dibawah ini. Tapi, saya tidak bisa janji untuk bisa dengan cepat menyelesaikan atau janji untuk membuatnya, karena saya juga bekerja. Terima kasih ya sudah berkunjung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2009/05/31/wordpress-drop-down-menu-dengan-wp-menu-creator.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Default Template CSS Drop Down Menu</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/css/2009/05/31/default-template-css-drop-down-menu.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/css/2009/05/31/default-template-css-drop-down-menu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 02:19:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[CSS]]></category>

		<category><![CDATA[CSS Drop Down Menu]]></category>

		<category><![CDATA[Default Template]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Blue Menu




Green Menu



Red Menu



Download : Default Template CSS Drop Down Menu (230.95 KB)
Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :
Wordpress Drop Down Menu dengan WP Menu Creator
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Blue Menu</h2>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-160" title="blue-css-menu-top" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/06/blue-css-menu-top.jpg" alt="" width="391" height="36" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-161" title="blue-css-menu-sub" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/06/blue-css-menu-sub.jpg" alt="" width="462" height="178" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-162" title="blue-css-menu-belt" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/06/blue-css-menu-belt.jpg" alt="" width="462" height="178" /></p>
<p><span id="more-157"></span></p>
<h2>Green Menu</h2>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-163" title="green-css-menu-top" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/06/green-css-menu-top.jpg" alt="" width="391" height="36" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-164" title="green-css-menu-sub" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/06/green-css-menu-sub.jpg" alt="" width="462" height="178" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-165" title="green-css-menu-belt" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/06/green-css-menu-belt.jpg" alt="" width="462" height="178" /></p>
<h2>Red Menu</h2>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-166" title="red-css-menu-top" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/06/red-css-menu-top.jpg" alt="" width="391" height="36" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-167" title="red-css-menu-sub" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/06/red-css-menu-sub.jpg" alt="" width="462" height="178" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-168" title="red-css-menu-belt" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/06/red-css-menu-belt.jpg" alt="" width="461" height="178" /></p>
<p><strong>Download :</strong> <a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/download/default.zip" title="Downloaded 225 times" >Default Template CSS Drop Down Menu (230.95 KB)</a></p>
<p>Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<p><a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2009/05/31/wordpress-drop-down-menu-dengan-wp-menu-creator.html">Wordpress Drop Down Menu dengan WP Menu Creator</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/css/2009/05/31/default-template-css-drop-down-menu.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>UNetbootin : Membuat Linux Bootable di Flashdisk atau Memory Card</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2009/02/20/unetbootin-membuat-linux-bootable-di-flashdisk-atau-memory-card.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2009/02/20/unetbootin-membuat-linux-bootable-di-flashdisk-atau-memory-card.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 08:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[flashdisk]]></category>

		<category><![CDATA[Linux bootable]]></category>

		<category><![CDATA[Netbootin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Rekan-rekan mungkin pernah tahu dengan pendrivelinux.com ? Yaitu sebuah situs penyedia utility dan artikel bagaimana cara membuat sebuah Linux dapat di boot dari sebuah flashdisk. Selama BIOS motherboard mendukung untuk dapat melakukan boot dari USB interface.
Begitu juga dengan distro Mandriva yang mendistribusikan Mandriva didalam flashdisk. Ditambah lagi dengan distro lain seperti Billix, Biopuppy, DAVIX, Damn [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft alignnone size-full wp-image-139" style="margin: 5px; float: left;" title="flashdisk-linux-boot" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/02/flashdisk-linux-boot.jpg" alt="" width="100" height="114" />Rekan-rekan mungkin pernah tahu dengan <a href="pendrivelinux.com" target="_blank">pendrivelinux.com</a> ? Yaitu sebuah situs penyedia utility dan artikel bagaimana cara membuat sebuah Linux dapat di boot dari sebuah flashdisk. Selama BIOS motherboard mendukung untuk dapat melakukan boot dari USB interface.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu juga dengan distro Mandriva yang mendistribusikan Mandriva didalam flashdisk. Ditambah lagi dengan distro lain seperti Billix, Biopuppy, DAVIX, Damn Small Linux, Granular Linux, Knopperdisk, Live USB, MCNLive, NimbleX, PCLinuxOS, Puppy Linux, RUNT Linux, SLAX, Sidux, SliTaz GNU/Linux.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-135"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin pada sebagian orang menggunakan utility dan artikel dari pendrivelinux.com cukup mudah, akan tetapi untuk pengguna awam seperti saya tidaklah mencukupi. Untuk itu, saya ingin berbagi sumber bagaimana membuat Linux bootable dari flashdisk menggunakan aplikasi yang berjalan secara GUI (Graphical User Interface), baik itu diatas Linux sendiri atau diatas MS Windows. Paling tidak aplikasi ini dapat menambah daftar referensi Anda yang sudah ada. Aplikasi yang saya maksud tersebut adalah <a href="http://unetbootin.sourceforge.net/" target="_blank">UNetbootin</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah daftar distro yang berhasil dibuat bootable menggunakan UNetbootin :</p>
<ul>
<li>Ubuntu (dan turunannya)</li>
<li>Debian</li>
<li>Linux Mint</li>
<li>openSUSE</li>
<li>Sabayon Linux</li>
<li>Arch Linux</li>
<li>Damn Small Linux</li>
<li>SliTaz</li>
<li>Puppy Linux</li>
<li>FreeBSD</li>
<li>NetBSD</li>
<li>Fedora</li>
<li>PCLinuxOS</li>
<li>Gentoo</li>
<li>Zenwalk</li>
<li>Slax</li>
<li>Dreamlinux</li>
<li>Elive</li>
<li>CentOS</li>
<li>Mandriva</li>
<li>FaunOS</li>
<li>Frugalware Linux</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">System requirement yang diminta pun tidak sulit, yaitu :</p>
<ol>
<li>MS Windows 2000/XP/Vista, atau Linux.</li>
<li>Koneksi internet, jika Anda berencana untuk mendownload file .iso distro Linux yang Anda inginkan. Jika Anda tidak mempunyai koneksi, diharapkan Anda menyediakan file ISO atau CD/DVD Linux yang sudah Anda jadikan file ISO menggunakan aplikasi seperti MakeISO.</li>
<li>mtools dan p7zip-full untuk Linux, atau WinRAR untuk MS Windows.</li>
<li>1 buah USB Flashdisk atau Memory Card berukuran 1Gb atau lebih.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Berikut tampilan aplikasi UNetbootin :</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-full wp-image-140" title="screenshot-unetbootin" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/02/screenshot-unetbootin.jpg" alt="" width="300" height="219" /> <img class="alignnone size-full wp-image-142" title="screenshot-windows" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/02/screenshot-windows.jpg" alt="" width="300" height="220" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah video presentasi UNetbootin yang di rilis oleh <a href="http://www.linuxjournal.com/video/creating-bootable-usb-install-drives-unetbootin" target="_blank">LinuxJournal.com</a> :</p>
<p style="text-align: justify;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="640" height="510" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://blip.tv/play/gsAQ7bYPh_9f" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="640" height="510" src="http://blip.tv/play/gsAQ7bYPh_9f"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba!</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk selengkapnya silahkan Anda kunjungi :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.pendrivelinux.com" target="_blank">PendriveLinux</a></li>
<li><a href="http://unetbootin.sourceforge.net" target="_blank">UNetbootin</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Category:USB-bootable_Linux_distributions" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Category:USB-bootable_Linux_distributions</a></li>
<li><a href="http://www.linuxjournal.com/video/creating-bootable-usb-install-drives-unetbootin" target="_blank">http://www.linuxjournal.com/video/creating-bootable-usb-install-drives-unetbootin</a></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2009/02/20/unetbootin-membuat-linux-bootable-di-flashdisk-atau-memory-card.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Komputer Virtual</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/operating-system/2009/02/11/aplikasi-komputer-virtual.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/operating-system/2009/02/11/aplikasi-komputer-virtual.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 05:32:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Operating System]]></category>

		<category><![CDATA[virtualbox]]></category>

		<category><![CDATA[virtualpc]]></category>

		<category><![CDATA[vmware]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang teknis, saya memerlukan beberapa aplikasi untuk membantu mencoba sesuatu sebelum diaplikasikan di lapangan. Atau paling tidak, saya dapat menggunakan sebuah media virtual sebagai sarana belajar. Nah, yang saya maksud disini adalah, atau mungkin Anda mengalami kasus serupa, dimana saya hanya mempunyai 1 atau 2 komputer saja, padahal saya ingin mencoba banyak operating system [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignright alignnone size-full wp-image-130" style="margin: 5px; float: right;" title="virtual-cube" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/02/virtual-cube.jpg" alt="" width="100" height="100" />Sebagai orang teknis, saya memerlukan beberapa aplikasi untuk membantu mencoba sesuatu sebelum diaplikasikan di lapangan. Atau paling tidak, saya dapat menggunakan sebuah media virtual sebagai sarana belajar. Nah, yang saya maksud disini adalah, atau mungkin Anda mengalami kasus serupa, dimana saya hanya mempunyai 1 atau 2 komputer saja, padahal saya ingin mencoba banyak operating system (OS), tanpa harus melakukan penginstallan secara langsung ke atas partisi harddisk dan data-data saya tetap aman.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sungguh beruntung dapat menemukan solusi untuk itu semua dan menggunakan beberapa aplikasi virtualisasi, sehingga saya dapat memasukkan banyak OS kedalamnya, tergantung besar kapasitas harddisk dan RAM tentunya, tanpa mengganggu partisi dan OS yang ada didalam komputer saya serta saya tidak perlu membayar biaya listrik terlalu banyak.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-129"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah pilihan beberapa aplikasi komputer virtual yang pernah saya gunakan :</p>
<p><strong>VirtualBox</strong> : <a href="http://www.virtualbox.org" target="_blank">http://www.virtualbox.org</a><br />
Semula VirtualBox dibangun oleh Innotek, dan akhirnya diakuisisi oleh Sun Microsystem. Sedangkan Innotek sendiri termasuk perusahaan yang mensupply aplikasi tambahan untuk MS VirtualPC. VirtualBox dapat dijalankan diatas Windows, Linux, Macintosh dan OpenSolaris.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-131 aligncenter" title="virtualbox" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/02/virtualbox.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: center;">Gambar VirtualBox</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Microsoft VirtualPC</strong> : <a href="http://www.microsoft.com/windows/downloads/virtualpc/default.mspx" target="_blank">http://www.microsoft.com/windows/downloads/virtualpc/default.mspx</a><br />
Semula dikembangkan oleh Connectix hingga akhirnya diakuisisi oleh Microsoft. Versi terakhir VirtualPC adalah versi 2007. Aplikasi ini termasuk aplikasi virtualisasi diatas PC, namun saya tidak menggunakannya lagi dikarenakan aplikasi ini dihentikan pengembangannya oleh Microsoft.Namun jika Anda penasaran, tidak ada salahnya Anda mencobanya sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-132 aligncenter" title="virtualpc" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/02/virtualpc.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: center;">Gambar Virtual PC</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>VMWare Player</strong> : <a href="http://www.vmware.com/products/player" target="_blank">http://www.vmware.com/products/player</a><br />
Aplikasi virtualisasi ini tidak dapat berjalan sendiri, Anda memerlukan <a href="http://bellard.org/qemu/" target="_blank">QEMU,</a> sebuah program prosesor virtual. Saya tidak menggunakannya lagi, karena memakan waktu cukup lama dan merepotkan untuk melakukan konfigurasi ketika menambahkan OS baru kedalamnya. Solusi lainnya dalam menggunakan VMWare adalah Anda diharuskan untuk membeli aplikasi VMWare agar dapat membuat virtual machine tanpa harus menginstall <a href="http://bellard.org/qemu/" target="_blank">QEMU</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-133 aligncenter" title="vmware-player" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2009/02/vmware-player.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: center;">Gambar VMWare Player</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/operating-system/2009/02/11/aplikasi-komputer-virtual.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wildcard Domain di cPanel / WHM</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/12/22/wildcard-domain-di-cpanel-whm.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/12/22/wildcard-domain-di-cpanel-whm.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 00:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<category><![CDATA[Cpanel]]></category>

		<category><![CDATA[WHM]]></category>

		<category><![CDATA[Wildcard DNS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Ingin menginstall MU-WP (Multiuser Wordpress) di hosting yang menggunakan cPanel atau WHM, namun tidak punya akses ssh/telnet atau DNS Zone editor untuk menambahkan tanda bintang/asterix/wildcard domain didalamnya ?
Simak dulu solusi dari David Grega, Sales Support di cPanel.
&#8220;cPanel/WHM now natively supports wildcard subdomains. If you are using the x3 theme, simply go to add a subdomain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft alignnone size-full wp-image-126" style="float: left;" title="cpanel_logo" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/12/cpanel_logo.gif" alt="" width="119" height="120" />Ingin menginstall MU-WP (Multiuser Wordpress) di hosting yang menggunakan cPanel atau WHM, namun tidak punya akses ssh/telnet atau DNS Zone editor untuk menambahkan tanda bintang/asterix/wildcard domain didalamnya ?</p>
<p style="text-align: justify;">Simak dulu solusi dari David Grega, Sales Support di cPanel.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>&#8220;cPanel/WHM now natively supports wildcard subdomains. If you are using the x3 theme, simply go to add a subdomain as you normally would. However, instead of typing a name for your subdomain, simply type *</strong></em></p>
<p><strong><em>This will not work on older themes such as x and x2.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-125"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Yang artinya Anda bisa menggunakan atau menambahkan tanda bintang/asterix/wildcard di belakang domain atau di belakang subdomain Anda, yang nantinya bisa Anda arahkan ke subdirectory dibawah directory public. Dan Anda tidak perlu akses ssh/telnet ataupun vhost/httpd/apache editor. Asalkan menggunakan x3 themes di cPanel/WHM Anda. Jika belum, mintalah kepada support webhosting Anda berada.</p>
<p>Contoh wildcard : *.domain.com *.sub.domain.com</p>
<p>Semoga sukses.</p>
<p>Untuk selengkapnya silahkan Anda kunjungi :</p>
<p><a href="http://www.cpanelconfig.com/how-to/setting-up-wildcard-dns-subdomains-on-cpanel/" target="_blank">http://www.cpanelconfig.com/how-to/setting-up-wildcard-dns-subdomains-on-cpanel/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/12/22/wildcard-domain-di-cpanel-whm.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Monitoring Traffic Bandwidth dan Device</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2008/12/06/aplikasi-monitoring-traffic-bandwidth-dan-device.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2008/12/06/aplikasi-monitoring-traffic-bandwidth-dan-device.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 14:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<category><![CDATA[bandwidth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Pusing memonitor penggunaan bandwith di jaringan kantor? Anda tidak sendiri, terkadang saya pun dulu sempat mengalami hal demikian. Tapi setelah menerapkan monitoring, akhirnya dengan mudah saya dapat memonitor dan menjadi tahu, misalnya komputer mana yang mengalami gangguan spyware yang selalu mengupdate dirinya sendiri secara terus menerus, atau nakalnya rekan sekantor dalam penggunaaan bandwith (tidak mesti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-full wp-image-124" style="float: right;" title="icon_bandwidth" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/12/icon_bandwidth.gif" alt="" width="83" height="50" />Pusing memonitor penggunaan bandwith di jaringan kantor? Anda tidak sendiri, terkadang saya pun dulu sempat mengalami hal demikian. Tapi setelah menerapkan monitoring, akhirnya dengan mudah saya dapat memonitor dan menjadi tahu, misalnya komputer mana yang mengalami gangguan spyware yang selalu mengupdate dirinya sendiri secara terus menerus, atau nakalnya rekan sekantor dalam penggunaaan bandwith (tidak mesti bandwith internet), misalnya penggunaan spool printer request secara berlebihan yang mengakibatkan jaringan menjadi penuh. Namun tidak terbatas itu saja, Anda juga bisa mengontrol dan memonitor penggunaan load device di jaringan, asalkan support SNMP protokol.</p>
<p><span id="more-118"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut aplikasi monitoring jaringan berbasis web base yang dapat Anda pasang di komputer utama, komputer gateway jaringan, atau dari salah satu komputer khusus monitoring. Masing-masing dari aplikasi tersebut menggunakan <a href="http://oss.oetiker.ch/rrdtool/" target="_blank">rrdtool</a> untuk menampilkan graphis, kecuali BandwitdthD<img src="file:///C:/DOCUME~1/ANAKJA~1/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /><img src="file:///C:/DOCUME~1/ANAKJA~1/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" />.</p>
<p><strong>BandwitdthD :</strong> <a href="http://bandwidthd.sourceforge.net/" target="_blank">http://bandwidthd.sourceforge.net/</a></p>
<p><img class="alignnone size-full" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/12/bandwitdhd.jpg" alt="" width="300" height="213" /></p>
<p><strong>Cacti :</strong> <a href="http://www.cacti.net/" target="_blank">http://www.cacti.net/</a></p>
<p><img class="alignnone size-full" title="cacti" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/12/cacti.jpg" alt="" width="288" height="256" /></p>
<p><strong>Centreon :</strong> <a href="http://www.centreon.com/" target="_blank">http://www.centreon.com/</a></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-122" title="Centreon" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/12/oreondatastorage_graphsbyhosts.png" alt="" width="300" height="204" /></p>
<p><strong>Observer :</strong> <a href="http://www.project-observer.org" target="_blank">http://www.project-observer.org</a></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-123" title="observer" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/12/observer.png" alt="" width="300" height="207" /></p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata tidak itu saja, monitoring device dapat dilakukan seperti pada monitoring temperatur Thermostat di Indoor / Outdoor yang bisa Anda lihat di <a href="http://www.anders.com/projects/thermostat-graph/" target="_blank">http://www.anders.com/projects/thermostat-graph/</a> menggunakan rrdtool.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk selengkapnya silahkan Anda kunjungi :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://oss.oetiker.ch/rrdtool/rrdworld/index.en.html" target="_blank">http://oss.oetiker.ch/rrdtool/rrdworld/index.en.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2008/12/06/aplikasi-monitoring-traffic-bandwidth-dan-device.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>DIMP : Horde IMP Webmail berbasis PHP plus AJAX</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/11/25/dimp-horde-imp-webmail-berbasis-php-plus-ajax.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/11/25/dimp-horde-imp-webmail-berbasis-php-plus-ajax.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 13:27:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<category><![CDATA[ajax]]></category>

		<category><![CDATA[dimp]]></category>

		<category><![CDATA[horde]]></category>

		<category><![CDATA[roundcube]]></category>

		<category><![CDATA[webmail]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menjadi developer IMP, webmail berbasis PHP selama 8 tahun lebih, Horde bekerja sama dengan  Portugal Telecom&#8217;s SAPO division melepaskan ke publik versi terbaru DIMP (Dynamic IMP) dengan kode DIMP H3. DIMP adalah aplikasi PHP webmail yang dikawinkan dengan AJAX. Ketika Anda menjalankannya pertama kali dengan Silver themes, mungkin sekilas tampak &#8220;seperti&#8221; Yahoo! Mail [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah menjadi developer IMP, webmail berbasis PHP selama 8 tahun lebih, <a href="http://www.horde.org" target="_blank">Horde</a> bekerja sama dengan  <a href="http://softwarelivre.sapo.pt/" target="_blank">Portugal Telecom&#8217;s SAPO division</a> melepaskan ke publik versi terbaru <a href="http://www.horde.org/dimp/" target="_blank">DIMP</a> (Dynamic IMP) dengan kode DIMP H3. DIMP adalah aplikasi PHP webmail yang dikawinkan dengan AJAX. Ketika Anda menjalankannya pertama kali dengan Silver themes, mungkin sekilas tampak &#8220;seperti&#8221; Yahoo! Mail Beta.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut tampilan dari DIMP dengan Silver themes.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-117 aligncenter" title="Dimp" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/11/344.png" alt="" width="400" height="239" /></p>
<p style="text-align: center;">DIMP (Dynamic IMP)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span id="more-116"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun Roundcube webmail juga sama-sama berbasis AJAX, apa salahnya untuk mencoba DIMP sebagai webmail kantor Anda agar tetap betah ber-email ria. Namun tetap harus diingat, untuk instalasi DIMP tetap memerlukan Horde Framework versi 3.2+ dan IMP versi 4.2+.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk selengkapnya silahkan Anda kunjungi :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.horde.org/dimp/" target="_blank">http://www.horde.org/dimp/</a></li>
<li><a href="http://roundcube.net/" target="_blank">http://roundcube.net/</a></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/11/25/dimp-horde-imp-webmail-berbasis-php-plus-ajax.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Free Social Network Script</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/11/11/aplikasi-free-social-network-script.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/11/11/aplikasi-free-social-network-script.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 04:02:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<category><![CDATA[dolphin]]></category>

		<category><![CDATA[elgg]]></category>

		<category><![CDATA[phpizabi]]></category>

		<category><![CDATA[pligg]]></category>

		<category><![CDATA[social network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Tidak dapat dipungkiri lagi, sebagai seorang penulis lepas di internet, baik itu sebagai novelis, blogger, wartawan atau apapun profesinya, tentu ingin artikel atau tulisan yang  diterbitkan dapat dibaca dan dinikmati oleh semua orang yang terhubung ke dunia maya. Salah satu media dan fasilitas untuk memperkenalkan dan menjalin sebuah komunitas pembaca atau pertemanan, tidak akan terlepas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignright" style="margin-right: 10px;margin-left: 10px;float: right" title="Social Network" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/11/social-network.jpg" alt="" width="100" height="67" />Tidak dapat dipungkiri lagi, sebagai seorang penulis lepas di internet, baik itu sebagai novelis, blogger, wartawan atau apapun profesinya, tentu ingin artikel atau tulisan yang  diterbitkan dapat dibaca dan dinikmati oleh semua orang yang terhubung ke dunia maya. Salah satu media dan fasilitas untuk memperkenalkan dan menjalin sebuah komunitas pembaca atau pertemanan, tidak akan terlepas dari sebuah metode bernama social networking (jaringan sosial, bukan sosialis). Walaupun secara perlahan, tujuan awal social networking adalah untuk menjalin pertemanan, bergeser dan berubah menjadi ajang ingin menjadi terkenal dan dikenal.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari tahun ke tahun, ada saja tumbuh fasilitas dan media baru penyedia social networking. Katakanlah seperti Digg, Friendster, Facebook, Twitter dan masih banyak lagi yang bertujuan untuk menjalin jaringan pertemanan tanpa dibatasi oleh tempat dan ruang secara fisik. Dari sekian banyak penyedia social networking, ada yang sebagian menghilang begitu saja, adapula yang sukses, tergantung dari pengelolaannya baik secara teknikal maupun manajemen (pemasaran/promosi, keuangan, legalitas, bussiness intelegent).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-108"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Anda, mungkin termasuk saya yang tertarik dalam bidang ini, tentu ingin sekali mempelajari bagaimana sebuah sistem social networking itu dibangun dan bagaimana cara kerjanya. Salah satu alat  sarana untuk menuju kesana diantaranya adalah dukungan aplikasi. Berikut, beberapa aplikasi gratis pendukung, hasil dari pilihan saya di internet.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><strong>Dolphin :</strong> <a href="http://www.boonex.com/products/dolphin/" target="_blank">http://www.boonex.com/products/dolphin/</a></p>
<p><img title="dolphin" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/11/dolphin.png" alt="" width="300" height="245" /></p>
<p><strong>Elgg :</strong> <a href="http://elgg.org/" target="_blank">http://elgg.org/</a></p>
<p><img title="elgg" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/11/elgg.png" alt="" width="300" height="249" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p><strong>Pligg :</strong> <a href="http://www.pligg.com/" target="_blank">http://www.pligg.com/</a></p>
<p><img title="pligg" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/11/pligg.png" alt="" width="300" height="198" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p><strong>PHPizabi :</strong> <a href="http://www.phpizabi.net/" target="_blank">http://www.phpizabi.net/</a></p>
<p><img title="phpizabi" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/11/phpizabi.png" alt="" width="300" height="219" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p>Menarik bukan? Selamat bersosial masyarakat di dunia maya kawan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/11/11/aplikasi-free-social-network-script.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>LMMS : Aplikasi Pengolah Musik Gratis ala FL Studio®</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/multimedia/2008/11/10/lmms-aplikasi-pengolah-musik-gratis-ala-fl-studio.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/multimedia/2008/11/10/lmms-aplikasi-pengolah-musik-gratis-ala-fl-studio.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 02:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Multimedia]]></category>

		<category><![CDATA[FL Alternative]]></category>

		<category><![CDATA[LMMS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Anda suka musik? Atau suka mengolah musik dan lagu menggunakan aplikasi yang berjalan di atas PC? Tentu sangat mengasyikan, apalagi jika lagu tersebut dapat kita perdengarkan kepada rekan-rekan kita.
Anda sama dengan saya, kita sama-sama menyukai pengolahan nada dan musik hingga dapat menjadi sebuah lagu. Nah, mungkin Anda selama ini menggunakan aplikasi Fruity Loops® diatas MS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="margin-left: 10px;margin-right: 10px;float: left" title="lmms_logo" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/11/lmms_logo.png" alt="" width="100" height="99" />Anda suka musik? Atau suka mengolah musik dan lagu menggunakan aplikasi yang berjalan di atas PC? Tentu sangat mengasyikan, apalagi jika lagu tersebut dapat kita perdengarkan kepada rekan-rekan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda sama dengan saya, kita sama-sama menyukai pengolahan nada dan musik hingga dapat menjadi sebuah lagu. Nah, mungkin Anda selama ini menggunakan aplikasi Fruity Loops® diatas MS Windows. Dari hasil saya berkeliling di internet, akhirnya saya mendapatkan pengganti alternatifnya, yaitu LMMS atau Linux Multimedia Studio, yaitu aplikasi gratis cross-platform seperti like FL Studio®, dimana aplikasi tersebut  dapat berjalan diatas Windows atau Linux.</p>
<p><span id="more-107"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa mau berlama-lama, saya pun meng-unduh/mendownload LMMS. Setelah utak-atik sebentar, akhirnya aplikasi LMMS pun dapat berjalan dengan baik dan langsung saya coba. Dan hasilnya memang terdapat kekurangan, namun tidak terlalu fatal. Seperti pada piano roll yang belum mendukung pergantian ke posisi not balok, hanya papan tuts saja. Lalu bunyi synthizer yang rada kurang pas di telinga saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai sejauh ini, LMMS saya rasa mempunyai masa depan yang bagus, karena sudah mendukung MIDI, import file Fruity Loops (.flp), VST dan VSTi. Ketika saya mencobanya, LMMS sendiri baru mencapai versi 0.4, jauh berbeda dengan FL Studio yang sudah mencapai versi 8 keatas.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk selengkapnya silahkan Anda kunjungi :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lmms.sourceforge.net/" target="_blank">http://lmms.sourceforge.net/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/multimedia/2008/11/10/lmms-aplikasi-pengolah-musik-gratis-ala-fl-studio.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Creative Melepaskan Kode Driver Sound Blaster ke Publik</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/11/08/creative-melepaskan-kode-driver-sound-blaster-ke-publik.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/11/08/creative-melepaskan-kode-driver-sound-blaster-ke-publik.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 07:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Creative]]></category>

		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[Xfi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama, Creative Labs, salah satu produsen kartu suara terbaik dunia, akhirnya melepas secara penuh kode pembangun (source code) driver kartu suara SoundBlaster X-Fi untuk Linux ke publik. Kode pembangun tersebut dilepas dibawah lisensi GPL 2, dimana driver X-Fi dan driver X-Fi Titanium 32bit/64bit akan menggantikan driver X-Fi sebelumnya sebagai kode objek di 64-bit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft alignnone size-full wp-image-106" style="float: left; margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="Xfi Linux" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/11/xfi-linux.png" alt="" width="150" height="89" />Setelah sekian lama, Creative Labs, salah satu produsen kartu suara terbaik dunia, akhirnya melepas secara penuh kode pembangun (source code) driver kartu suara SoundBlaster X-Fi untuk Linux ke publik. Kode pembangun tersebut dilepas dibawah lisensi GPL 2, dimana driver X-Fi dan driver X-Fi Titanium 32bit/64bit akan menggantikan driver X-Fi sebelumnya sebagai kode objek di 64-bit Linux kernels.</p>
<p style="text-align: justify;">X-Fi sendiri berasal dari singkatan &#8220;Extreme Fidelity&#8221;, dan diluncurkan untuk pertama kali pada Agustus 2005, dan terbagi atas 5 varian : XtremeMusic, Platinum, Fatal1ty FPS, XtremeGamer dan Elite Pro.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-105"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, setelah driver tersebut dilepas ke publik, sampai kini telah di uji coba ke X-Fi model :</p>
<ul>
<li>X-Fi Titanium Fatal1ty Champion Series</li>
<li>X-Fi Titanium Fatal1ty Professional Series</li>
<li>X-Fi Titanium Professional Audio</li>
<li>X-Fi Titanium</li>
<li>X-Fi Elite Pro</li>
<li>X-Fi Platinum</li>
<li>X-Fi Fatal1ty</li>
<li>X-Fi XtremeGamer</li>
<li>X-Fi XtremeMusic</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dan syukurnya, driver tersebut dapat bekerjasama dengan ALSA (advanced Linux sound architecture), mendukung PCM playback, merekam suara, dan mixing dengan asound API. Hanya saja belum mendapat dukungan untuk &#8220;External I/O module&#8221;. Dan tentu saja, masih terdapat beberapa sedikit &#8220;bug&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Kode Creative&#8217;s Sound Blaster X-Fi dan X-Fi Titanium 32bit/64bit driver untuk Linux bisa dilihat di :<br />
<a href="http://forums.creative.com/creativelabs/board/message?board.id=soundblaster&amp;thread.id=132288" target="_blank">http://forums.creative.com/creativelabs/board/message?board.id=soundblaster&amp;thread.id=132288</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Untuk selengkapnya silahkan Anda kunjungi :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.desktoplinux.com/news/NS7053469017.html" target="_blank">http://www.desktoplinux.com/news/NS7053469017.html</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/X-Fi" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/X-Fi</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/11/08/creative-melepaskan-kode-driver-sound-blaster-ke-publik.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bahasa Pemograman dan Script di Web</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2008/11/07/bahasa-pemograman-dan-script-di-web.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2008/11/07/bahasa-pemograman-dan-script-di-web.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 06:58:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pemograman]]></category>

		<category><![CDATA[ASP]]></category>

		<category><![CDATA[CMFL]]></category>

		<category><![CDATA[HTML]]></category>

		<category><![CDATA[Javascript]]></category>

		<category><![CDATA[JSP]]></category>

		<category><![CDATA[PHP]]></category>

		<category><![CDATA[Ruby]]></category>

		<category><![CDATA[XHTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya tidak akan lengkap jika selama ini kita hanya sebagai pengguna web saja tanpa mengetahui apa-apa saja sebenarnya kode pembangun sebuah web di internet. Berikut adalah hasil rangkuman  beberapa bahasa pemograman pembangun web dari berbagai sumber.
HTML
HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-full wp-image-104" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px; float: right;" title="www" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/11/www.jpg" alt="" width="139" height="51" />Rasanya tidak akan lengkap jika selama ini kita hanya sebagai pengguna web saja tanpa mengetahui apa-apa saja sebenarnya kode pembangun sebuah web di internet. Berikut adalah hasil rangkuman  beberapa bahasa pemograman pembangun web dari berbagai sumber.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>HTML</strong><br />
HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser. HTML terdiri dari kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan. Isi dokumen HTML tersebut mirip dengan dokumen teks biasa, hanya dalam dokumen ini sebuah teks bisa memuat instruksi yang ditandai dengan kode atau lebih dikenal dengan TAG tertentu. File HTML berekstensi .htm atau .html.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-103"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PHP</strong><br />
Hypertext Preprocessor (PHP) adalah bahasa script pemograman interpreter (tanpa perlu kompilasi) yang diproses secara dinamis dan cepat untuk ditampilkan di web browser. Kebanyakan sintaks PHP dipinjam dari bahasa C, Java dan Perl dengan beberapa kelebihan didalamnya. Untuk menjalankan PHP diperlukan sebuah webserver yang dilengkapi dengan PHP engine. File PHP biasanya berekstensi .php.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>JSP</strong><br />
JavaServer Pages (JSP) adalah bahasa pemograman berbasis teknologi Java. Seperti bahasa scripting lainnya, JSP juga memproses kode secara interpreter secara cepat. Namun JSP juga dapat dikompilasi menggunakan Java compiler. Teknologi JSP mengijinkan programmer untuk menambahkan kode Java kedalamnya. Untuk menjalankan JSP diperlukan Java Servlets. File JavaServer Pages berekstensi .jsp.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>XHTML</strong><br />
Extensible Hypertext Markup Language (XHTML) adalah bahasa pemograman web yang memuat sintaks HTML sekaligus memuat juga sintaks XML. Untuk menjalankan XHTML yang diperlukan adalah sebuah webserver yang mendukung XML module.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>ASP</strong><br />
Active Server Pages (ASP) -semula bernama dbWeb, dan dibuat oleh Aspect Software Engineering- adalah bahasa pemograman web yang dikhususkan berjalan diatas Microsoft Windows yang telah terpasang Internet Information Services (IIS) Server. Kebanyakan halaman ASP ditulis dalam bahasa VBScript dan  berekstensi .asp. Pengembangan dari ASP adalah ASP.NET yang biasanya menggunakan ekstensi .aspx.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>CFML</strong><br />
ColdFusion Markup Language (CFML) adalah bahasa script seperti ASP dan PHP yang berjalan diatas ColdFusion server. ColdFusion juga menyertakan CFScript, yaitu sebuah pemograman seperti JavaScript dan ActionScript. ColdFusion dibuat pertama kali oleh Allaire Corporation menggunakan Microsoft Visual C++ yang kemudian diakuisisi oleh Macromedia. Dan terakhir Macromedia pun diakuisi oleh Adobe Systems. ColdFusion berekstensi .cfm atau .cfml.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ruby</strong><br />
Ruby adalah sebuah bahasa pemograman web dimana si pembuat awal -Yukihiro Matsumoto- menginginkan sebuah bahasa pemograman baru yang lebih canggih dari Perl dan lebih berorientasi objek dibandingkan Python.Beberapa varian Ruby diantaranya adalah Rubinius, Ruby.NET, XRuby, YARV, dan MagLev.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>JavaScript</strong><br />
JavaScript adalah bahasa pemograman web bergaya sintaks bahasa C yang biasanya dijalankan bersama-sama dengan bahasa HTML dan mengakses properti Document Object Model (DOM) atau sebagai fungsi eksternal. JavaScript awalnya dibuat oleh Brendan Eich di Netscape dengan nama Mocha, dimana kemudia diberi nama LiveScript, dan akhirnya diberi nama JavaScript setelah ada perjanjian bisnis antara Netscape dan Sun sebagai pertukaran antara Netscape browser yang menyertakan Sun Java runtime. File JavaScript eksternal biasanya berekstensi .js.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Untuk selengkapnya Anda silahkan kunjungi :</p>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hypertext_markup_language" target="_blank">http://id.wikipedia.org/wiki/Hypertext_markup_language</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Php">http://id.wikipedia.org/wiki/Php</a></li>
<li><a href="http://id2.php.net/manual/en/faq.general.php" target="_blank">http://id2.php.net/manual/en/faq.general.php</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/JavaServer_Pages" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/JavaServer_Pages</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/XML" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/XML</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Active_Server_Pages" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Active_Server_Pages</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/ColdFusion" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/ColdFusion</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ruby_(programming_language)" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Ruby_(programming_language)</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Javascript" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Javascript</a></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2008/11/07/bahasa-pemograman-dan-script-di-web.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Banyak Sidebar di Wordpress</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/11/03/membuat-banyak-sidebar-di-wordpress.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/11/03/membuat-banyak-sidebar-di-wordpress.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 14:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<category><![CDATA[Sidebar]]></category>

		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[
Contoh banyaknya sidebar dari blog saya
Berapa banyak sidebar untuk meletakkan widget di template Worpress Anda ? 1,2 atau 3 sidebar saja ? Atau Anda sebenarnya menginginkan sebuah widget tertentu yang hanya tampil di bagian footer saja. Jika Anda menginginkan sidebar dengan letak dan posisi yang tidak terbatas, sebaiknya Anda perhatikan artikel yang saya tulis berikut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-102" title="banyak-sidebar" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/11/banyak-sidebar.jpg" alt="Banyak Sidebar" width="268" height="198" /></p>
<p style="text-align: center;">Contoh banyaknya sidebar dari blog saya</p>
<p style="text-align: justify;">Berapa banyak sidebar untuk meletakkan widget di template Worpress Anda ? 1,2 atau 3 sidebar saja ? Atau Anda sebenarnya menginginkan sebuah widget tertentu yang hanya tampil di bagian footer saja. Jika Anda menginginkan sidebar dengan letak dan posisi yang tidak terbatas, sebaiknya Anda perhatikan artikel yang saya tulis berikut. Sebelumnya saya sarankan, setidaknya Anda sudah mengetahui dasar-dasar pemograman bahasa PHP, HTML dan cara mengedit template Wordpress.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama, Anda harus tahu, dimana Anda ingin meletakkan widget tersebut didalam sebuah template Wordpress. Kedua, Anda harus menentukan berapa banyak widget yang ingin Anda tampilkan. Ketiga, Anda harus mengenali fungsi dan tujuan widget yang ingin Anda pasang.  Keempat, Anda harus memberi nama sidebar berbeda dan tidak boleh sama dengan sidebar lainnya. Kelima atau yang terakhir, Anda harus mempunyai backup atau cadangan template yang akan di edit.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-101"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang misalnya Anda menginginkan meletakkan sidebar yang di footer. Silahkan Anda buka file footer.php atau apalah namanya dari folder template Wordpress Anda. Masukkan kode berikut di dalam template Wordpress Anda dengan nama sidebar &#8220;sdBawah&#8221; lalu simpan.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="php php" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span> <span style="color: #339933;">!</span><span style="color: #990000;">function_exists</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'dynamic_sidebar'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> || <span style="color: #339933;">!</span>dynamic_sidebar<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="">'sdBawah'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">:</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">endif</span>; <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span></pre></div></div>

<p style="text-align: justify;">Kemudian, buka file function.php dari folder template Wordpress Anda, dan isikan kode berikut lalu simpan.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="php php" style="font-family:monospace;">register_sidebar<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #990000;">array</span><span style="color: #009900;">&#40;</span>
	<span style="">'name'</span><span style="color: #339933;">=&gt;</span><span style="">'sdBawah'</span><span style="color: #339933;">,</span>
    	<span style="">'before_widget'</span> <span style="color: #339933;">=&gt;</span> <span style="">'&lt;div id=&quot;%1$s&quot; class=&quot;widget %2$s&quot;&gt;'</span><span style="color: #339933;">,</span>
    	<span style="">'after_widget'</span> <span style="color: #339933;">=&gt;</span> <span style="">'&lt;/div&gt;'</span><span style="color: #339933;">,</span>
    	<span style="">'before_title'</span> <span style="color: #339933;">=&gt;</span> <span style="">'&lt;h3 class=&quot;judulWidget&quot;&gt;'</span><span style="color: #339933;">,</span>
    	<span style="">'after_title'</span> <span style="color: #339933;">=&gt;</span> <span style="">'&lt;/h3&gt;'</span><span style="color: #339933;">,</span>
<span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>;</pre></div></div>

<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, silahkan Anda buka dari Admin panel, klik Design -&gt; Widgets. Klik menu dropdown disisi sebelah kanan (Current Widgets). Apa yang Anda lihat? Ternyata Anda mendapatkan tambahan sidebar baru yang siap Anda pasangkan widget kedalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/11/03/membuat-banyak-sidebar-di-wordpress.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nokia : Dari Perusahaan Pulp menuju Dunia</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/tokoh/2008/11/03/nokia-dari-perusahaan-pulp-menuju-dunia.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/tokoh/2008/11/03/nokia-dari-perusahaan-pulp-menuju-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 13:07:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<category><![CDATA[Nokia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini tidak semua orang tahu kalau Nokia -produsen telpon genggam atau ponsel- awalnya adalah sebuah perusahaan pengolahan kayu di Finlandia.

Logo Nokia dari waktu ke waktu
Pada tahun 1865 Fredrik Idestam mendirikan sebuah pabrik pengolahan kertas atau pulp di sebelah barat daya  Finlandia, Tampere, sebuah kota yang di apit oleh 2 buah danau : Näsijärvi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Selama ini tidak semua orang tahu kalau Nokia -produsen telpon genggam atau ponsel- awalnya adalah sebuah perusahaan pengolahan kayu di Finlandia.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-100" title="nokia-logo-history" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/11/nokia-logo-history.jpg" alt="Nokia Logo History" width="300" height="188" /></p>
<p style="text-align: center;">Logo Nokia dari waktu ke waktu</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1865 <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fredrik_Idestam" target="_blank">Fredrik Idestam</a> mendirikan sebuah pabrik pengolahan kertas atau pulp di sebelah barat daya  Finlandia, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tampere" target="_blank">Tampere</a>, sebuah kota yang di apit oleh 2 buah danau : <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/N%C3%A4sij%C3%A4rvi" target="_blank">Näsijärvi</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pyh%C3%A4j%C3%A4rvi_(Tampere_region)" target="_blank">Pyhäjärvi</a>. Tak lama kemudian <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Leo_Mechelin">Leo Mechelin</a> bergabung, dimana akhirnya seorang teknisi pertambangan sekaligus pebisnis dan seorang profesor sekaligus politikus di Finlandia secara bersama-sama mendirikan Nokia. Nokia sendiri diambil dari sebuah nama sungai, Nokianvirta -sebuah bahasa kuno Finlandia- yang artinya adalah seekor binatang mirip tupai yang berasal dari lokal, berwarna hitam dan berbulu lembut, yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pine_marten" target="_blank">Pine Marten</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-99"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Selama perjalanannya, Mechelin menginginkan agar Nokia berekspansi ke bisnis kelistrikan, namun Idestam bersikeras untuk tetap menjadikan perusahaan sebagai pengolah pulp saja. Namun akhirnya Mechelin dapat meyakinkan Idestam sehingga perusahaan terbagi atas 2 divisi, yaitu perusahaan pengolahan pulp dan pabrik kabel. Mechelin sendiri dengan sukses memimpin divisi baru tersebut selama 16 tahun, yaitu pada tahun 1898 hingga tahun 1914.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun semuanya mulai berubah ketika pada Perang Dunia I (1914 - 1918) dan Perang Dunia II (1939 - 1945) meletus, pelan tapi pasti perusahaan Nokia mulai terseok-seok. Hingga akhirnya pada abad ke 20, ketika sebuah perusahaan pengolah karet didirikan dan mengakuisisi ke 2 divisi tersebut dan menjadikan ke 3 perusahaan sebagai Nokia Corporation pada tahun 1967, maka di mulailah sebuah era baru. Walaupun, sebelum di akuisisi, perusahaan Nokia yang lama tersebut telah memproduksi peralatan telekomunikasi radio VHF mulai tahun 1964 bersama-sama dengan Salora Oy (sebelumnya bernama Radioshop Nordell &amp; Koskinen).</p>
<p style="text-align: justify;">Antara tahun 1983-1984, Nokia Corporation mengakuisisi 100% Salora Oy dan mengganti divisi telekomunikasi Nokia dengan nama Nokia-Mobira Oy. Dan pada tahun 1984, telepon bergerak pertama didunia di luncurkan, dengan nama The Mobira Talkman. Dilanjutkan pada tahun 1987, dengan peluncuran telepon genggam pertama didunia diluncurkan, yang diberi nama Mobira Cityman 900.</p>
<p style="text-align: justify;">Rupanya sejarah telepon bergerak tidak berhenti disitu saja. Pada tahun 1988, Jorma Nieminen bersama dengan 2 pekerja lain di divisi mobile phone Nokia mengundurkan diri dan mendirikan perusahaan baru yang bernama Benefon Oy. Satu tahun setelah itu, Benefon Oy berganti nama menjadi Nokia Mobile Phones. Hingga akhirnya pada tahun 1991, GSM phone pertama kali didunia di luncurkan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Untuk selengkapnya silahkan Anda kunjungi :</p>
<ul>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nokia" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Nokia</a></li>
<li><a href="http://www.nokia.com/" target="_blank">Nokia</a></li>
</ul>
<p>Gambar logo diambil dari :</p>
<p><a href="http://best-ad.blogspot.com/2008/08/evolution-of-logos.html" target="_blank">http://best-ad.blogspot.com/2008/08/evolution-of-logos.html</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/tokoh/2008/11/03/nokia-dari-perusahaan-pulp-menuju-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Validitas Domain dengan PHP Script</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2008/10/26/validitas-domain-dengan-php-script.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2008/10/26/validitas-domain-dengan-php-script.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 17:21:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pemograman]]></category>

		<category><![CDATA[Domain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[PHP script sederhana berikut bukan berfungsi sebagai whois domain, namun hanya untuk mem-validasi benar tidaknya input sebuah domain/subdomain dan keberadaannya di internet di dalam web form.



$domain = &#34;niwakarya.com&#34;;
if &#40;preg_match&#40;&#34;/^[a-zA-Z0-9-]+(\.[a-zA-Z0-9-]+)*\.[a-zA-Z]{2,6}$/&#34;, $domain&#41;&#41; &#123;
  if&#40;ip2long&#40;gethostbyname&#40;$domain&#41;&#41;&#41; &#123;
    echo &#34;alamat valid dan tersedia.&#34;; &#125; else &#123;
      echo &#34;alamat domain tidak tersedia.&#34;;
 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">PHP script sederhana berikut bukan berfungsi sebagai whois domain, namun hanya untuk mem-validasi benar tidaknya input sebuah domain/subdomain dan keberadaannya di internet di dalam web form.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-98"></span></p>
<p style="text-align: justify;">

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="php php" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000088;">$domain</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #0000ff;">&quot;niwakarya.com&quot;</span>;
<span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #990000;">preg_match</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #0000ff;">&quot;/^[a-zA-Z0-9-]+(<span style="color: #000099; font-weight: bold;">\.</span>[a-zA-Z0-9-]+)*<span style="color: #000099; font-weight: bold;">\.</span>[a-zA-Z]{2,6}$/&quot;</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$domain</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #009900;">&#123;</span>
  <span style="color: #b1b100;">if</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #990000;">ip2long</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #990000;">gethostbyname</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$domain</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #009900;">&#123;</span>
    <span style="color: #990000;">echo</span> <span style="color: #0000ff;">&quot;alamat valid dan tersedia.&quot;</span>; <span style="color: #009900;">&#125;</span> <span style="color: #b1b100;">else</span> <span style="color: #009900;">&#123;</span>
      <span style="color: #990000;">echo</span> <span style="color: #0000ff;">&quot;alamat domain tidak tersedia.&quot;</span>;
    <span style="color: #009900;">&#125;</span><span style="color: #009900;">&#125;</span> <span style="color: #b1b100;">else</span> <span style="color: #009900;">&#123;</span>
  <span style="color: #990000;">echo</span> <span style="color: #0000ff;">&quot;alamat domain tidak valid.&quot;</span>;
<span style="color: #009900;">&#125;</span></pre></div></div>

<p style="text-align: justify;">Silahkan ganti variable di $domain dengan input domain atau subdomain sembarang. Script diatas disyaratkan harus dicoba secara live (terkoneksi dengan internet) dan webserver tidak menggunakan DNS dari OpenDNS.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<ul>
<li><a href="http://id2.php.net/preg_match" target="_blank">http://id2.php.net/preg_match</a></li>
<li><a href="http://www.phpindonesia.com/2008/07/14/contoh-regular-expression-untuk-verifikasi-domain-dan-email/" target="_blank">http://www.phpindonesia.com/2008/07/14/contoh-regular-expression-untuk-verifikasi-domain-dan-email/</a></li>
<li><a href="http://id2.php.net/manual/en/function.gethostbyname.php" target="_blank">http://id2.php.net/manual/en/function.gethostbyname.php</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2008/10/26/validitas-domain-dengan-php-script.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Chad Hurley : Paypal dan Youtube</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/tokoh/2008/10/17/chad-hurley-paypal-dan-youtube.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/tokoh/2008/10/17/chad-hurley-paypal-dan-youtube.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 16:52:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<category><![CDATA[Paypal]]></category>

		<category><![CDATA[Youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda senang membaca kisah biografi tokoh yang berhubungan dengan teknologi populer dan bagaimana perjuangan mereka,  Anda sedang membaca kisah menarik yang bisa menjadi sebuah inspirasi dan tentu saja, kita mempunya minat yang sama.
Tahukah Anda, bagaimana jalan cerita Youtube begitu populer hingga saat ini? Cerita ini akan menjadi unik ketika Anda tahu hubungan judul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Jika Anda senang membaca kisah biografi tokoh yang berhubungan dengan teknologi populer dan bagaimana perjuangan mereka,  Anda sedang membaca kisah menarik yang bisa menjadi sebuah inspirasi dan tentu saja, kita mempunya minat yang sama.</p>
<p style="text-align: justify">Tahukah Anda, bagaimana jalan cerita Youtube begitu populer hingga saat ini? Cerita ini akan menjadi unik ketika Anda tahu hubungan judul artikel ini dengan isi artikel yang saya tulis.</p>
<p style="text-align: justify">Pada awalnya Chad Hurley (Chad Meredith Hurley - lahir pada tahun 1977) yang baru saja lulus dari Indiana University of Pennsylvania sebagai sarjana ilmu seni, mendengar tentang lowongan pekerjaan di Paypal. Waktu itu Paypal sedang membuat usaha untuk menampilkan aplikasi pengiriman uang di perangkat PDA. Chad pun mengirimkan resume ( CV ) ke Paypal dan tak lama ia pun menerima panggilan wawancara. Sebagai ujian awal, ia diharuskan mendesain sebuah logo untuk Paypal. Nah, jika sekarang Anda melihat logo Paypal, itu adalah hasil karya dari Chad Hurley ketika ia diterima di perusahaan Paypal.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-94"></span></p>
<p style="text-align: justify">Selama di Paypal, Chad bertemu dengan 2 orang teknisi Paypal : Steve Chen dan Jawed Karim. Dalam berbagai kesempatan mereka membahas tentang bisnis masa depan yang ingin mereka tekuni dalam bidang teknologi. Dan pada tahun 2002, ebay (sebuah website belanja) membeli Paypal sebesar $1.54 milyar, Chad Hurley pun menerima bonus cukup besar, yang mana kelak digunakannya sebagai modal awal pembiayaan usaha masa depannya : Youtube.</p>
<p style="text-align: justify">3 tahun sesudah Paypal mengalami kepindahan kepemilikan, tepatnya pada tahun 2005, saat itu 3 sekawan ini - Chad Hurley, Steve Chen dan Jawed Karim - menginginkan membagi video pesta makan malam mereka dengan beberapa teman di San Fransisco. Yang terjadi adalah diluar dugaan, ketika mereka mencoba mengirimkan salinan video tersebut dengan menggunakan email, mereka mendapatkan penolakan dari mail server karena besarnya file video tersebut. Akhirnya dengan tekad bahu membahu mereka membuat sebuah sistem sederhana agar video tersebut dapat dibagikan kepada teman-teman mereka. Inilah yang menjadi cikal bakal Youtube, dimana Yahoo dan Facebook pun mengalami cerita kesuksesan yang hampir serupa.</p>
<p style="text-align: justify">Belum genap 2 tahun, Youtube akhirnya dipinang oleh Google, tepatnya pada tanggal 16 Oktober 2006.</p>
<p style="text-align: justify">Untuk selengkapnya silahkan Anda kunjungi :</p>
<ul>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chad_Hurley" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Chad_Hurley</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Steve_Chen_(YouTube)" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Steve_Chen_(YouTube)</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jawed_Karim" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Jawed_Karim</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/tokoh/2008/10/17/chad-hurley-paypal-dan-youtube.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>David A. Vise: 10 Alasan Kenapa Google tetap Nomor Satu</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/13/david-a-vise-10-alasan-kenapa-google-tetap-nomor-satu.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/13/david-a-vise-10-alasan-kenapa-google-tetap-nomor-satu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 17:05:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[David A. Vise adalah pemenang Pulitzer dan salah satu kontributor buku &#8220;The Google Story: Inside the Hottest Bussiness, Media and Technology Success of Our Time&#8221;, yang dipublikasikan oleh Delacorte Press (diperbaharui 2008).

1998: Yahoo dan yang lainnya melewatkan kesempatan dalam membeli teknologi pencarian terbaru yang dirancang di Universitas Stanford dengan harga hanya $500.000 (lima ratus ribu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><em>David A. Vise adalah pemenang Pulitzer dan salah satu kontributor buku &#8220;The Google Story: Inside the Hottest Bussiness, Media and Technology Success of Our Time&#8221;, yang dipublikasikan oleh Delacorte Press (diperbaharui 2008).<br />
</em><br />
<strong>1998:</strong> Yahoo dan yang lainnya melewatkan kesempatan dalam membeli teknologi pencarian terbaru yang dirancang di Universitas Stanford dengan harga hanya $500.000 (lima ratus ribu dollar). Rasionalitas mereka mengatakan: &#8220;Pencarian tidaklah begitu penting. Halaman portal-portal sudah melakukannya&#8221;. Penolakan ini memaksa Sergey Brin dan Larry Page dengan rasa malas mengambil cuti kuliah dari Stanford (keduanya menginginkan menjadi profesor di kampus, sama seperti ayah mereka) untuk melihat bagaimana caranya agar Google, mesin pencari mereka yang baru, dapat menjadi lahan bisnis.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-91"></span><br />
<strong>1999:</strong> Setahun kemudian, Google mengumpulkan $25 milyar dari perusahaan Sequoia Capital dan Kleiner Perkins, bahkan setelah Brin dan Page memaksa setiap perusahaan pemodal spekulator tersebut hanya dibolehkan menanamkan setengah dari separo modal. Strategi &#8220;pisahkan dan taklukan&#8221; ini menyebabkan para warga Sand Hill Road di Silicon Valley saling tidak akur ketika Brin dan Page memegang kendali penuh atas perusahaan mereka yang baru lahir tersebut.</p>
<p>Perlu diketahui bersama, Sequoia Capital adalah perusahaan pemodal bagi para pendiri awal yang menginginkan dan merubah idenya menjadi sebuah perusahaan besar. Dengan mottonya &#8220;enterpreneur dibelakang enterpreneur&#8221;. Sequoia pernah bekerja sama dengan Steve Jobs dari Apple Computer, Larry Ellison dari Oracle, Bob Swanson dari Linear Technology, Sandy Lerner dan Len Bozack dari Cisco Systems, Dan Warmenhoven dari Network Appliance, Jerry Yang dan David Filo dari Yahoo!, Jen-Hsun Huang dari NVIDIA, Michael Marks dari Flextronics, Larry Page dan Sergey Brin dari Google, Chad Hurley dan Steve Chen dari Youtube, Sujal Patel dari Isilon Systems dan Dominic Orr, serta Keerti Melkote dari Aruba Wireless Networks.</p>
<p>Kleiner Perkins, kurang lebih sama sebagai perusahaan pembiayaan, yang didirikan oleh Kleiner pendiri Fairchild Semiconductor dan Perkins sebagai salah satu pimpinan di Hewlett-Packard&#8217;s. Tidak kalah serunya, Kleiner Perkins juga membiayai awal-awal perusahaan teknologi seperti : Amazon.com, America Online (AOL), Brio Technology, Compaq, Electronic Arts, Flextronics, Genentech, Google, Intuit, Lotus Development, LSI Logic, Macromedia, Netscape, Quantum, Segway, Sun Microsystems, Tandem dan beberapa yang terakhir seperti EEstor, Vertica, Ocarina Networks dan OptiMedica.</p>
<p><strong>2000:</strong> Yahoo memilih Google untuk menjadi mesin pencari di portalnya, mengungkap pencarian banyak website ke milyaran pengguna untuk pertama kali. Dengan kecepatan pertumbuhan, Google juga meledakan balon teknologi sejak mereka merekrut para pengembang untuk meringankan pekerjaan.</p>
<p><strong>2001:</strong> Seorang enterpreneur berbangsa Israel, Dr. Yossi Vardi, membujuk Brin dan Page supaya Google bisa mendapatkan keuntungan dengan membuat garis kecil berwarna biru di halaman, menempatkan hasil pencarian di sebelah kiri, dan meletakkan iklan kecil berbasis teks di sebelah kanan. Awalnya Brin dan Page menolak usul iklan ini, dengan kekhawatiran hal ini bisa enyebabkan orang-orang akan kehilangan kenyamanan mereka menggunkan hasil pencarian Google. Sewaktu di Stanford pun, mereka kut berkontribusi dalam sebuah jurnal yang berjudul &#8220;The Evils of Advertising.&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify">Dr. Yossi Vardi, memulai karirnya pada umur 26 tahun, dimana ketika itu dia adalah pendiri Tekem, sebuah perusahaan kecil pembuat aplikasi pertama kali di Israel.</p>
<p><strong>2002:</strong> Google menjalin kerjasama dengan AOL untuk menjadi mesin pencari dan sindikasi periklanan. Hal ini membuat sekitar 34 milyar pelanggan America Online mengakses mesin Google. Meningkatkan keuntungan sekitar 500 persen hingga mencapai hampir $100 milyar.</p>
<p style="text-align: justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/13/david-a-vise-10-alasan-kenapa-google-tetap-nomor-satu.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ditemukan Beberapa Komponen Debian Melanggar GPLv2</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/08/ditemukan-beberapa-komponen-debian-melanggar-gplv2.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/08/ditemukan-beberapa-komponen-debian-melanggar-gplv2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 19:22:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Debian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Daniel Baumann tampaknya kecewa berat setelah dia menemukan beberapa komponen atau bagian Debian yang didistribusikan sebagai binary tidak disertai dengan source code.  Sedangkan Debian adalah salah satu distro Linux tertua yang mengadopsi lisensi GPL (disamping Artistic dan BSD lisence). Sebagai seorang kontributor Debian tingkat atas, Daniel sendiri hidup dan tinggal di Switzerland.
Awalnya Daniel ketika beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Daniel Baumann tampaknya kecewa berat setelah dia menemukan beberapa komponen atau bagian Debian yang didistribusikan sebagai binary tidak disertai dengan source code.  Sedangkan Debian adalah salah satu distro Linux tertua yang mengadopsi lisensi GPL (disamping Artistic dan BSD lisence). Sebagai seorang kontributor Debian tingkat atas, Daniel sendiri hidup dan tinggal di Switzerland.</p>
<p style="text-align: justify">Awalnya Daniel ketika beberapa tahun lalu dengan suka rela mengambil alih dan memelihara paket syslinux -yang sebelumnya dikelola oleh MIA- dengan motivasi kepedulian akan sebuah operating system yang nyata dan hidup. Selama perjalanan sebagai kontributor, Daniel mendapat laporan  dari seseorang (pemilik Apple MacBooks) bahwa Debian Lenny Live Beta 1 yang dilepas ke publik minggu lalu (akhir Agustus 2008) tidak dapat di install dengan baik karena tidak tersedianya syslinux.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-90"></span></p>
<p style="text-align: justify">Beberapa hal lain, yang menurut Daniel membuatnya kecewa :</p>
<ul>
<li>Tidak lengkapnya source images Debian Sarge</li>
<li>Kde4beta Livecds (sudah dihapus) tidak menyertakan source code sebagai distribusi</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">Saya pribadi uga rada kecewa, karena saya pun sebenarnya menyukai Debian -disamping Slackware- sejak lama. Tapi saya maklum, karena Debian sendiri sangatlah besar. Mudahan dalam kedepan hal ini tidak akan terjadi lagi.</p>
<p style="text-align: justify"><em>Catatan : terjemahan bebas.</em></p>
<p style="text-align: justify">Untuk lebih lengkapnya silahkan Anda kunjungi :</p>
<p style="text-align: justify"><a href="http://blog.daniel-baumann.ch/2008/09/01#20080902_debian-not-complying-to-licenses" target="_blank">http://blog.daniel-baumann.ch/2008/09/01#20080902_debian-not-complying-to-licenses</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/08/ditemukan-beberapa-komponen-debian-melanggar-gplv2.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Friendster Blog Goes to Wordpress Engine!</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/08/friendster-blog-goes-to-wordpress-engine.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/08/friendster-blog-goes-to-wordpress-engine.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 16:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Entah apakah karena pihak manajemen Friendster merasa blognya ditinggalkan oleh para blogger untuk beralih ke layanan blog lain seperti wordpress dan blogspot -yang benar-benar fokus sebagai penyedia jasa blog-, sehingga dengan berani mereka merubah blog engine-nya dengan Wordpress Multi User.
Sebenarnya ini kabar bagus, karena selama ini saya pribadi pun cukup merasa kurang nyaman dengan fasilitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><img class="size-full wp-image-89" style="margin-left: 10px;margin-right: 10px" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/09/friendster_nav_logo.png" alt="" width="130" height="18" />Entah apakah karena pihak manajemen Friendster merasa blognya ditinggalkan oleh para blogger untuk beralih ke layanan blog lain seperti wordpress dan blogspot -yang benar-benar fokus sebagai penyedia jasa blog-, sehingga dengan berani mereka merubah blog engine-nya dengan Wordpress Multi User.</p>
<p style="text-align: justify">Sebenarnya ini kabar bagus, karena selama ini saya pribadi pun cukup merasa kurang nyaman dengan fasilitas yang disediakan oleh Friendster seperti penambahan style, template dan kategori.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-88"></span></p>
<p style="text-align: justify">Dan jika kita sama-sama perhatikan terjadi perubahan alamat URL. Jika dulu seperti alamat URL blog Friendster yang saya miliki adalah http://mujie.blogs.friendster.com/ berubah menjadi http://mujie.blog.friendster.com/ (tanpa huruf s).</p>
<p style="text-align: justify">Perubahan struktur alamat URL ini terus terang membuat saya menjadi berpikir, apakah memang sebaiknya alamat URL blog harus ditambahkan embel-embel sub blog, jadi tidak ditampilkan dengan sampai tingkat kedua subdomain karena di tingkat atas domain sendiri adalah terdapat web utama. Misalnya saja contoh tingkat kedua subdomain sebaiknya diisi dengan lebih mencakup lebih luas seperti : ftp.domain.com atau mail.company.com. Seperti dua buah blog yang saya punya (dan saya install sendiri), yaitu blog saya yang berada di server Universitas Palangkaraya dan yang sedang Anda baca saat ini -dihosting di jasa persewaan hosting-.</p>
<p style="text-align: justify">Selamat nge-blog ya kawan</p>
<p style="text-align: justify">Update : Dapat email dari Friendster</p>
<p style="text-align: justify">
<div class="msgheader">
<div class="subjectbar">
<div>
<h2>Introducing the ALL-New Friendster Blogs!</h2>
<div id="message_view_date" class="date">Wednesday, September 10, 2008 5:00 PM</div>
</div>
</div>
<div class="vcard">
<div class="row">
<div class="label">From:</div>
<div class="details">
<div class="abook"><span class="email">&#8220;Friendster&#8221; &lt;noreply@friendster.com&gt;</span></div>
</div>
</div>
<div class="row">
<div class="label">To:</div>
<div class="details">mujie@*****.com</div>
</div>
</div>
</div>
<p>Hello mujie,</p>
<p>We&#8217;d like to introduce you to your new blog on Friendster! We&#8217;ve been very busy building out Friendster Blogs 2.0 and your blog has been moved to the new blogging platform. It&#8217;s ready for you to customize, edit, and add even more content to it!</p>
<p>Some things you should know about your new blog:</p>
<p>- Your blog has been moved to the new platform.<br />
- It is likely that your blog layout or colors may not appear exactly as they were on your old blog, you can edit or add new customizations to your blog by clicking the &#8216;Design&#8217; tab or &#8216;Change Theme&#8217; button when you access your blog from your home page.<br />
- All of the photos you&#8217;ve uploaded to your old blog will soon be moved to your new blog. When they are moved, they will be in your Blogs Media Library (Manage &#8211;&gt; Media Library). Don&#8217;t worry, we&#8217;ll move all your photos for you!  We plan to have this complete by September 17th.<br />
- If you experience any inconsistencies with your blog during the next few weeks, please bear with us and please do let us know what you find so we can build a better product!</p>
<p>To get started with your new blog, please go to:</p>
<p><a href="http://mujie.blog.friendster.com/" target="_blank">http://mujie.blog.friendster.com/</a></p>
<p>We look forward to your participation and your feedback on our new blogs property. We value our global community and members like you who make Friendster the success that it is!</p>
<p>If you have questions or need additional assistance, please contact Customer Support by clicking &#8220;Send us a Question&#8221; from our Help page.</p>
<p>Thanks!<br />
The Friendster Blogs Team</p>
<p style="text-align: justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/08/friendster-blog-goes-to-wordpress-engine.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menampilkan RSS Blog di Friendster</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/09/05/menampilkan-rss-blog-di-friendster.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/09/05/menampilkan-rss-blog-di-friendster.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 06:23:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<category><![CDATA[Friendster]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya saya pusing tidak menemukan fasilitas RSS widget untuk menampilkan RSS feed blog di Friendster. Yang ada hanyalah menampilkan RSS widget berita dari situs lain. Akan tetapi saya tetap ingin mempromosikan blog dan forum Palangka Raya (phpBB yang sudah dilengkapi dengan RSS mod) di Friendster.
Ide ini tercetus ketika saya berkeliling di Bloglog dan Blogcatalog. Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Awalnya saya pusing tidak menemukan fasilitas RSS widget untuk menampilkan RSS feed blog di Friendster. Yang ada hanyalah menampilkan RSS widget berita dari situs lain. Akan tetapi saya tetap ingin mempromosikan blog dan forum Palangka Raya (phpBB yang sudah dilengkapi dengan RSS mod) di Friendster.</p>
<p style="text-align: justify">Ide ini tercetus ketika saya berkeliling di Bloglog dan Blogcatalog. Saya lihat disana disediakan fasilitas widget berbasis javascript yang bisa kita pasang di sidebar blog Wordpress. Wow, javascript rupanya.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-86"></span></p>
<p style="text-align: justify">Akhirnya saya keliling-keliling di Google dengan kata kunci sederhana &#8220;javascript RSS&#8221;. Dan mendapati 2 buah web RSS javascript generator. Caranya pun mudah, setelah kita mensubmit RSS feed blog kita, kita akan diberikan link source javascript yang siap kita masukkan kedalam Friendster. Dan sepertinya javascript tidak akan berjalan dengan baik jika Anda menghidupkan fasilitas keamanan di Friendster.</p>
<p style="text-align: justify">Saya belum pernah mencoba menggunakannya di jaringan pertemanan yang lain seperti Multiply dan Facebook. Yang jelas karena di Friendster mempunyai fasilitas media editor dimana kita dengan mudah dapat menampilkan gambar, video ataupun glitter.</p>
<p style="text-align: justify">Hasilnya? Silahkan Anda lihat screenshot dibawah ini.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: center"><img class="size-full wp-image-87" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/09/rss-fs.jpg" alt="" width="422" height="353" /></p>
<p style="text-align: center">Gambar RSS blog di Friendster</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<ul>
<li><a href="http://itde.vccs.edu/rss2js/build.php" target="_blank">http://itde.vccs.edu/rss2js/build.php</a></li>
<li><a href="http://p3k.org/rss/" target="_blank">http://p3k.org/rss/</a></li>
<li><a href="http://www.friendster.com/mujieplk" target="_blank">http://www.friendster.com/mujieplk</a> (add me as your friend)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/09/05/menampilkan-rss-blog-di-friendster.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Yahoo Fire Eagle</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/03/yahoo-fire-eagle.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/03/yahoo-fire-eagle.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 19:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[fire eagle]]></category>

		<category><![CDATA[yahoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Yahoo dalam bulan ini telah membuka Fire Eagle untuk umum, yaitu layanan microblogging dan social networking seperti Pownce, yang mana Anda bisa mengirimkan artikel atau posting ke blog melalui mobile set sekaligus memberitahukan posisi Anda. Jadi dimanapun Anda berada, tanpa harus didepan komputer, Anda tetap bisa menulis sebuah artikel.

Cara kerjanya pun sangat sederhana, setelah melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><img class="alignright size-full wp-image-85" style="margin-left: 5px;margin-right: 5px;float: right" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/09/fg.jpg" alt="" width="200" height="50" />Yahoo dalam bulan ini telah membuka Fire Eagle untuk umum, yaitu layanan microblogging dan social networking seperti Pownce, yang mana Anda bisa mengirimkan artikel atau posting ke blog melalui mobile set sekaligus memberitahukan posisi Anda. Jadi dimanapun Anda berada, tanpa harus didepan komputer, Anda tetap bisa menulis sebuah artikel.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-84"></span></p>
<p>Cara kerjanya pun sangat sederhana, setelah melakukan login ke Fire Eagle, lalu lakukan set manual lokasi, dan secara otomatis Fire Eagle akan memetakan lokasi Anda pada saat itu.</p>
<p>Entahlah, menurut saya pribadi, diluar pemahaman saya tentang teknologi tersebut, memang terasa rada aneh jika kita memberitahukan dimana lokasi kita saat itu dan dapat dilihat oleh teman jejaring. Bukan ingin menjadi paranoid, akan tetapi kita harus tetap waspada. Nanti ada teloris lho !</p>
<p>Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.technologyreview.com/blog/editors/22113/" target="_blank">http://www.technologyreview.com/blog/editors/22113/</a></li>
<li><a href="http://fireeagle.yahoo.net/" target="_blank">http://fireeagle.yahoo.net/</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/03/yahoo-fire-eagle.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>China Menantang Intel</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/03/china-menantang-intel.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/03/china-menantang-intel.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 17:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Intel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Di California pada minggu kemarin, para peneliti dan ilmuwan China menampilkan sebuah mikroprosesor yang diberi nama Godson-3, dimana lebih dari 200 peneliti China terlibat didalamnya. Proyek ini sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah China bekerja sama dengan Chinese Academy of Sciences Institute of Computing Technology.
Rencananya mikroprosesor ini akan didistribusikan pada tahun 2009. Walaupun prosesor ini berasitektur x86, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><img class="alignleft" style="margin-left: 10px;margin-right: 10px;float: left" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/09/hotchip_x220.jpg" alt="" width="100" height="100" />Di California pada minggu kemarin, para peneliti dan ilmuwan China menampilkan sebuah mikroprosesor yang diberi nama Godson-3, dimana lebih dari 200 peneliti China terlibat didalamnya. Proyek ini sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah China bekerja sama dengan Chinese Academy of Sciences Institute of Computing Technology.</p>
<p style="text-align: justify">Rencananya mikroprosesor ini akan didistribusikan pada tahun 2009. Walaupun prosesor ini berasitektur x86, akan tetapi tidak semua aplikasi dapat berjalan diatasnya. Itulah sebabnya para teknisi menambahkan perintah simulasi untuk mensimulasikan x86.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-82"></span></p>
<p style="text-align: justify">Erik Metzger, seorang pejabat Intel mengatakan bahwa chip ini hanya mencapai 80% dari kecepatan sebenarnya dari chip x86. Sepertinya pemerintah China akan melepasnya ke pasar menengah kebawah, lanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify">Sedangkan Tom Halfhill, seorang analis di lembaga penelitian In-Stat mengatakan, &#8220;Seperti Amerika yang menginginkan sumber energi independen, China menginginkan teknologi independen&#8221;. &#8220;Mereka (China) tidak ingin teknologi pentingnya bergantung pada negara luar seperti mikroprosesor, yang mana, suatu waktu, menjadi komoditas dasar&#8221;, kata Tom.</p>
<p style="text-align: justify"><em>Keterangan gambar adalah bentuk mikroprosesor Godson yang diambil dari web techologyreview.com</em>.</p>
<p style="text-align: justify">Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<ul>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Loongson" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Loongson</a></li>
<li><a href="http://www.technologyreview.com/read_article.aspx?id=21322&amp;ch=specialsections&amp;sc=storage&amp;pg=1" target="_blank">http://www.technologyreview.com/read_article.aspx?id=21322&amp;ch=specialsections&amp;sc=storage&amp;pg=1</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/berita/2008/09/03/china-menantang-intel.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kustomisasi Bloglog Recent Reader Community</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/08/31/kustomisasi-bloglog-recent-reader-community.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/08/31/kustomisasi-bloglog-recent-reader-community.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 17:03:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<category><![CDATA[Pemograman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda melihat bloglog widget di blog ini tampak berbeda dari widget yang ditawarkan oleh mybloglog itu sendiri, itu karena telah mengalami modifikasi pada kode javascript dan css.
Bloglog recent reader community tampak menyatu manis dengan blog bukan?

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Buka file css template blog atau web.


Masukkan dan letakkan di bagian paling bawah baris kode [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Jika Anda melihat bloglog widget di blog ini tampak berbeda dari widget yang ditawarkan oleh mybloglog itu sendiri, itu karena telah mengalami modifikasi pada kode javascript dan css.</p>
<p style="text-align: justify">Bloglog recent reader community tampak menyatu manis dengan blog bukan?</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-81"></span></p>
<p style="text-align: justify">Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Buka file css template blog atau web.</li>
</ul>
<ul>
<li>Masukkan dan letakkan di bagian paling bawah baris kode css yang sudah ada dengan kode berikut :</li>
</ul>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text text" style="font-family:monospace;">.mbl_fo_hidden {display: none;}
.mbl_h {display: none;}</pre></div></div>

<ul>
<li>Ganti bagian warna di javascript yang didapat dari bloglog dengan <em>transparent</em>, misal :</li>
</ul>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text text" style="font-family:monospace;">c_color_heading_bg=transparent
c_color_heading=transparent
c_color_link_bg=transparent
c_color_link=transparent
c_color_bottom_bg=transparent</pre></div></div>

<ul>
<li>Selesai.</li>
</ul>
<p>Komentar Anda?</p>
<p>Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.noktahhitam.com/how-to-remove-feedjit-advertlet-and-mybloglog-footer.html" target="_blank">http://www.noktahhitam.com/how-to-remove-feedjit-advertlet-and-mybloglog-footer.html</a></li>
<li><a href="http://softinquiry.com/style-your-mybloglog-recent-readers-widget.html" target="_blank">http://softinquiry.com/style-your-mybloglog-recent-readers-widget.html</a></li>
<li> <a href="http://www.unintentionallyblank.co.uk/2007/03/06/making-mybloglog-pretty-how-to-style-the-recent-readers-widget/" target="_blank">http://www.unintentionallyblank.co.uk/2007/03/06/making-mybloglog-pretty-how-to-style-the-recent-readers-widget/</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/08/31/kustomisasi-bloglog-recent-reader-community.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memeriksa Listen Port di Linux</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2008/08/31/memeriksa-listen-port-di-linux.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2008/08/31/memeriksa-listen-port-di-linux.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 13:23:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini hanya bertujuan membantu tugas administrator Linux untuk memeriksa jalannya port services.


netstat

Syntax : netstat option

Contoh :
netstat -tlnp &#124; grep httpd
atau
netstat -uapn &#124; grep bind
Dimana :
t = tcp
l = listening
n = numeric
p = program
u = udp




netcat

Syntax : netcat option hostname port[s]
Contoh :
netcat -n localhost 80
Dimana :
n = numeric


nmap (harus install paket terlebih dahulu, tidak tersedia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Artikel ini hanya bertujuan membantu tugas administrator Linux untuk memeriksa jalannya port services.</p>
<p style="text-align: justify">
<ul>
<li><strong>netstat</strong></li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px"><strong>Syntax :</strong> <em>netstat option</em></p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>Contoh :</strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><em>netstat -tlnp | grep httpd</em></p>
<p style="padding-left: 30px">atau</p>
<p style="padding-left: 30px"><em>netstat -uapn | grep bind</em></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>Dimana :</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">t = tcp<br />
l = listening<br />
n = numeric<br />
p = program<br />
u = udp</p>
<p><span id="more-80"></span></p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">
<ul>
<li><strong>netcat</strong></li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px"><strong>Syntax :</strong> <em>netcat option hostname port[s]</em></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>Contoh :</strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><em>netcat -n localhost 80</em></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>Dimana :</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">n = numeric</p>
<p style="padding-left: 30px">
<ul>
<li><strong>nmap</strong> (harus install paket terlebih dahulu, tidak tersedia secara default)</li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px"><strong>Syntax :</strong> <em>nmap option host [port]</em></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>Contoh :</strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><em>nmap -sT localhost -p 80</em></p>
<p style="padding-left: 30px">atau</p>
<p style="padding-left: 30px"><em>nmap -sU localhost -p 53</em></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>Dimana :</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">sT : TCP scan</p>
<p style="padding-left: 30px">sU : UDP scan</p>
<p style="padding-left: 30px">p : port</p>
<p>Selamat mencoba!</p>
<p>Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<ul>
<li><a href="http://tylermuth.wordpress.com/2008/04/30/a-few-linux-tips-and-tricks/" target="_blank">http://tylermuth.wordpress.com/2008/04/30/a-few-linux-tips-and-tricks/</a></li>
<li><a href="http://linux.die.net/man/8/netstat" target="_blank">http://linux.die.net/man/8/netstat</a></li>
<li><a href="http://manpages.unixforum.co.uk/man-pages/linux/suse-linux-10.1/1/netcat-man-page.html" target="_blank">http://manpages.unixforum.co.uk/man-pages/linux/suse-linux-10.1/1/netcat-man-page.html</a></li>
<li><a href="http://nmap.org" target="_blank">http://nmap.org</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2008/08/31/memeriksa-listen-port-di-linux.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola Postfix Mailserver dengan Postfix Admin</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2008/08/30/mengelola-postfix-mailserver-dengan-postfix-admin.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2008/08/30/mengelola-postfix-mailserver-dengan-postfix-admin.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 05:33:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[Pemograman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[
Anda pengguna Postfix mailserver atau berencana menggunakannya ? Sudah pernah mencoba Postfix Admin ?

Artikel ini tidak sepenuhnya saya tulis dan tidak sedetail mungkin, karena artikel ini saya publikasikan ulang dari posting saya di forum Linux Indonesia di http://forum.linux.or.id/viewtopic.php?f=14&#38;t=13485&#38;p=100040#p83841.
Postfix Admin adalah sebuah web interface yang berguna untuk memanage domain, user, dan mailbox di Postfix. Berikut adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">
<p>Anda pengguna Postfix mailserver atau berencana menggunakannya ? Sudah pernah mencoba Postfix Admin ?</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-79" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/08/postfixadmin-admin-domain-list.jpg" alt="" width="500" height="221" /></p>
<p>Artikel ini tidak sepenuhnya saya tulis dan tidak sedetail mungkin, karena artikel ini saya publikasikan ulang dari posting saya di forum Linux Indonesia di <a href="http://forum.linux.or.id/viewtopic.php?f=14&amp;t=13485&amp;p=100040#p83841" target="_blank">http://forum.linux.or.id/viewtopic.php?f=14&amp;t=13485&amp;p=100040#p83841</a>.</p>
<p style="text-align: justify">Postfix Admin adalah sebuah web interface yang berguna untuk memanage domain, user, dan mailbox di Postfix. Berikut adalah langkah-langkah dalam instalasi Postfix Admin.</p>
<p style="text-align: justify">Pastikan Anda sudah menginstall Postfix yang sudah menggunakan MySQL sebagai library database. Kalau belum silahkan ikuti petunjuknya di website Postfix : <a href="http://www.postfix.org/MYSQL_README.html" target="_blank">Postfix MySQL Howto</a>. Kemudian pastikan juga Anda telah mengkonfigurasi MX Record di DNS dengan benar, baik itu email dengan menggunakan domain utama, ataupun jika berencana menggunakan sub domain (kasus misalnya nama daerah kantor cabang perusahaan). Kemudian Apache dan PHP sebagai webserver juga telah terinstall dengan baik.</p>
<p><span id="more-78"></span></p>
<p>Jika sudah terinstall, buat struktur database di MySQL seperti dibawah ini :</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text text" style="font-family:monospace;">--
-- Table structure for table `admin`
--
&nbsp;
CREATE TABLE `admin` (
`username` varchar(255) NOT NULL default '',
`password` varchar(255) NOT NULL default '',
`created` datetime NOT NULL default '0000-00-00 00:00:00',
`modified` datetime NOT NULL default '0000-00-00 00:00:00',
`active` tinyint(1) NOT NULL default '1',
PRIMARY KEY  (`username`),
KEY `username` (`username`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COMMENT='Postfix Admin - Virtual Admins';
&nbsp;
-- --------------------------------------------------------</pre></div></div>


<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text text" style="font-family:monospace;">--
-- Table structure for table `alias`
-- 
&nbsp;
CREATE TABLE `alias` (
  `address` varchar(255) NOT NULL default '',
  `goto` text NOT NULL,
  `domain` varchar(255) NOT NULL default '',
  `created` datetime NOT NULL default '0000-00-00 00:00:00',
  `modified` datetime NOT NULL default '0000-00-00 00:00:00',
  `active` tinyint(4) NOT NULL default '1',
  PRIMARY KEY  (`address`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COMMENT='Virtual Aliases - mysql_virtual_alias_maps';
&nbsp;
-- --------------------------------------------------------</pre></div></div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2008/08/30/mengelola-postfix-mailserver-dengan-postfix-admin.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Keamanan Wireless 2.4Ghz</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/keamanan/2008/08/29/mengenal-keamanan-wireless-24ghz.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/keamanan/2008/08/29/mengenal-keamanan-wireless-24ghz.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 15:12:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keamanan]]></category>

		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin topik ini sudah basi, dan sudah seringkali dibahas dan diulas baik itu di blog, website, forum bahkan milis. Namun, izinkan saya menuliskannya kembali tentang pengetahuan dasar keamanan wireless 2.4Ghz.

Gambar contoh keamanan wireless

Ada bermacam-macam metode keamanan wireless 2.4Ghz, yaitu :

WEP
WAP/WAP2
Radius
Web login based


WEP

WEP (Wired Equivalent Privacy) adalah metode enkripsi wireless 2.4Ghz terlemah. Dimana hanya menggunakan 40-bit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Mungkin topik ini sudah basi, dan sudah seringkali dibahas dan diulas baik itu di blog, website, forum bahkan milis. Namun, izinkan saya menuliskannya kembali tentang pengetahuan dasar keamanan wireless 2.4Ghz.</p>
<p style="text-align: center"><img class="alignnone size-full wp-image-77" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/08/topologi_wireless1.jpg" alt="" width="480" height="237" /></p>
<p style="text-align: center">Gambar contoh keamanan wireless</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-75"></span></p>
<p style="text-align: justify">Ada bermacam-macam metode keamanan wireless 2.4Ghz, yaitu :</p>
<ul>
<li>WEP</li>
<li>WAP/WAP2</li>
<li>Radius</li>
<li>Web login based</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>WEP</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;padding-left: 30px">WEP (<em>Wired Equivalent Privacy</em>) adalah metode enkripsi wireless 2.4Ghz terlemah. Dimana hanya menggunakan 40-bit hingga 128-bit, dengan kata lain untuk 40-bit kita menggunakan 10 karakter sebagai kata kunci hexadesimal (0-9, A-F) dan untuk 128-bit sebanyak 26 karakter. Tidak bisa menggunakan symbol-symbol ataupun kombinasinya. WEP terbagi lagi atas : Open System authentication dan Shared Key authentication.</p>
<p style="text-align: justify;padding-left: 30px">
<p style="text-align: justify;padding-left: 30px">
<ul>
<li><strong>WAP/WAP2</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;padding-left: 30px">Wi-Fi Alliance tidak lama kemudian juga membuat sebuah protokol enkripsi untuk wireless 2.4Ghz yaitu WPA (<em>Wi-Fi Protected Access</em>) dan disempurnakan dengan WPA2. Dibandingkan WEP, WAP dan WAP2 bisa menggunakan symbol-symbol, maupun  kata kunci membentuk kalimat. Hanya saja, tidak semua perangkat keras wifi dapat menggunakannya karena keterbatasan firmware.</p>
<p style="text-align: justify;padding-left: 30px">
<p style="text-align: justify;padding-left: 30px">
<ul>
<li><strong>Radius</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;padding-left: 30px">Radius (<em>Remote Authentication Dial In User Service</em>) yaitu protokol akses terpusat, mulai dari authentication, authorization dan accounting (ototentikasi, otoritas dan pengelolaan akun) atau yang disingkat dengan AAA proses. Pengolaan wireless 2.4Ghz dengan Radius lebih kompleks, karena melibatkan server Radius, username dan password. Data-data disimpan didalam sebuah database atau pun active directory.</p>
<p style="text-align: justify;padding-left: 30px">
<ul>
<li><strong>Web Login Based</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;padding-left: 30px">Terakhir, metode ini juga digunakan oleh MikroTik sebagai salah satu fasilitas hotspot login yang bisa diakses ketika terkoneksi. MikroTik akan menampilkan halaman login di web secara otomatis.</p>
<p style="text-align: justify;padding-left: 30px">
<p style="text-align: justify">Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<p style="text-align: justify"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wired_Equivalent_Privacy" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Wired_Equivalent_Privacy</a><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wi-Fi_Protected_Access" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Wi-Fi_Protected_Access</a><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/RADIUS" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/RADIUS</a></p>
<p style="text-align: justify;padding-left: 30px">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/keamanan/2008/08/29/mengenal-keamanan-wireless-24ghz.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Online Magazine Style</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/themes/wordpress-themes/2008/08/25/online-magazine-style.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/themes/wordpress-themes/2008/08/25/online-magazine-style.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 13:20:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wordpress Themes]]></category>

		<category><![CDATA[templates]]></category>

		<category><![CDATA[Themes]]></category>

		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia :
Sudah mahir menginstall wordpress, menulis dengan baik dan kepengen mempunyai tampilan seperti sebuah website berita profesional atau online magazine ?
Silahkan download dan gunakan di blog berita kamu template dibawah ini. Tapi ma&#8217;af saya tidak menyediakan support apapun terhadap template-template tersebut.

English :
Already have install wordpress, have a good writter capability and want a have web [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong>Indonesia :</strong></p>
<p style="text-align: justify">Sudah mahir menginstall wordpress, menulis dengan baik dan <em>kepengen</em> mempunyai tampilan seperti sebuah website berita profesional atau online magazine ?</p>
<p style="text-align: justify">Silahkan download dan gunakan di blog berita kamu template dibawah ini. Tapi ma&#8217;af saya tidak menyediakan support apapun terhadap template-template tersebut.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><strong>English :</strong></p>
<p style="text-align: justify">Already have install wordpress, have a good writter capability and want a have web style likes a professional website or online magazine ?</p>
<p style="text-align: justify">Please download and use to your news blog a free template below. But I&#8217;m sorry I can&#8217;t give any support for their templates.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<h1>Massive News</h1>
<p><img src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/08/massive_news.jpg" alt="" width="300" height="239" /></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><strong>Download : </strong><code><a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/download/MassiveNews.zip" title="Downloaded 18 times" >Massive News (429.08 KB)</a></code></p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-64"></span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<h1>Magadine</h1>
<p><img src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/08/magadine.jpg" alt="" width="300" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><strong>Download : </strong><code><a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/download/magadine12.zip" title="Downloaded 9 times" >Magadine (32.71 KB)</a></code></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<h1>The Morning After</h1>
<p><img src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/08/the-morning-after.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><strong>Download : </strong><code><a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/download/the-morning-after-v1.3.2.zip" title="Downloaded 9 times" >The Morning After (388.59 KB)</a></code></p>
<p style="text-align: justify">
<h1>Wynton Magazine</h1>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-69" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/08/wynton.jpg" alt="" width="300" height="219" /></p>
<p style="text-align: justify"><strong>Download : </strong><code><a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/download/WyntonMagazine.zip" title="Downloaded 9 times" >Wynton Magazine (296.82 KB)</a></code></p>
<p style="text-align: justify">
<h1>Hamasaki</h1>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-70" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/08/hamasaki.jpg" alt="" width="300" height="222" /></p>
<p style="text-align: justify"><strong>Download : </strong><code><a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/download/Hamasaki.zip" title="Downloaded 10 times" >Hamasaki (195.77 KB)</a></code></p>
<p style="text-align: justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/themes/wordpress-themes/2008/08/25/online-magazine-style.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen DNS dengan BIND</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2008/08/24/manajemen-dns-dengan-bind.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2008/08/24/manajemen-dns-dengan-bind.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 11:59:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[
BIND (Berkeley Internet Name Daemon) atau named adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang cukup  penting dalam pengelolaan manajemen domain name server (DNS).
Alasan sederhana kenapa pilihan saya jatuh kepada BIND untuk menulis artikel ini adalah dikarenakan saya selama ini cukup familiar dengan BIND, kemudian tersedianya dokumentasi, standar RFC / ISC, maupun artikel dalam berbagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">BIND (<em>Berkeley Internet Name Daemon</em>) atau <em>named</em> adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang cukup  penting dalam pengelolaan manajemen <em>domain name server</em> (<em>DNS</em>).</p>
<p style="text-align: justify">Alasan sederhana kenapa pilihan saya jatuh kepada BIND untuk menulis artikel ini adalah dikarenakan saya selama ini cukup familiar dengan BIND, kemudian tersedianya dokumentasi, standar RFC / ISC, maupun artikel dalam berbagai bahasa. Saya tidak ingin berdebat panjang lebar mengenai pilihan aplikasi ketika tulisan ini saya publikasikan, walaupun banyak sekali diluar sana aplikasi domain name server daemon, baik itu komersial atau gratis, seperti : MS DNS, djbdns, Dnsmasq, Simple DNS Plus, NSD, PowerDNS, MaraDNS, ANS, CNS, Posadis, Secure64 DNS, dan Unbound.</p>
<p style="text-align: justify">Lalu alasan rumitnya adalah, saya ingin Anda membaca artikel saya dan mem-bookmark blog ini <img src='http://mujie.blog.niwakarya.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-60"></span></p>
<h2>Cara kerja DNS</h2>
<p style="text-align: center"><img class="size-full wp-image-61" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/08/dns3_0212-kecil.jpg" alt="DNS Resolution" width="450" height="396" /></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Secara sederhana bisa dipahami ketika kita melakukan permintaan alamat <strong>girigiri.gbrmpa.gov.au</strong>, DNS akan meminta kepada <em>TLD</em> (<em>Top Level Domain</em>) <strong>.au</strong>, kemudian menunjuk kepada <strong>gov.au</strong> begitu seterusnya hingga <strong>girigiri.gbrmpa.gov.au</strong> dapat ditemukan atau tidak. Jawaban alamat yang telah didapat dikembalikan kepada si peminta dalam waktu yang cukup cepat.</p>
<p style="text-align: justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2008/08/24/manajemen-dns-dengan-bind.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>GForge : Katalog Opensource ala Sourceforge</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/07/28/gforge-katalog-opensource-ala-sourceforge.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/07/28/gforge-katalog-opensource-ala-sourceforge.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 06:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Saya senang untuk menemukan pengalaman baru dari sekeliling, seperti pengetahuan alam, teknologi informasi, musik maupun budaya. Nah, karena blog ini dikhususkan untuk menuliskan tentang hal-hal berbau teknologi informasi (baca: komputer), maka saya ingin berbagi hal baru juga buat rekan-rekan.
Pasti diantara rekan-rekan penggemar aplikasi perangkat lunak (software) pada umumnya dan  aplikasi opensource pada khususnya , [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Saya senang untuk menemukan pengalaman baru dari sekeliling, seperti pengetahuan alam, teknologi informasi, musik maupun budaya. Nah, karena blog ini dikhususkan untuk menuliskan tentang hal-hal berbau teknologi informasi (baca: komputer), maka saya ingin berbagi hal baru juga buat rekan-rekan.</p>
<p style="text-align: justify">Pasti diantara rekan-rekan penggemar aplikasi perangkat lunak (<em>software</em>) pada umumnya dan  aplikasi <em>opensource</em> pada khususnya , pernah berkunjung ke <a title="Sourceforge" href="http://www.sourceforge.net" target="_blank">www.sourceforge.net</a> atau <a title="Freshmeat" href="http://www.freshmeat.net" target="_blank">www.freshmeat.net</a> bukan? Walaupun kadang hanya sekedar melihat-lihat ataupun mencari <em>update</em> dari aplikasi yang terbaru. Karena memang <em>sourceforge.net</em> dan <em>freshmeat.net</em> adalah aplikasi source repository berbasis web.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-59"></span></p>
<p style="text-align: justify">Ceritanya, <a title="Tim Perdue" href="http://www.perdue.net/personal/" target="_blank">Tim Perdue</a>, si pengembang awal <em>sourceforge.net</em> menjual <em>sourceforge.net</em> ke <a title="VA Linux Systems" href="http://en.wikipedia.org/wiki/NewsForge" target="_blank">VA Linux Systems</a> dan meninggalkannya pada tahun 2001 kemudian setelah itu Tim kembali ke bangku kuliah mengambil bidang astronomi dan pskikologi sambil membentuk <a title="GForge" href="http://gforgegroup.com/" target="_blank">GForge Group</a> dan melepaskan kode GForge dalam 2 versi : sebagai <a href="http://www.gforge.org" target="_blank">opensource</a> dan sebagai <a href="http://www.gforge.com">binary</a>. Sebagai binary GForge akan menarik bayaran dan lisensi walaupun disana terdapat versi trialnya, sedangkan pada versi opensource diserahkan pada komunitas.</p>
<p style="text-align: justify">Saya pernah punya impian, bagaimana kalau pengembang aplikasi perangkat lunak di Indonesia dikumpulkan dalam satu wadah, dimana dalam satu tempat banyak sekali aplikasi terbuka yang dihost layaknya <em>sourceforge.net</em> atau <em>freshmeat.net</em>. Lalu apa bedanya dengan kedua penyedia jasa tersebut jika kita mempunyai <em>hoster</em> tersendiri? Bedanya adalah bahasa. Iya bahasa, dimana untuk konten mulai web depan, penjelasan aplikasi, dokumentasi hingga forumnya diharuskan menggunakan bahasa Indonesia. Tidak apa-apa untuk antarmuka, link atau tombol aplikasi tetap menggunakan bahasa Inggris, karena masalah kerancuan translasi bahasa yang memang aneh jika kita menggunakan tombol bertuliskan <em>go</em> diganti dengan bahasa Indonesia <em>pergi</em>.</p>
<p style="text-align: justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/07/28/gforge-katalog-opensource-ala-sourceforge.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Grup Akses pada CMS Modern</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/07/14/manajemen-grup-akses-pada-cms-modern.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/07/14/manajemen-grup-akses-pada-cms-modern.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 08:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru sadar ternyata manajemen akses dan pengelolaan pengguna maupun pemilahan konten semakin kompleks saja. Sebagai contoh, sebut saja sebuah usaha portal &#8220;ABCD&#8221; mempunyai banyak seksi dan kategori berita dengan masing-masing kontributor, editor dan manajer. Masing-masing kontributor, editor dan manajer tidak boleh mengirimkan, menghapus atau mengedit konten yang bukan seksi dan kategori bukan miliknya.

Setelah saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Saya baru sadar ternyata manajemen akses dan pengelolaan pengguna maupun pemilahan konten semakin kompleks saja. Sebagai contoh, sebut saja sebuah usaha portal &#8220;ABCD&#8221; mempunyai banyak seksi dan kategori berita dengan masing-masing kontributor, editor dan manajer. Masing-masing kontributor, editor dan manajer tidak boleh mengirimkan, menghapus atau mengedit konten yang bukan seksi dan kategori bukan miliknya.</p>
<p><span id="more-58"></span></p>
<p style="text-align: justify">Setelah saya coba 2 buah CMS besar - <a href="http://www.drupal.org" target="_blank">Drupal</a> dan <a href="http://www.joomla.org" target="_blank">Joomla</a> - yang saya install di lokal, saya belum menemukan kepuasan apapun untuk hasil manajemen akses level yang didapat. Saya sebenarnya sangat dan sangat menyukai kedua-duanya, karena saya juga menggunakan kedua-duanya untuk melakukan development.</p>
<p style="text-align: justify">Drupal memang menyediakan akses pembatasan akses pada module, nodes, taxonomy dan term, bisa ditambahkan dengan module atau plugin dari luar. Begitu juga dengan Joomla dengan pembatasan user level maka user tidak dapat mengakses module. Namun Joomla versi 1.0.x dan 1.5.x lebih parah untuk pembatasan akses, dimana user se-level manager bahkan bisa menambahkan section/seksi dan kategori baru. Seolah-olah ada &#8220;pemberontakan&#8221; struktur dalam sebuah perusahaan, seperti pendirian divisi baru tanpa sepengetahuan big boss <img src='http://mujie.blog.niwakarya.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Walaupun memang ada komponen komersial yang membatasi hak akses manajemen grup, tapi cukup mahal.</p>
<p style="text-align: justify">Akibatnya, user lain bisa mengedit konten milik divisi lain. Padahal, semakin lama sebuah web yang kompleks seharusnya semakin ketat dalam pemberlakuan akses level layaknya forum.</p>
<p style="text-align: justify">Akhirnya hal ini menjadi perhatian cukup serius oleh para pengguna Joomla dengan mengajukan proposal atau usulan untuk memasukkan manajemen grup akses pada Joomla 1.6 sehingga dimungkinkan akan ada level dan hak akses berbeda yang bisa ditambahkan atau dikurangi. Untuk lengkapnya Anda bisa berkunjung ke <a href="http://forum.joomla.org/viewtopic.php?f=502&amp;t=276517" target="_blank">http://forum.joomla.org/viewtopic.php?f=502&amp;t=276517</a>. Saya harap Drupal juga akan demikian dalam kedepan.</p>
<p style="text-align: justify">Anda pernah mempunyai kasus yang sama dengan diatas?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/07/14/manajemen-grup-akses-pada-cms-modern.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SEO dan Supplemental Result</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/06/29/seo-dan-supplemental-result.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/06/29/seo-dan-supplemental-result.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 15:33:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.niwakarya.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Banyak mungkin orang berpikir dengan SEO - Search Engine Optimization - akan menaikan rangking mereka di mesin pencari atau search engine, sehingga ketika orang mengetikan kata kunci tertentu - kebanyakan orang mengharapkan dengan kata kunci yang salah pun, website mereka akan tampil di halaman pertama - di mesin pencari website Anda muncul sebagai website yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Banyak mungkin orang berpikir dengan <a title="SEO" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Search_engine_optimization" target="_blank">SEO</a> - <em>Search Engine Optimization</em> - akan menaikan rangking mereka di mesin pencari atau <em>search engine</em>, sehingga ketika orang mengetikan kata kunci tertentu - kebanyakan orang mengharapkan dengan kata kunci yang salah pun, website mereka akan tampil di halaman pertama - di mesin pencari website Anda muncul sebagai website yang diharapkan. Tapi tunggu dulu, jika Anda mengharapkan dengan kata kunci yang salah pun website Anda sedang muncul, Anda sedang berusaha menyampah atau nge-<em>junk</em>.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-55"></span></p>
<p style="text-align: justify">Alih-alih <a title="pagerank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/PageRank" target="_blank">pagerank</a> naik, namun yang terjadi justru adalah website atau blog Anda tidak akan tampil sebagai halaman yang dituju bahkan di <em>banned</em> oleh raksasa mesin pencari : Google. Cara-cara kotor seperti menyalin halaman blog orang lain dari awal hingga akhir tidak akan berpengaruh banyak. Justru yang terjadi adalah sebaliknya, halaman website orang lain-lah yang akan naik peringkat dengan topik yang sama dalam mesin pencari.</p>
<p style="text-align: justify">Sebab-sebab lain adalah, website atau blog Anda mempunyai banyak link yang menuju ke halaman yang sama dari website itu sendiri atau konten yang terduplikasi baik sengaja atau tidak. Kemudian website atau blog Anda tidak mempunyai isi sama sekali. Jangan harap walaupun dalam waktu yang lama website atau blog Anda akan di <em>index</em> oleh Google. Yang terakhir adalah website atau blog Anda tidak ada yang pernah mengunjungi lalu mem-<em>bookmark</em>-nya atau menambahkan URL tautan yang mengarah ke website atau blog Anda. Inilah yang disebut dengan <a title="Supplemental Result" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Supplemental_Result" target="_blank">Suplemental Result</a>.</p>
<p style="text-align: justify">Didalam artikel yang ditulis di <a href="http://www.jimboykin.com/damned-to-google-hell-supplemental-results/" target="_blank">Damned to Google Hell - Supplemental Result</a> oleh JimBoykin dijelaskan dengan gamblang :</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Why does google put pages in the Supplemental Results?</strong><br />
I’ve been able to identify 3 main reasons:</p>
<ol>
<li> Duplicate Content - take someone elses content, get sent to Google Hell (Supplemental Results)</li>
<li>No Content - create pages with no content (remember the days of directories that would create 1 million pages with only 100 listing?) - empty pages get sent to Google Hell.</li>
<li>Orphaned web pages. Pages that no one links to, including yourself.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify">
<p><strong>Now, for the dirt - how to get out.</strong></p>
<ol>
<li> If you stole content - change it.</li>
<li>If there’s no content - add some.</li>
<li>If it’s orphaned - link to it.</li>
</ol>
<p>Yang artinya kurang lebih sebagai berikut :</p>
<p><strong>Kenapa Google menampilkan halaman-halaman konten saya dalam Supplemental Results?</strong></p>
<ol>
<li> Isi atau konten yang terduplikasi, seperti meletakan 1 artikel didalam banyak kategori.</li>
<li>Tidak adanya isi atau konten, dan jangan coba-coba untuk membuat menduplikasi isi yang sama kedalam banyak halaman.</li>
<li>Orphaned alias website yang menyendiri, tidak ada yang peduli dengan website atau blog Anda sehingga Anda ditinggalkan, mungkin saja karena topiknya kurang menarik.</li>
</ol>
<p><strong>Lalu, apa yang mesti saya lakukan?</strong></p>
<ol>
<li>Jika Anda mempunyai artikel hasil menyalin habis-habisan, segera ganti dengan tulisan Anda yang menarik !</li>
<li>Jika website atau blog Anda tidak mempunyai isi sama sekali, isi <em>donk ah</em>, masa <em>males nulis</em>, <em>kan</em> punya blog sendiri.</li>
<li>Jangan menyendiri, cobalah bersosialisasi dengan tetangga dengan memasang <em>shoutbox</em>, <em>backtrack</em>, <em>digg</em> ikon, gabung di forum dengan <em>signature</em> alamat blog Anda sehingga akan semakin besar kemungkinan orang lain melirik ke alamat blog atau website Anda dan membacanya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify">Lalu bagaimana kita mengidentifikasi adanya Supplemental Results? Didalam artikel <a href="http://www.seobook.com/archives/002047.shtml" target="_blank">View All Your Google Supplemental Index Results</a> dijelaskan betapa sederhananya menggunakan fasilitas pencarian Google itu sendiri untuk mengetahuinya. Sederhana? Iya, sederhana. Anda cukup mengetikan :</p>
<p style="text-align: center"><em>site:www.alamatwebsiteAnda.com </em></p>
<p style="text-align: justify">didalam kotak pencarian Google. Nah, jika disana Anda dapati banyak sekali konten yang terduplikasi, sudah saatnya lah Anda memperbaiki <em>template</em> dan konten Anda. Dan cobalah untuk menjadi penulis yang baik dengan mempelajari seni menulis atau jurnalis. Selamat mencoba kawan!</p>
<p style="text-align: justify">Untuk selengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.prchecker.info/updates.php#greybar" target="_blank">http://www.prchecker.info/updates.php#greybar</a></li>
<li><a href="http://www.jimboykin.com/damned-to-google-hell-supplemental-results/" target="_blank">http://www.jimboykin.com/damned-to-google-hell-supplemental-results/</a></li>
<li><a href="http://www.seobook.com/archives/002047.shtml" target="_blank">http://www.seobook.com/archives/002047.shtml</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/web/2008/06/29/seo-dan-supplemental-result.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>OsTube : Video Streaming ala YouTube</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/multimedia/2008/03/03/ostube-video-streaming-ala-youtube.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/multimedia/2008/03/03/ostube-video-streaming-ala-youtube.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 10:27:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Multimedia]]></category>

		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.palangkaraya.net/2008/03/03/ostube-video-streaming-ala-youtube/</guid>
		<description><![CDATA[Anda penikmat video streaming seperti YouTube atau layartancap? Atau Anda berkeinginan mengaplikasikan video streaming untuk video pembelajaran di sekolah atau kampus? Jika iya, maka jawabannya adalah OsTube.
OsTube di Indonesia telah diaplikasikan secara publik oleh ICT Pacitan. Salah satu artikel berbahasa Indonesia yang juga menulis tentang instalasi OsTube dapat Anda temukan di sini. Dan mungkin masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Anda penikmat video streaming seperti <a title="YouTube" href="http://www.youtube.com">YouTube</a> atau <a title="Layar Tancap" href="http://www.layartancap.com">layartancap</a>? Atau Anda berkeinginan mengaplikasikan video streaming untuk video pembelajaran di sekolah atau kampus? Jika iya, maka jawabannya adalah <a title="OsTube" href="http://www.ostube.de">OsTube</a>.</p>
<p align="justify"><span id="more-35"></span>OsTube di Indonesia telah diaplikasikan secara publik oleh <a title="ICT Pacitan" href="http://media.ictpacitan.net">ICT Pacitan</a>. Salah satu artikel berbahasa Indonesia yang juga menulis tentang instalasi OsTube dapat Anda temukan di <a title="Lustan" href="http://lustan.wordpress.com/2008/02/13/streaming-server-with-ostube/">sini</a>. Dan mungkin masih banyak lagi baik di sekolah maupun di universitas di Indonesia baik secara publik maupun lokal node. Namun perlu diingat jika ingin mengaplikasikannya untuk publik, Anda harus menyediakan bandwith berlebih.</p>
<p align="justify">OsTube sendiri dirilis dalam 3 versi : Community Edition, Professional Edtion dan Enterprise Edition. Edisi Community Edition adalah versi gratis dari Ostube.</p>
<p align="justify">Berikut screenshot dari OsTube :</p>
<p align="justify"><img class="alignnone size-medium wp-image-41" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/white.jpg" alt="" width="99" height="138" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-42" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/vintage.jpg" alt="" width="97" height="136" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-43" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/sunshine.jpg" alt="" width="97" height="136" /></p>
<p align="justify"><img class="alignnone size-medium wp-image-44" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/spring.jpg" alt="" width="99" height="138" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-45" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/mamba.jpg" alt="" width="99" height="138" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-46" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/hightek.jpg" alt="" width="99" height="138" /><a href="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/spring.jpg"> </a></p>
<p align="justify">Untuk lebih lengkapnya silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<p align="justify"><a title="OsTube" href="http://www.ostube.de">http://www.ostube.de</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/multimedia/2008/03/03/ostube-video-streaming-ala-youtube.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Openfire dan Spark : Alternatif Chat Messenger Server dan Client</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2008/01/14/openfire-dan-spark-alternatif-chat-messenger-server-dan-client.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2008/01/14/openfire-dan-spark-alternatif-chat-messenger-server-dan-client.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 23:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.palangkaraya.net/2008/01/14/openfire-dan-spark-alternatif-chat-messenger-server-dan-client/</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak kenal dengan Yahoo Messenger, Google Talk dan MSN ? Saat ini ke 3 buah aplikasi chat messenger tersebut tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari para netter. Baik untuk hanya untuk sekedar ngobrol biasa hingga transaksi bisnis. Namun dibalik itu semua ada satu hal yang sangat mengganjal bagi pengguna di lingkungan jaringan lokal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Siapa yang tidak kenal dengan <em>Yahoo Messenger</em>, <em>Google Talk</em> dan <em>MSN</em> ? Saat ini ke 3 buah aplikasi <em>chat messenger</em> tersebut tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari para <em>netter</em>. Baik untuk hanya untuk sekedar ngobrol biasa hingga transaksi bisnis. Namun dibalik itu semua ada satu hal yang sangat mengganjal bagi pengguna di lingkungan jaringan lokal berskala medium yang ingin saling mengirim pesan atau berkas, apalagi kalau bukan akses internet.</p>
<p align="justify"><span id="more-27"></span>Jaringan lokal berskala medium seperti apa yang saya maksud ? Kita ambil contoh jaringan antar sekolah : laboratorium komputer, ruang guru dan kelas, satu buah gedung berlantai 3 yang saling terhubung dalam jaringan berbasis TCP/IP, atau bahkan jaringan <em>local loop</em> seperti yang pernah saya bahas pada <a title="File Server dan VPN Gateway dengan SME Server" href="http://mujie.blog.niwakarya.com/2007/12/23/file-server-dan-vpn-gateway-dengan-sme-server/">File Server dan VPN Gateway dengan SME Server</a> .</p>
<p align="justify">Untunglah ada protokol <a title="XMMP" href="http://www.xmmp.org">XMMP</a> atau yang lebih dikenal dengan <a title="Jabber" href="http://www.jabber.org">Jabber</a>. <em>Nah</em>, saat ini para pengembang komunitas <em>open source</em> telah ikut ambil bagian dalam pengembangan aplikasi <em>messenger server</em> dan <em>messenger client</em>. Salah satunya yang cukup populer (sumber : <em>rating future score</em> dari <a href="http://www.jabber.org/software/servers.shtml">http://www.jabber.org/software/servers.shtml</a>) dan mempunyai banyak fasilitas adalah <a title="Openfire" href="http://www.igniterealtime.org/projects/openfire/index.jsp">Openfire</a> yang bertindak sebagai <em>messenger server</em> dan <a title="Spark" href="http://www.igniterealtime.org/projects/spark/index.jsp">Spark</a> sebagai <em>client messenger</em>. <em>Openfire</em> berjalan di atas Linux, sedangkan <em>Spark </em>dapat menggunakan versi MS Windows maupun Linux.</p>
<p align="justify">Di Indonesia, dari hasil pencarian saya di <em>google search engine</em>, pengimplementasian <em>Jabber</em> berskala medium pernah dilakukan oleh <a href="http://yulian.firdaus.or.id">bung Jay</a> dengan jabber.or.id-nya (non aktif), kemudian Unila yang beralamat di <a href="http://chat.unila.ac.id/">http://chat.unila.ac.id/</a>.</p>
<p align="justify">Berikut contoh <em>screenshoot</em> yang diambil dari Spark :</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><img class="alignnone size-medium wp-image-47" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/spark_file_transfer_receiving.jpg" alt="" width="250" height="264" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-48" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/spark_gateway_roster-193x300.jpg" alt="" width="193" height="300" /></p>
<p align="justify">Menarik bukan? Untuk informasi lebih jauh tentang <em>Jabber</em>, <em>Openfire</em> dan <em>Spark</em>, silahkan Anda berkunjung ke :</p>
<ul>
<li><a title="XMMP" href="http://www.xmmp.org">www.xmmp.org</a></li>
<li><a title="Jabber" href="http://www.jabber.org">www.jabber.org</a></li>
<li><a title="Ignite Realtime" href="http://www.igniterealtime.org/">www.igniterealtime.org</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2008/01/14/openfire-dan-spark-alternatif-chat-messenger-server-dan-client.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Script dan Schedule di Mikrotik OS</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/mikrotik/2007/12/24/script-dan-schedule-di-mikrotik-os.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/mikrotik/2007/12/24/script-dan-schedule-di-mikrotik-os.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 02:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mikrotik]]></category>

		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.palangkaraya.net/2007/12/24/script-dan-schedule-di-mikrotik-os/</guid>
		<description><![CDATA[Haha.. pas lagi searching pada rame topik tentang script dan schedule (penjadwalannya) di Mikrotik. Topik yang bagus buat naikin ini blog ke mister gugel. Lagian habis itu pada rame maen copy paste trus masukin di blog-nya masing-masing tanpa menyertakan sumber?!. Ada juga yang ironis mengklaim blog-nya dengan banner kecil bertuliskan &#8220;tidak sembarang copy paste&#8221;, padahal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Haha.. pas lagi searching pada rame topik tentang script dan schedule (penjadwalannya) di <a title="Mikrotik" href="http://www.mikrotik.com">Mikrotik</a>. Topik yang bagus buat naikin ini <a title="Mujie on the Net" href="http://mujie.blog.niwakarya.com">blog</a> ke mister <a title="Google" href="http://www.google.com">gugel</a>. Lagian habis itu pada rame maen copy paste trus masukin di blog-nya masing-masing tanpa menyertakan sumber?!. Ada juga yang ironis mengklaim blog-nya dengan banner kecil bertuliskan &#8220;tidak sembarang copy paste&#8221;, padahal nyontek persis sama, <strong>wtf</strong> ! Mudahan bukan Anda.</p>
<p align="justify">Silahkan Anda copy tulisan saya jika ada yang ingin diambil, tidak perlu menyertakan sumber juga tidak apa-apa, tetapi jangan suka mengklaim yah :). Ok, kita lanjut! Disini saya akan memberikan contoh untuk menghidupkan dan mematikan koneksi pelanggan pada jam tertentu di Mikrotik Router OS.</p>
<p><span id="more-24"></span>Misalnya IP Address pelanggan yang telah kita set dan kita berikan src-nat IP publik (diasumsikan tidak melewati proxy) di Mikrotik adalah : <strong>172.168.1.0/30</strong></p>
<p><strong>1.</strong> Login ke Mikrotik OS Anda, lalu ketik :</p>
<p><em>system script</em></p>
<p><strong>2.</strong> Ketik script untuk mematikan koneksi pelanggan ke arah publik:</p>
<p><em>add name=&#8221;pelanggan-off&#8221; \<br />
policy=ftp,read,write,policy,winbox,password \<br />
source={/ip firewall nat set [/ip firewall nat find \<br />
src-address=172.168.1.0/30] disabled=yes}</em></p>
<p><strong>3.</strong> Sedangkan script untuk menghidupkan koneksi pelanggan ke arah publik:</p>
<p><em>add name=&#8221;pelanggan-on&#8221; \<br />
policy=ftp,read,write,policy,winbox,password \<br />
source={/ip firewall nat set [/ip firewall nat find \<br />
src-address=172.168.1.0/30] disabled=no}</em></p>
<p align="justify"><strong>4.</strong> Lalu, langkah terakhir adalah menentukan jam kapan pelanggan harus terkoneksi ke publik (internet)  atau mematikan IP publik pelanggan yang telah kita masukan kedalam script tadi. Misalnya kita tentukan jam hidup koneksi pada pukul <strong>09.00-14.30</strong>, sedangkan waktu matinya koneksi pada pukul <strong>14.31 - 08.59</strong>. Cukup kita panggil nama scriptnya didalam schedule :</p>
<p><em>.. scheduler</em></p>
<p><em>add name=hidup09-1430 start-time=09:00:00 \<br />
interval=1d on-event=pelanggan-on</em></p>
<p><em>add name=mati1431-0859 start-time=14:31:00 \<br />
interval=1d on-event=pelanggan-off</em></p>
<p>Beres :). Selamat mencoba bos!. Lebih jauh tentang Mikrotik scripting silahkan ke link berikut :</p>
<ul>
<li><a title="Mikrotik Wiki" href="http://wiki.mikrotik.com/wiki/Scripts">http://wiki.mikrotik.com/wiki/Scripts</a></li>
<li><a title="Mikrotik Internasional" href="http://www.mikrotik.com/">http://www.mikrotik.com/</a></li>
<li><a title="Mikrotik Indonesia" href="http://www.mikrotik.co.id/">http://www.mikrotik.co.id/</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/mikrotik/2007/12/24/script-dan-schedule-di-mikrotik-os.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>File Server dan VPN Gateway dengan SME Server</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2007/12/23/file-server-dan-vpn-gateway-dengan-sme-server.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2007/12/23/file-server-dan-vpn-gateway-dengan-sme-server.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 14:56:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.palangkaraya.net/2007/12/23/file-server-dan-vpn-gateway-dengan-sme-server/</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh sangat di sayangkan daerah yang mengimplementasikan internet untuk saling berbagi berkas dan data, akan tetapi data tersebut sebenarnya digunakan hanya untuk kepentingan internal saja. Belum lagi ditemuinya beberapa kelemahan dalam praktek sehari-hari, seperti misalnya :

Hilangnya data
Serangan virus, spyware, malware
Tidak teroganisasinya berkas dan data dengan baik
Penggunaan tidak semestinya

Disini, saya akan berikan kasus yang pernah saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh sangat di sayangkan daerah yang mengimplementasikan internet untuk saling berbagi berkas dan data, akan tetapi data tersebut sebenarnya digunakan hanya untuk kepentingan internal saja. Belum lagi ditemuinya beberapa kelemahan dalam praktek sehari-hari, seperti misalnya :</p>
<ul>
<li>Hilangnya data</li>
<li>Serangan virus, spyware, malware</li>
<li>Tidak teroganisasinya berkas dan data dengan baik</li>
<li>Penggunaan tidak semestinya</li>
</ul>
<p><span id="more-23"></span>Disini, saya akan berikan kasus yang pernah saya tangani di salah satu kabupaten, dimana kabupaten sebagai pusat berkas dan data, lalu kecamatan-kecamatan yang ada sebagai penyuplai berkas dan data. Ada beberapa acuan yang saya gunakan :</p>
<ul>
<li>Tidak merubah budaya kerja yang selama ini sudah berjalan</li>
<li>Tidak melibatkan develop aplikasi desktop</li>
<li>Mudah dalam pengoperasian dan minim perawatan</li>
<li>Teroganisasinya data dan berkas</li>
<li>Tidak terhubung ke internet secara langsung (hanya penggunaan internal)</li>
<li>Menghubungkan kecamatan-kecamatan yang sulit dijangkau transportasi dan komunikasi</li>
<li>Meminimalis terjadinya gangguan dan kebocoran data</li>
</ul>
<p>Perhatikan gambar berikut :</p>
<p style="text-align: center"><img class="alignnone size-medium wp-image-49 aligncenter" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/tutor_sme-300x127.jpg" alt="" width="300" height="127" /></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Di <strong>Site B</strong> kita install <a title="SME Server" href="http://www.smeserver.org/">SME Server</a> (ditandai dengan lingkaran warna merah), kemudian di <strong>Site A</strong> melakukan koneksi <a title="Virtual Private Network" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vpn">VPN</a> ke <strong>Site B</strong>, dimana SME Server sudah mempunyai VPN Server tersendiri, baru melakukan transfer berkas dan data (dokumen, photo) menggunakan fasilitas <a title="Network_Neighborhood" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Network_Neighborhood">Network Neighborhood</a> / <a title="Workgroup" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Workgroup">Workgroup</a> layaknya file sharing seperti biasa jika end user menggunakan MS Windows, atau menggunakan <a title="Samba" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Samba_%28software%29">Samba</a> jika end user menggunakan Linux. Tidak merubah budaya kerja artinya, end user tetap mengetik di aplikasi pengolah kata dan menyimpannya.</p>
<p align="justify">Manajemen user dan directory di SME Server menggunakan antar muka web base yang bisa di akses darimana saja selama masih terhubung dalam satu jaringan. Jika Anda sedikit cerdik, Anda juga bisa menginstall aplikasi chat atau messenger server untuk komunikasi antar node.</p>
<p align="justify">Koneksi antar kedua site menggunakan akses <a title="Local Loop" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Local_loop">local loop</a>, dimana harga bandwithnya lebih murah dan lebih besar dibandingkan dengan harga bandwith yang sama ke internet. Local loop biasanya digunakan oleh bank, kantor pemerintahan dan militer untuk melakukan transaksi antar cabang atau saling berbagi data, namun terisolasi dari dunia luar.</p>
<p align="justify">Untuk lebih jelas tentang SME Server, Anda bisa mengunjungi :</p>
<ul>
<li><a title="SME Server" href="http://www.smeserver.org/">http://www.smeserver.org/</a></li>
<li><a title="SME Wiki" href="http://wiki.contribs.org/">http://wiki.contribs.org/</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2007/12/23/file-server-dan-vpn-gateway-dengan-sme-server.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Free Control Panel untuk Webhosting</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2007/12/21/free-control-panel-untuk-webhosting.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2007/12/21/free-control-panel-untuk-webhosting.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 19:38:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.palangkaraya.net/2007/12/21/free-control-panel-untuk-webhosting/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin teman-teman sekalian pernah mempunyai impian untuk mengelola hosting dengan control panel yang berbasis web, agar memudahkan dalam pengelolaannya. Akan tetapi terkendala dengan mahalnya harga lisensi control panel hosting. Jangan putus asa kawan, di internet tersedia beberapa control panel gratisan untuk hosting. Tidak percaya ?
 Saya sendiri dibantu oleh rekan-rekan teknis dan beberapa forum sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Mungkin teman-teman sekalian pernah mempunyai impian untuk mengelola hosting dengan control panel yang berbasis web, agar memudahkan dalam pengelolaannya. Akan tetapi terkendala dengan mahalnya harga lisensi control panel hosting. Jangan putus asa kawan, di internet tersedia beberapa control panel gratisan untuk hosting. Tidak percaya ?</p>
<p align="justify"><span id="more-13"></span> Saya sendiri dibantu oleh rekan-rekan teknis dan beberapa forum sudah mengaplikasikan control panel gratisan tersebut di tempat saya bekerja, yang tentu saja digunakan untuk pengelolaan website internal perusahaan dan saya belum pernah mencobanya dalam skala besar. Namun tidak ada salahnya jika kawan-kawan berencana untuk menggunakannya sebagai alat bantu berjualan hosting dengan biaya yang minimal, ya kan?. Yang terpenting selalu ikuti perkembangan update, patch dan update terbaru dari control panel yang Anda pergunakan, baik di forum maupun milis support yang disediakan oleh developer control panel tersebut. Jangan segan-segan untuk bertanya atau menyampaikan adanya <em>error</em> di forum dan milis.</p>
<p align="justify">Berikut adalah daftar control panel gratisan untuk webhosting yang saya maksud :</p>
<ul>
<li><a title="ispCP Omega" href="http://www.isp-control.net/">ispCP Omega : http://www.isp-control.net/ </a></li>
</ul>
<p><img style="border: 0pt none" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2007/12/omega.jpg" border="1" alt="ispCP Omega" /></p>
<ul>
<li><a title="RavenCore" href="http://www.ravencore.com/">RavenCore : http://www.ravencore.com/<br />
</a></li>
</ul>
<p><img style="border: 0pt none" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2007/12/ravencore.jpg" border="1" alt="RavenCore" /></p>
<ul>
<li><a title="ispConfig" href="http://www.ispconfig.org/">ispConfig : http://www.ispconfig.org/</a></li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-50" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/ispconfig.jpg" alt="" width="400" height="236" /></p>
<ul>
<li><a title="web-cp" href="http://www.web-cp.net/">web://CP (baca : web-cp) : http://www.web-cp.net/</a></li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-51" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/webcp.jpg" alt="" width="400" height="269" /></p>
<ul>
<li><a title="SysCP" href="http://www.syscp.de/">SysCP : http://www.syscp.de/</a></li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-52" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/syscp.jpg" alt="" width="400" height="290" /></p>
<ul>
<li><a title="ezAdmin" href="http://dev.planet-work.net/">ezAdmin : http://dev.planet-work.net/</a></li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-53" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/ezadmin.jpg" alt="" width="400" height="240" /></p>
<ul>
<li><a title="Vhffs" href="http://www.vhffs.org">Vhffs : http://www.vhffs.org</a></li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-54" src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2008/06/vhffs.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p align="justify">Saran saja dari saya, jangan gunakan <a title="VHCS" href="http://www.vhcs.net/">VHCS</a> karena saat ini belum ada kelanjutan pengembangannya. Dan gunakan OS <a title="Debian" href="http://www.debian.org">Debian</a> agar mudah dalam melakukan update, patch,  kompabilitas aplikasi dan tidak terlalu susah-susah untuk melakukan kompilasi aplikasi pendukung dari awal yang mungkin belum tentu stabil dan kompitibel.</p>
<p align="justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2007/12/21/free-control-panel-untuk-webhosting.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cirrus Logic CS 4614/22/24 [CrystalClear SoundFusion Audio Accelerator] di Slackware 11.0</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2007/04/28/cirrus-logic-cs-46142224-crystalclear-soundfusion-audio-accelerator-di-slackware-110.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2007/04/28/cirrus-logic-cs-46142224-crystalclear-soundfusion-audio-accelerator-di-slackware-110.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2007 13:54:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.palangkaraya.net/2007/04/28/cirrus-logic-cs-46142224-crystalclear-soundfusion-audio-accelerator-di-slackware-110/</guid>
		<description><![CDATA[Pusing mencari solusi kenapa sound card lama Crystal Sound Fusion tidak terdeteksi juga di IBM e-series (aduh lupa series berapa) yang telah terinstalasi dengan Slackware 11.0. Mulai dari mengutak-atik kernel, module, lspci, lsmod, modprobe dan entah tidak ingat lagi.
Padahal rencananya di dalamnya akan dibuat radio streaming menggunakan Shoucast sebagai server streamer dan  Darkices sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font size="2">Pusing mencari solusi kenapa sound card lama <em>Crystal Sound Fusion</em> </font><font size="2">tidak terdeteksi juga di <em>IBM</em> e-series (aduh lupa series berapa) yang telah terinstalasi dengan <em>Slackware 11.0</em>. Mulai dari mengutak-atik kernel, module, <em>lspci</em>, <em>lsmod</em>, <em>modprobe</em> dan entah tidak ingat lagi.</font></p>
<p align="justify"><font size="2">Padahal rencananya di dalamnya akan dibuat radio streaming menggunakan <a href="http://www.shoutcast.com/" title="ShoutCast"><em>Shoucast</em></a> sebagai server streamer dan  <a href="http://darkice.tyrell.hu/" title="Darkices"><em>Darkices</em></a> sebagai pengirim data dari hasil capture device soundcard <em>/dev/dsp</em> (hanya console) ke <a href="http://www.shoutcast.com/" title="ShoutCast"><em>Shoutcast</em></a>, dan <em>xawtv</em> + <em>bttv</em> sebagai aplikasi pemutar radio.</font><font size="2"> </font></p>
<p align="justify"><font size="2">Secara sederhana bisa digambarkan seperti ini :</font></p>
<p><img src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2007/12/shoutcast2.jpg" alt="ShoutCast" /></p>
<p><span id="more-10"></span></p>
<p align="justify"><font size="2">Hardwarenya sendiri adalah <em>CrystalClear Sound Fusion</em> untuk soundcard dan <em>PV-951TF 3DVision</em> sebagai FM Tunner yang notabene sama-sama barang lama. Tiba-tiba saja saya terpikir untuk mengunjungi website <a href="http://www.alsa-project.org/" title="Alsa Project">Alsa Project</a> dan mendownload driver terbaru. Dan setelah melakukan <em>configure</em>, <em>make module-install</em>, <em>./snddevices</em>, tanpa harus melakukan kompilasi ulang kernel, lalu mengkonfigurasi file <em>/etc/modules</em> dengan :  </font></p>
<p align="justify"><font size="2"> </font><em><font size="2"># bttv<br />
alias char-major-81 videodev<br />
alias char-major-81-0 bttv<br />
options bttv card=42 radio=1</font></em></p>
<p align="justify"><em><font size="2">options tuner type=1<br />
alias char-major-89 i2c-dev<br />
options i2c-core i2c_debug=1<br />
options i2c-algo-bit bit_test=1</font></em></p>
<p align="justify"><em><font size="2"> #soundcard<br />
alias char-major-116 snd<br />
alias char-major-14 soundcore<br />
alias sound-service-0-0 snd-mixer-oss<br />
alias sound-service-0-1 snd-seq-oss<br />
alias sound-service-0-3 snd-pcm-oss<br />
alias sound-service-0-8 snd-seq-oss<br />
alias sound-service-0-12 snd-pcm-oss</font></em><br />
<font size="2"> </font></p>
<p align="justify"><font size="2">Lalu reboot, berdoa&#8230;.</font><br />
<font size="2"> </font><br />
<font size="2">Kembali ke console, lalu ketik :</font><br />
<font size="2"> </font><br />
<font size="2"><em>speaker-test</em> </font><br />
<font size="2"> </font><br />
<font size="2">Wohooo&#8230; bisa jalan! Hampir saja melompat dari kursi</font><font size="2">.  Sekarang tinggal tugas untuk mengkonfigurasi Shoutcast dan Darkices (another history).</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2007/04/28/cirrus-logic-cs-46142224-crystalclear-soundfusion-audio-accelerator-di-slackware-110.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal IP Static, DHCP, Virtual IP, Virtual DNS dan Routing di Linux</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2007/02/19/mengenal-ip-static-dhcp-virtual-ip-virtual-dns-dan-routing-di-linux.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2007/02/19/mengenal-ip-static-dhcp-virtual-ip-virtual-dns-dan-routing-di-linux.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Feb 2007 15:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.palangkaraya.net/2007/02/19/mengenal-ip-static-dhcp-virtual-ip-virtual-dns-dan-routing-di-linux/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah materi linux dan jaringan sederhana yang pernah saya sampaikan kepada guru-guru TI di SMK-3 Palangka Raya.
Contoh kasus Kita mempunyai informasi sebagai berikut :
1. IP Address 172.10.11.2 netmask 255.255.255.252 gateway 172.10.11.1 dari ISP.
2. Primary DNS 202.11.22.33, secondary DNS 202.22.33.44 dari ISP.
3. Kita ingin membuat jaringan lokal kita sesuai gambar skema berikut :


4. Ethernet devices [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="OLE_LINK1" name="OLE_LINK1"></a>Berikut adalah materi linux dan jaringan sederhana yang pernah saya sampaikan kepada guru-guru TI di SMK-3 Palangka Raya.</p>
<p>Contoh kasus Kita mempunyai informasi sebagai berikut :</p>
<p>1. IP Address 172.10.11.2 netmask 255.255.255.252 gateway 172.10.11.1 dari ISP.</p>
<p>2. Primary DNS 202.11.22.33, secondary DNS 202.22.33.44 dari ISP.</p>
<p>3. Kita ingin membuat jaringan lokal kita sesuai gambar skema berikut :</p>
<p><img src="http://mujie.blog.niwakarya.com/files/2007/12/1-27.gif" border="0" alt="Skema jaringan" /></p>
<p><span id="more-9"></span></p>
<p>4. Ethernet devices yang menghadap ke internet kita beri nama eth0</p>
<p>5. Ethernet devices yang menghadap ke jaringan lokal kita beri nama eth1</p>
<p>6. Banyaknya komputer didalam lab yang terhubung ke switch hub melalui kabel UTP sebanyak 5 komputer</p>
<p>7. Banyaknya laptop yang terhubung ke Access Point (AP) sebanyak 3 laptop (misalnya untuk 2 guru dan 1 tata usaha).</p>
<p>6. IP Address terbagi atas 4 group :</p>
<ul>
<li>IP Address DHCP lab komputer</li>
<li>IP Address static 2 guru</li>
<li>IP Address static 1 tata usaha</li>
<li>IP Address Access Point</li>
</ul>
<p>Langkah - langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :</p>
<p>1.  Set IP Address di router server, eth0 dengan IP Address dari ISP.</p>
<p>Syntax :</p>
<address>ifconfig &lt;interface&gt; &lt;ip address&gt; netmask &lt;subnetmask&gt; broadcast &lt;ip broadcast&gt;</address>
<address>route add -net &lt;ip address&gt; netmask &lt;subnetmask&gt; gw &lt;ip gateway&gt; dev &lt;interface<em>&gt;</em></address>
<address> </address>
<address> </address>
<p>Implementasi :</p>
<address>ifconfig eth0 172.10.11.2 netmask 255.255.255.252 broadcast 172.10.11.3</address>
<address>route add -net 172.10.11.0 netmask 255.255.255.252 gw 172.10.11.1 dev eth0</address>
<address> </address>
<address> </address>
<address> </address>
<address> </address>
<p>2.  Set IP Address untuk ke 4 group tersebut di eth1 ditambah dengan IP Address sebagai gateway utama Acess Point (AP).</p>
<p>Implementasi :</p>
<address>ifconfig eth1 192.168.1.1 netmask 255.255.255.248 broadcast 192.168.1.7</address>
<address>ifconfig eth1:0 192.168.2.1 netmask 255.255.255.252 broadcast 192.168.2.3</address>
<address>ifconfig eth1:1 192.168.3.1 netmask 255.255.255.252 broadcast 192.168.3.3</address>
<address>ifconfig eth1:2 192.168.4.1 netmask 255.255.255.252 broadcast 192.168.4.3</address>
<address>ifconfig eth1:3 10.5.4.1 netmask 255.255.255.252 broadcast 10.5.4.3</address>
<address> </address>
<address> </address>
<address> </address>
<address> </address>
<p>3.  Arahkan ke 4 group tersebut ke IP Address yang diberikan ISP agar paket dari IP Address jaringan lokal dapat diteruskan ke luar atau ke internet, kecuali untuk IP Address milik Access Point, menggunakan perintah iptables.</p>
<p>Syntax :</p>
<address>iptables -t nat -A POSTROUTING -o &lt;device to internet&gt; -s \</address>
<address>&lt;ip address from local dev&gt; -j SNAT &#8211;to-source &lt;internet ip address&gt;</address>
<address> </address>
<address> </address>
<p>Implementasi :</p>
<address>iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.1.0/24 -j SNAT &#8211;to-source 172.10.11.2</address>
<address>iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.2.0/30 -j SNAT &#8211;to-source 172.10.11.2</address>
<address>iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.3.0/30 -j SNAT &#8211;to-source 172.10.11.2</address>
<address>iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.4.0/30 -j SNAT &#8211;to-source 172.10.11.2</address>
<address> </address>
<address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/jaringan/2007/02/19/mengenal-ip-static-dhcp-virtual-ip-virtual-dns-dan-routing-di-linux.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Membasmi Iklan dengan Squid dan Adzapper</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2006/05/15/membasmi-iklan-dengan-squid-dan-adzapper.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2006/05/15/membasmi-iklan-dengan-squid-dan-adzapper.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 May 2006 05:43:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.palangkaraya.net/2006/05/15/membasmi-iklan-dengan-squid-dan-adzapper/</guid>
		<description><![CDATA[Surfing website sambil menikmati layanan iklan sudah bukan jamannya lagi. Ditambah dengan bandwith yang pas-pasan, justru iklan sponsor yang tak diinginkan akan menyebabkan tujuan semula untuk browsing web atau situs menjadi hal yang tidak menyenangkan. Bayangkan saja, untuk sebuah website populer, paling tidak iklan baik itu berupa gambar biasa, gambar animasi, popup hingga iklan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Surfing website sambil menikmati layanan iklan sudah bukan jamannya lagi. Ditambah dengan bandwith yang pas-pasan, justru iklan sponsor yang tak diinginkan akan menyebabkan tujuan semula untuk browsing web atau situs menjadi hal yang tidak menyenangkan. Bayangkan saja, untuk sebuah website populer, paling tidak iklan baik itu berupa gambar biasa, gambar animasi, popup hingga iklan yang dibangun dengan macromedia flash akan mengambil bagian sekitar 10-15% halaman web. Itu pun baru sebuah website, belum lagi dengan web-web lain yang sedang kita buka saat berinternet ria. Padahal jika iklan-iklan tersebut dapat dihilangkan, tentu kita akan lebih banyak menghemat bandwith dan juga akan dapat lebih banyak membuka website.</p>
<p align="justify"><span id="more-8"></span> Di internet tersedia banyak sekali program-program anti iklan, namun rata-rata adalah bersifat komersial dan berjalan diatas windows, bahkan jika kita salah-salah memilih program, bukannya iklan yang akan terblokir, namun akan semakin banyaknya spyware dan malware yang tak di undang menginfeksi windows dan browser dari sebuah website. Dengan menggunakan <em>Squid Proxy</em> <a title="http://squid-cache.org" href="http://squid-cache.org/">http://squid-cache.org</a> yang dilengkapi dengan <em>adzapper</em> <a title="http://adzapper.sourceforge.net" href="http://adzapper.sourceforge.net/">http://adzapper.sourceforge.net</a> yang berjalan diatas Linux paling tidak akan meminimalisir iklan-iklan dari sebuah website yang tidak perlu. Saya sudah sendiri mencobanya untuk &#8220;menetralisir&#8221; membanjirnya iklan di sebuah web berita populer di Indonesia dan menggunakannya untuk beberapa client. Cara kerja adzapper pun sangat simpel, adzapper akan menukar file images banner atau pun file flash berukuran besar dengan file images yang lebih kecil dan bergambar polos, bahkan pada sebagian iklan berbasis teks, adzapper akan menghilangkannya dari monitor Anda.</p>
<p align="justify">Disini saya tidak perlu menjelaskan cara menginstallasi Squid, karena banyak sekali artikel-artikel baik yang berbahasa Inggris maupun Indonesia tentang cara installasi Squid, hanya sedikit penjelasan konfigurasi Squid agar bekerjasama dengan baik bersama-sama adzapper.</p>
<p><!--more--></p>
<p align="justify"><strong>Require :</strong><br />
1. Linux<br />
2. Squid<br />
3. Apache<br />
4. Perl</p>
<p><strong>Squid + Adzapper dengan binding 1 port</strong><br />
Adapun langkah-langkah installasi adzapper sangat lah mudah :<br />
1. Download adzapper</p>
<p><em>wget adzapper.sourceforge.net/adzap-20060424.tar.gz</em></p>
<p>2. Extrak</p>
<p><em>tar -zxvf adzap-20060424.tar.gz</em></p>
<p>3. Copykan file squid_redirector ke /usr/local/bin/</p>
<p><em>cp adzap/scripts/squid_redirector /usr/local/bin/</em></p>
<p align="justify">4. Copykan semua file didalam directory zaps ke directory virtual host Apache (tergantung dari installasi Apache), disini saya menggunakan directory /home/www/adzaps dan directory tersebut harus bisa diakses  menggunakan browser, misalnya http://192.168.0.1/adzaps</p>
<p><em>cp -R adzap/zaps /home/www/public_html/</em></p>
<p>5. Edit file squid.conf dan tambahkan baris berikut lalu simpan :</p>
<p><em>redirect_program /usr/local/bin/squid_redirect</em></p>
<p align="justify">6. Edit file /usr/local/bin/squid_redirect. Tulisan http://adzapper.sourceforge.net/zaps diganti dengan http://192.168.0.1/zaps lalu simpan.</p>
<p>7. Kill PID Squid lalu jalankan kembali Squid.</p>
<p align="justify">8. Coba jalankan browser kesukaan Anda dengan menggunakan proxy tersebut, dan kunjungi situs-situs yang mempunyai iklan, baik teks maupun graphis.</p>
<p align="justify">9. Jika Anda ingin menambahkan pattern banner yang ingin di blok, tambahkan di bagian bawah file /usr/local/bin/squid_redirect.</p>
<p>10. Selesai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2006/05/15/membasmi-iklan-dengan-squid-dan-adzapper.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memformat Mata Uang Rupiah dengan Delphi</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2006/02/22/memformat-mata-uang-rupiah-dengan-delphi.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2006/02/22/memformat-mata-uang-rupiah-dengan-delphi.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2006 14:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pemograman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.palangkaraya.net/2006/02/22/memformat-mata-uang-rupiah-dengan-delphi/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama tak jumpa dalam rubrik &#8220;komputer seadanya&#8221; ini, rasanya ada yang kurang. Rekan-rekan penggemar programming, terutama Delphi mungkin saja pernah mengalami suatu kebingungan ketika ingin memformat suatu angka kedalam bentuk rupiah.
Barangkali pada saat pendistribusian aplikasi yang dibuat menggunakan Delphi, Anda menyarankan kepada pengguna untuk merubah &#8220;Regional dan Language&#8220;nya dari Control Panel ke negara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Setelah sekian lama tak jumpa dalam rubrik &#8220;komputer seadanya&#8221; ini, rasanya ada yang kurang. Rekan-rekan penggemar programming, terutama <strong>Delphi</strong> mungkin saja pernah mengalami suatu kebingungan ketika ingin memformat suatu angka kedalam bentuk rupiah.</p>
<p align="justify"><span id="more-7"></span>Barangkali pada saat pendistribusian aplikasi yang dibuat menggunakan Delphi, Anda menyarankan kepada pengguna untuk merubah &#8220;<em>Regional dan Language</em>&#8220;nya dari <em>Control Panel</em> ke negara Indonesia. Tapi tunggu dulu, bagaimana jika pengguna lupa untuk merubahnya, karena disebabkan komputernya baru saja di install ulang. Didalam Delphi (disini saya menggunakan Delphi versi 7) sebenarnya ada fasilitas untuk memformat angka/nilai hasil dari query ke database kedalam bentuk mata uang Rupiah tanpa harus merubah &#8220;<em>system location</em>&#8221; pada <em>Regional</em> dan <em>Language</em> ke negara Indonesia cukup &#8220;<em>Regional dan Language</em>&#8221; nya ke negara defaultnya United States seperti pada saat pertama kali <em>MS Windows</em> di install. Fasilitas tersebut yaitu <strong>AnsiReplaceStr</strong> dan <strong>FormatFloat</strong> dari unit <strong>StrUtils</strong> dan <strong>Variant</strong> dari unit <strong>System</strong>. Caranya pun sangat mudah sekali, perhatikan contoh berikut :</p>
<p align="justify">1. Bukalah <em>Project</em> baru, tambahkan diatas <em>Form1</em> berupa komponen <em>TEdit</em> yang bernama <em>Edit1</em>, komponen <em>TButton</em> yang bernama <em>Button1</em>, dan komponen <em>TLabel</em> yang bernama <em>Label1</em>.</p>
<p align="justify">2. Copy kode dibawah ini kedalam lembaran :</p>
<address><em>Unit1 :unit Unit1;</em></address>
<address><em>interface uses Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics,Controls, Forms, Dialogs, StrUtils, StdCtrls;</em></address>
<address><em>type TForm1 = class(TForm) Edit1: TEdit;</em></address>
<address><em>Button1: TButton; Label1: TLabel;</em></address>
<address><em>procedure Button1Click(Sender: TObject);</em></address>
<address><em>private { Private declarations }</em></address>
<address><em>public { Public declarations }</em></address>
<address><em>end;</em></address>
<address><em>var Form1: TForm1;</em></address>
<address><em>implementation {$R *.dfm}</em></address>
<address><em>procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);</em></address>
<address><em>begin</em></address>
<address><em>Label1.Caption:=Trim(&#8217;Rp.&#8217;+(AnsiReplaceStr(FormatFloat(&#8217;#,##0&#8242;,Variant(Edit1.Text)),&#8217;,',&#8217;.'))+&#8217;,-&#8217;);</em></address>
<address><em>end;</em></address>
<address><em>end.</em></address>
<address> </address>
<blockquote></blockquote>
<p align="justify">3. Pastikan <em>OnClick events</em> milik <em>Button1</em> adalah <em>Button1Click</em> dari <em>Object Inspector</em>.</p>
<p align="justify">4. Coba jalankan dengan menekan tombol F9. Kemudian isi dengan angka berapapun tanpa menggunakan tanda titik atau koma atau tanda apapun kedalam <em>Edit1</em> kemudian tekan tombol <em>Button1</em>.</p>
<p align="justify">Rekan-rekan akan melihat hasil input pada <em>Edit1</em> berubah menjadi bentuk mata uang Rupiah di <em>Label1</em>. Coba perhatikan didalam souce code Anda pada bagian :</p>
<p align="justify"><em>Label1.Caption:=Trim(&#8217;Rp.&#8217;+(AnsiReplaceStr(FormatFloat(&#8217;#,##0&#8242;,Variant(Edit1.Text)),&#8217;,',&#8217;.'))+&#8217;,-&#8217;);</em></p>
<p align="justify">Sebenarnya terbagi atas :</p>
<ul>
<li><em>Label1.Caption:=StringVariant(String) </em>akan menformat masukan <em>String</em> sebagai <em>Variant</em>.</li>
<li><em>FormatFloat(&#8217;#,##0&#8242;,String)) </em>akan menformat nilai <em>Variant</em> menjadi mempunyai 3 digit (ribuan) dihitung dari posisi sebelah kanan <em>Variant</em>.</li>
<li><em>AnsiReplaceStr(const AText, AFromText, AToText) </em>akan mencari <em>String</em> dari <em>AText</em>, menggantinya dengan <em>AFromText</em> berdasarkan pola dari <em>AToTextTrim(String)</em> untuk menghapus spasi kosong sebelum dan sesudah <em>String</em>.</li>
</ul>
<p align="justify">Bagaimana? Sangat mudah bukan? Penformatan ini berguna ketika rekan-rekan ingin melakukan proses perhitungan didalam program tanpa harus banyak melakukan pemformatan namun ingin menampilkan hasil outputnya kedalam format Rupiah, misalnya ke printer. Delphi akan sangat sulit untuk menjumlahkan angka yang didalamnya mengandung karakter diluar numeric (bilangan). Misalnya lagi nilai hasil query dari database ingin di totalkan dengan menggunakan <em>SQL</em> syntax <em>SUM(nilai)</em> dan hasilnya dicetak ke printer, tentu saja <em>SQL</em> tidak dapat melakukan perhitungan jika nilai tersebut mengandung karakter diluar numeric. Jadi, biarkan saja format nilai yang masuk kedalam database adalah beruba angka murni, baru kemudian ketika ingin menampilkan hasi output nya dalam bentuk Rupiah, rekan-rekan sekalian dapat menggunakan contoh seperti diatas.</p>
<p align="justify">Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/pemograman/2006/02/22/memformat-mata-uang-rupiah-dengan-delphi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Firewalling IP Address dan MAC Address dengan iptables</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/keamanan/2005/11/26/firewalling-ip-address-dan-mac-address-dengan-iptables.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/keamanan/2005/11/26/firewalling-ip-address-dan-mac-address-dengan-iptables.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2005 23:37:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keamanan]]></category>

		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.palangkaraya.net/2005/11/26/firewalling-ip-address-dan-mac-address-dengan-iptables/</guid>
		<description><![CDATA[Halu rekan-rekan peminat IT sekalian, lama tak jumpa. Kadang kita sebagai administrator suatu jaringan sangat dipusingkan dengan beberapa client &#8220;nakal&#8221; yang suka berganti-ganti IP Address. Padahal sebelumnya suatu IP Address tertentu dari client sudah kita blok aksesnya untuk jam-jam tertentu, atau kita blok untuk mengakses suatu situs tertentu.

Mungkin sedikit yang bisa saya berikan disini adalah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Halu rekan-rekan peminat IT sekalian, lama tak jumpa. Kadang kita sebagai administrator suatu jaringan sangat dipusingkan dengan beberapa client &#8220;nakal&#8221; yang suka berganti-ganti IP Address. Padahal sebelumnya suatu IP Address tertentu dari client sudah kita blok aksesnya untuk jam-jam tertentu, atau kita blok untuk mengakses suatu situs tertentu.</p>
<p align="justify"><span id="more-6"></span></p>
<p align="justify">Mungkin sedikit yang bisa saya berikan disini adalah, bagaimana kita dapat mengatasi &#8220;kenakalan&#8221; client-client tersebut agar tidak bisa mengganti IP Address mereka secara &#8220;enaknya saja&#8221;. Saya harapkan Anda paling tidak sudah tahu apa itu IP Address dan apa itu MAC Address. Dalam melakukan percobaan disini saya menggunakan Linux distro <a title="ClarkConnect Home Edition versi 3.0" href="http://www.clarkconnect.com/">ClarkConnect Home Edition versi 3.0</a> yang dilengkapi dengan <a title="iptables" href="http://www.netfilter.org/">iptables</a> versi 1.2.11. Rekan-rekan dapat menggunakan distro Linux lainnya.Keuntungan dan kerugian :</p>
<ul>
<li>Keuntungan yang didapatkan adalah, kita dapat dengan mudah memonitor &#8220;pergerakan&#8221; client dan melakukan logging untuk administrasi jaringan atau analisa-analisa lain yang diperlukan, karena client tidak dapat melakukan perubahan IP Address.</li>
<li>Kerugian, seandainya saja interface hardware milik client mengalami kerusakan dan melakukan pergantian, kita harus melakukan konfigurasi ulang rules firewall kita berdasarkan MAC Address yang baru. Tapi kerusakan ini sangat jarang terjadi.</li>
</ul>
<p>Ada 2 metode yang saya gunakan disini dan dapat rekan-rekan sekalian pilih salah satunya, yaitu :</p>
<ul>
<li>
<p align="justify">Pertama, apakah kita akan melakukan pendaftaran semua IP Address dan MAC Address client-client kita dan tidak memperkenankan semua client yang terhubung dengan kita tidak dapat berganti-ganti IP Address. Jika IP dan MAC Address tidak terdaftar didalam rules firewall, maka client tidak dapat melakukan koneksi.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kedua, apakah kita hanya menginginkan IP Address dan MAC Address tertentu saja yang tidak kita inginkan untuk berganti-ganti IP Address. Disini, jika ada IP baru dan dengan MAC Address baru, client tetap dapat melakukan koneksi.</p>
</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/keamanan/2005/11/26/firewalling-ip-address-dan-mac-address-dengan-iptables.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Otomatisasi firewalling IP dan MAC Address dengan iptables</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/keamanan/2005/11/21/otomatisasi-firewalling-ip-dan-mac-address-dengan-iptables.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/keamanan/2005/11/21/otomatisasi-firewalling-ip-dan-mac-address-dengan-iptables.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2005 23:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keamanan]]></category>

		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.palangkaraya.net/2005/11/21/otomatisasi-firewalling-ip-dan-mac-address-dengan-iptables/</guid>
		<description><![CDATA[Berhubung ada pertanyaan menarik dari salah satu member sebuah milis yang saya ikuti, bagaimana jika client kita berjumlah banyak, puluhan atau ratusan. Yang terpenting adalah, kita mempunyai daftar IP Address dan MAC Address client yang terhubung. Dengan menggunakan sedikit baris bash script sederhana, kita dapat membuat otomatisasinya.

Berikut langkah-langkahnya :
1. Buat file bernama rc.iplock didalam directory [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berhubung ada pertanyaan menarik dari salah satu member sebuah milis yang saya ikuti, bagaimana jika client kita berjumlah banyak, puluhan atau ratusan. Yang terpenting adalah, kita mempunyai daftar IP Address dan MAC Address client yang terhubung. Dengan menggunakan sedikit baris bash script sederhana, kita dapat membuat otomatisasinya.</p>
<p><span id="more-5"></span><br />
Berikut langkah-langkahnya :</p>
<p>1. Buat file bernama rc.iplock didalam directory /etc/rc.d/ dengan isi sebagai berikut :</p>
<p>#!/bin/bash<br />
# Bash script Lock IP Address dan MAC Address<br />
iptables=&#8221;/sbin/iptables&#8221;	#path ke iptables<br />
files=&#8221;/etc/rc.d/list.txt&#8221;	#path ke list IP Address dan MAC Address<br />
device=&#8221;eth1&#8243;			#ethernet devices ke client<br />
lockall=&#8221;yes&#8221;			#yes|no ,yes jika mendaftarkan semua IP &amp; MAC Address<br />
#jika tidak, tulis no.<br />
#yes untuk metode pertama, no untuk metode kedua</p>
<p>if [ $lockall = "yes" ]; then<br />
$iptables -I PREROUTING -t nat -i $device -j DROP<br />
cat $files | while read ip_address mac_address; do<br />
$iptables -I PREROUTING -t nat -i $devices -s $ip_address \<br />
-m mac &#8211;mac-source $mac_address -j ACCEPT<br />
$iptables -I FORWARD -i $device -s ! $ip_address \<br />
-m mac &#8211;mac-source $mac_address -j DROP<br />
$iptables -I PREROUTING -t nat -s ! $ip_address \<br />
-m mac &#8211;mac-source $mac_address -j DROP<br />
done<br />
elif [ $lockall = "no" ]; then<br />
$iptables -I PREROUTING -t nat -i $device -j ACCEPT<br />
cat $files | while read ip_address mac_address; do<br />
$iptables -I FORWARD -i $device -s ! $ip_address \<br />
-m mac &#8211;mac-source $mac_address -j DROP<br />
$iptables -I PREROUTING -t nat -s ! $ip_address \<br />
-m mac &#8211;mac-source $mac_address -j DROP<br />
done<br />
fi</p>
<p>echo &#8220;Locking IP Address and Mac Address&#8230;&#8221;<br />
#end script</p>
<p>2. Buat file bernama list.txt didalam directory /etc/rc.d/ dengan format penulisan sebagai berikut :<br />
&lt;IP Address&gt;	&lt;MAC Address&gt;</p>
<p>Peringatan!! Jangan tambahkan baris apapun atau kalimat apapun selain format diatas!</p>
<p>Contoh isi file /etc/rc.d/list.txt untuk 3 client:</p>
<p>192.168.1.5	00:89:CD:64:01:EF<br />
192.168.1.20	00:90:DD:14:11:CF<br />
192.168.1.14	00:40:EE:21:26:GE</p>
<p>3. Set file rc.iplock agar dapat di eksekusi :</p>
<p>chmod +x /etc/rc.d/rc.iplock</p>
<p>4. Tambahkan didalam file /etc/rc.d/rc.local agar dapat di eksekusi pada saat start up :</p>
<p>/etc/rc.d/rc.iplock</p>
<p>5. Jalankan :</p>
<p>/etc/rc.d/rc.iplock</p>
<p>6. Selesai! Selamat Anda dapat bintang =P</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/keamanan/2005/11/21/otomatisasi-firewalling-ip-dan-mac-address-dengan-iptables.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Word Processor dan Spreadsheet di Linux</title>
		<link>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2005/07/26/word-processor-dan-spread-sheet-di-linux.html</link>
		<comments>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2005/07/26/word-processor-dan-spread-sheet-di-linux.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2005 05:14:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mujie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mujie.blog.palangkaraya.net/2005/07/26/word-processor-dan-spread-sheet-di-linux/</guid>
		<description><![CDATA[Word Proccessor
Word Proccessor atau yang lebih lazimnya disebut juga dengan aplikasi pengolah kata atau aplikasi perkantoran (office application) sering kita pakai di keluarga Windows. Namun bagaimana dengan Linux? Berikut ini mungkin bisa dijadikan acuan dalam pemilihan program pengolah kata di Linux (dalam mode XWindows) dan dalam menu maupun tampilan tidak jauh berbeda dengan MS Word, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Word Proccessor</strong><br />
Word Proccessor atau yang lebih lazimnya disebut juga dengan aplikasi pengolah kata atau aplikasi perkantoran (office application) sering kita pakai di keluarga Windows. Namun bagaimana dengan Linux? Berikut ini mungkin bisa dijadikan acuan dalam pemilihan program pengolah kata di Linux (dalam mode XWindows) dan dalam menu maupun tampilan tidak jauh berbeda dengan MS Word, apapun distro Anda.</p>
<p align="justify"> <span id="more-4"></span></p>
<p align="justify">- <strong>OpenOffice Writer</strong> (<a href="http://www.openoffice.org/product2/writer.html">http://www.openoffice.org/product2/writer.html</a>)<br />
Inilah juara aplikasi perkantoran yang saat ini banyak digunakan dalam hal tampilan, fleksibilitas dan kelengkapan menu. Namun kelemahan dalam aplikasi ini adalah, memerlukan banyak memory (RAM), proccessor yang besar (CPU) dan ruang harddisk. Openoffice bisa berjalan diatas desktop KDE, Gnome, XFce, dan XWindows manager lainnya. Proses loadingnya pun memerlukan waktu yang cukup lama, hingga semua semua aplikasi selesai ditampilkan.</p>
<p>- <strong>KWord</strong> (<a href="http://www.koffice.org/kword/">www.koffice.org/kword/</a>)<br />
Pengolah kata yang satu ini, walaupun dikhususkan bisa berjalan diatas desktop KDE, tidak menutup kemungkinan bisa dijalankan diatas desktop Linux lain dengan beberapa kondisi, seperti installasi beberapa library KDE yang terintegrasi kedalam desktop.Wow, tampaknya perlu berkeringat lebih banyak untuk menginstalasinya. KDE sendiri memerlukan banyak memory, proccessor dan ruang harddisk namun tidak sebanyak Openoffice Writter.</p>
<p>- <strong>Abiword</strong> (<a href="http://www.abisource.com">www.abisource.com</a>)<br />
Hei ini dia aplikasi pengolah kata yang lengkap namun tidak memerlukan banyak memory, processor dan ruang harddisk seperti kedua aplikasi pengolah kata sebelumnya. Abiword sendiri sebenarnya lebih nyaman jika diinstallasi diatas desktop Gnome atau XFce.</p>
<p><strong>Spread Sheet Proccessor</strong><br />
Mungkin Anda sudah terbiasa menggunakan program MS Excel dalam menyelesaikan perhitungan pembukuan atau neraca akhir tahun. Tapi tahukah Anda, di Linux pun aplikasi-aplikasi berikut tidak kalah hebatnya dalam hal pengelolaan row, coloum, table hingga perhitungan matematika.</p>
<p>- <strong>OpenOffice Calc</strong> (<a href="http://www.openoffice.org/product2/calc.html">http://www.openoffice.org/product2/calc.html</a>)<br />
Termasuk didalam keluarga OpenOffice dan terintegrasi dengan OpenOffce Writer, aplikasi ini sama beratnya dengan versi Writter nya. Lebih banyak memory, proccessor dan ruang harddisk. Namun, rasa jengkel ketika proses loading pertama kali dapat tertutupi dengan fasilitas lengkap didalamnya.</p>
<p>- <strong>KSpread</strong> (<a href="http://www.http://www.koffice.org/kspread/">www.http://www.koffice.org/kspread/</a>)<br />
Walaupun secara pribadi, saya menyukai tampilannya yang sangat &#8220;cute&#8221; dan menggemaskan, tapi lagi-lagi terganjal dengan desktop KDE yang sangat penuh dengan menu dan animasi. Tapi tidak ada salahnya jika Anda menyukainnya, dapt mencoba aplikasi pengolah table dan perhitungan ini.</p>
<p>- <strong>GNumeric</strong> (<a href="http://www.gnome.org/projects/gnumeric/">www.gnome.org/projects/gnumeric/</a>)<br />
Hmmm&#8230; aplikasi yang satu ini rasanya patut diacungi jempol dalam hal menu yang tidak kalah dengan kedua aplikasi Spread Sheet sebelumnya dan proses loadingnya yang sangat cepat walaupun terbatasnya memory, proccessor dan ruang harddisk tak menjadi masalah.</p>
<p>Perbandingan aplikasi Word Proccessor dan Spread Sheet diatas didasarkan pada :<br />
- Kelengkapan<br />
- Kecepatan<br />
- Fleksibilitas<br />
- Kemudahan installasi</p>
<p>Sebenarnya masih banyak aplikasi Word Proccessor dan Spread Sheet di Linux selain beberapa program diatas, dari versi yang sangat sederhana sekali hingga canggih dan versi freeware (GNU) hingga shareware. Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mujie.blog.niwakarya.com/linux/2005/07/26/word-processor-dan-spread-sheet-di-linux.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
