Sungguh sangat di sayangkan daerah yang mengimplementasikan internet untuk saling berbagi berkas dan data, akan tetapi data tersebut sebenarnya digunakan hanya untuk kepentingan internal saja. Belum lagi ditemuinya beberapa kelemahan dalam praktek sehari-hari, seperti misalnya :
Disini, saya akan berikan kasus yang pernah saya tangani di salah satu kabupaten, dimana kabupaten sebagai pusat berkas dan data, lalu kecamatan-kecamatan yang ada sebagai penyuplai berkas dan data. Ada beberapa acuan yang saya gunakan :
Perhatikan gambar berikut :

Di Site B kita install SME Server (ditandai dengan lingkaran warna merah), kemudian di Site A melakukan koneksi VPN ke Site B, dimana SME Server sudah mempunyai VPN Server tersendiri, baru melakukan transfer berkas dan data (dokumen, photo) menggunakan fasilitas Network Neighborhood / Workgroup layaknya file sharing seperti biasa jika end user menggunakan MS Windows, atau menggunakan Samba jika end user menggunakan Linux. Tidak merubah budaya kerja artinya, end user tetap mengetik di aplikasi pengolah kata dan menyimpannya.
Manajemen user dan directory di SME Server menggunakan antar muka web base yang bisa di akses darimana saja selama masih terhubung dalam satu jaringan. Jika Anda sedikit cerdik, Anda juga bisa menginstall aplikasi chat atau messenger server untuk komunikasi antar node.
Koneksi antar kedua site menggunakan akses local loop, dimana harga bandwithnya lebih murah dan lebih besar dibandingkan dengan harga bandwith yang sama ke internet. Local loop biasanya digunakan oleh bank, kantor pemerintahan dan militer untuk melakukan transaksi antar cabang atau saling berbagi data, namun terisolasi dari dunia luar.
Untuk lebih jelas tentang SME Server, Anda bisa mengunjungi :
Berkunjung Sob, blognya keren. Tukeran link yuk. Link sobat udah terpasang di situs saya. Ditunggu neh confim baliknya
Anchor text situs saya ini ya sob “Pulsa Murah”
Makasih link baliknya
artikelnya menarik, boss. minta izin blog anda untuk saya jadi home page ya!