// you’re reading...

Mikrotik

DHCP IP Address dalam Satu Network Address untuk Semua Interface di Mikrotik OS

Hhmm… dari judul memang terasa aneh. Akan tetapi hal ini saya aplikasikan dari pengalaman nyata. Terima kasih sebelumnya untuk teman-teman yang telah menulis tentang DHCP server di Mikrotik baik itu di blog, milis maupun forum. Saya juga mohon maaf sebelumnya jika dalam artikel ini saya tidak menyertakan gambar topologi.

Studi kasus yang saya alami disini adalah, kami (dalam hal ini perusahaan) mendapatkan pengerjaan sebuah jaringan sederhana di sebuah instansi. Dengan menggunakan Mikrotik Indoor RB443 1 pci yang dilengkapi dengan 3 port ethernet (salah satunya sekaligus sebagai port PoE) dan 1 wireless pci, kami merancang sebuah konsep sederhana, dimana setiap client baik itu yang terhubung melalui  ethernet ataupun wireless semuanya mendapatkan DHCP IP address dalam satu network address. Dari ke 3 port tersebut masing-masing digunakan untuk 1 port (saya namakan ether3) rencananya akan dipasang akses internet ( ADSL / Vsat / Last Mile / Dedicated dll. ) sehingga port ini dikosongkan/tidak dipakai. Port yang kedua (ether2) terkoneksi ke jaringan dalam via kabel UTP dan switch hub. Sedangkan port pertama (ether1) sekaligus PoE port, terkoneksi menggunakan kabel UTP cross pair dengan IP address static ke Senao EOC-3220+ (AP) untuk disebarluaskan ke luar ruangan / kantor gedung seberang.

Nah, terakhir, 1 pci wireless (wlan1) ditambah dengan indoor antenna patch panel  + kabel jumper yang dilengkapi dengan N connector digunakan hanya untuk didalam ruangan tempat meletakkan Mikrotik RB443 tadi (disana terdapat beberapa pengguna notebook). Konsepnya adalah port kedua (ether2) dan pci wireless (wlan1) harus sama-sama bisa memberikan DHCP IP address yang sama dalam satu network address ke setiap komputer yang terkoneksi kepadanya (disini saya tidak akan menjelaskan metode otentikasi nya harus bagaimana, seperti menggunakan hotspot, WPE/WPA, Firewall dll.). Artinya setiap komputer yang terkoneksi ke ether2 dan wlan1 akan mendapatkan DHCP IP address dalam satu network address.

Saya sudah mencari-cari penjelasannya, baik itu di forum Mikrotik Indonesia dan internasional maupun dari tulisan-tulisan yang dibuat. Bahkan di forum Mikrotik internasional disarankan agar menggunakan IP address yang berbeda untuk setiap interface dan set DHCP server di interface yang akan digunakan sebagai gateway DHCP. Saya pikir ini pemborosan IP address dan tidak efektif. Akhirnya setelah mengalami stagnan otak sesaat, kesulitan itu dapat dilalui. Saya ambil contoh, untuk IP address DHCP yang kita berikan adalah 192.168.254.1/24 dengan DNS server 192.168.1.1.

1. Login ke Mikrotik Anda, dan dari terminal ketik berikut untuk menambahkan IP range yang diinginkan :

/ip pool add name=dhcp-pool ranges="192.168.254.2-192.168.254.255"
/ip dhcp-server network add address="192.168.254.0/24" gateway=192.168.254.1 dns-server=192.168.1.1

Mikrotik IP Pool

Mikrotik DHCP Server Network

2. Kunci atau rahasia agar ether2 dan wlan1 dapat saling berbagi adalah pada bridge. Ketikan kode berikut, dan tambahkan interface yang ingin Anda pasang sebagai bridge :

/interface bridge add name="dhcp-bridge"
/interface bridge port add interface=wlan1 bridge="dhcp-bridge"
/interface bridge port add interface=ether2 bridge="dhcp-bridge"

Mikrotik Bridge

Mikrotik Bridge Port

3. Tambahkan sebuah IP Address di interface bridge yang baru sebagai gateway :

/ip address add address="192.168.254.1/24" interface=dhcp-bridge

Mikrotik IP Address

4. Terakhir, beritahu Mikrotik agar menjalankan DHCP server service di interface bridge yang telah kita buat dan sebarluaskan DHCP IP address  yang telah kita set di dhcp-pool :

/ip dhcp-server add interface=dhcp-bridge address-pool=dhcp-pool name="dhcp-internal"

Mikrotik DHCP Server

Sekarang silahkan Anda coba untuk mengkoneksikan komputer atau notebook yang Anda miliki menggunakan DHCP atau Obtain an IP address automatically baik ke jaringan dalam (ether2) atau ke wireless (wlan1). Kemudian lakukan beberapa percobaan seperti ping atau mengakses Mikrotik menggunakan telnet atau Winbox. Selamat mencoba.

PS note : Jika saya lama tidak menulis artikel bukan berarti saya tergila-gila dengan jejaring sosial, akan tetapi karena kesibukan saya di offline/dunia nyata :)

Bookmark : These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • blogmarks
  • Blue Dot
  • Furl
  • Netscape
  • Slashdot
  • Smarking
  • Taggly
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • Spurl
  • co.mments
  • Linkter
  • MisterWong
  • MyShare
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • ThisNext
  • connotea
  • DotNetKicks
  • PlugIM
  • Simpy
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Discussion

One comment for “DHCP IP Address dalam Satu Network Address untuk Semua Interface di Mikrotik OS”

  1. puna mantabs ih ikau tuh le heheheheheheheh

    Posted by deden | November 5, 2009, 8:55 am

Post a comment

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.

Click to hear an audio file of the anti-spam word